Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Sangat Suka Anak Kecil


__ADS_3

"Sayang, Daddy sangat suka anak kecil jadi kenapa Mommy harus di steril?" Tanya Daddy Brian dengan nada keberatan.


"Maaf Nyonya, apa yang dikatakan oleh suami benar. Kenapa Nyonya minta di steril?" tanya dokter kandungan tersebut.


'Syukurlah suaminya tidak setuju dengan begitu istrinya akan menuruti permintaan suaminya hingga akhirnya istrinya hamil lagi dan ..." Ucap dokter tersebut menggantungkan kalimatnya.


Dokter tersebut tahu kalau usia Mommy Calista sudah tidak muda lagi terlebih sudah dua kali melakukan caesar di tambah kondisinya yang tidak memungkinkan untuk hamil lagi karena bisa saja merenggut nyawanya.


Dokter tersebut sudah lama mencintai Daddy Brian namun selalu disimpannya dalam hati karena dirinya tahu kalau Daddy Brian terkenal dengan kesetiannya.


Jika Mommy Calista meninggal maka dirinya bisa mendekati Daddy Brian lalu merayunya hingga akhirnya menikah.


"Karena usia kami yang tidak muda lagi jadi sudah cukup bagi kami untuk mempunyai anak. Anak sekarang sudah dua di tambah yang ini dua total empat anak kami," ucap Mommy Calista menjelaskan.


"Bukankah nanti ada baby sister yang mengurus anak-anak Nyonya jadi kenapa tidak menambah lagi?" tanya dokter tersebut berusaha mempengaruhi Daddy Brian agar tidak setuju dengan ucapan istrinya.


"Sebenarnya Aku ingin nambah lagi tapi usiaku tidak memungkinkan. Jadi Aku memutuskan untuk tetap steril." Ucap Mommy Calista.


"Kalau itu mau Mommy maka Daddy tidak akan memaksa setelah Mommy melahirkan Mommy langsung steril." ucap Daddy Brian sambil memeluk bahu istrinya.


"Tapi Tuan ..." Ucapan dokter tersebut terpotong oleh Daddy Brian.


"Lakukanlah apa yang diminta istriku." Ucap Daddy Brian.


"Saya mengerti Nyonya dan saya menerima keputusan Nyonya dan Tuan. Nanti jika anak Nyonya dan Tuan sudah lahir sekalian kami akan melakukan operasi steril," ucap dokter kandungan tersebut sambil menahan amarahnya.


"Terima kasih banyak Dok," ucap Mommy Calista.


"Sama-sama Nyonya," jawab dokter kandungan.

__ADS_1


"Kalau begitu terima kasih Dok," ucap Mommy Calista sambil turun dari kursi begitu pula dengan Daddy Brian.


"Silahkan Nyonya dan Tuan," ucap dokter kandungan.


Mommy Calista menganggukkan kepalanya sedangkan Daddy Brian hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Daddy Brian memeluk istrinya dari arah samping begitu pula dengan Mommy Calista, mereka berjalan menuju ke arah pintu untuk keluar dari ruangan tersebut.


"Adelio dan Clarisa kini giliran mu," ucap Mommy Calista sambil berjalan ke arah kursi dan duduk di samping Adelia.


"Baik Mom, dad," jawab Adelio dan Clarisa serempak.


Ceklek


Adelio membuka pintu dengan lebar agar istrinya masuk ke dalam ruangan tersebut membuat dokter dan perawat menatapnya dengan bingung.


"Bukankah tadi Tuan sudah masuk ke dalam sama istri tapi kenapa masuk lagi?" tanya dokter tersebut kemudian menatap ke arah Clarisa.


"Apakah ini istri ke dua Tuan?" tanya dokter kandungan dengan wajah terkejut.


"Tutup mulutmu, yang tadi datang adalah Daddy dan Mommy ku sedangkan di sebelahku adalah istriku satu-satunya yang aku cintai dan tidak ada wanita lain selain istriku," jawab Adelio dengan nada tegas sambil memeluk pinggang istrinya kemudian menatap tajam ke arah dokter tersebut.


"Maaf Tuan, saya tidak tahu Karena wajah Tuan Besar dan Tuan Muda sangat mirip," ucap dokter tersebut dengan tubuh gemetar Karena takut dengan tatapan Adelio.


"Tidak apa-apa Dok," jawab Clarisa yang mengerti suaminya kenapa marah.


Clarisa sangat bahagia karena perkataan suaminya kalau dirinya adalah satu-satunya istri dan wanita yang dicintainya. Dirinya sangat bersyukur bisa menikah dengan pria sebaik Adelio.


"Terima kasih Nyonya," jawab dokter tersebut.


Clarisa hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Adelio acuh tak acuh. Adelio menggendong tubuh Clarisa membuat Clarisa mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya.

__ADS_1


Adelio dengan perlahan menurunkan tubuh Clarisa ke ranjang sedangkan dokter dan perawat yang melihatnya hanya bisa bicara dalam hati.


'Alangkah beruntungnya Nyonya Besar dan Nyonya Muda menikah dengan ke dua pria tampan sekaligus romantis," ucap dokter kandungan tersebut dalam hati.


'Seandainya ada satu lagi cowok seperti itu, aku mau satu.' ucap perawat dalam hati.


'Aku ingin merebutnya.' ucap dokter dan perawat tersebut dalam hati.


"Kenapa bengong, cepat periksa istriku," ucap Adelio dengan nada dingin dan wajah datar.


"Maaf tuan," ucap dokter dan perawat tersebut dengan serempak.


Perawat itupun mulai menarik perlahan dress milik Clarisa ke atas kemudian memberikan gel dingin ke perut Clarisa setelah selesai dokter meletakkan stik ke perut Clarisa.


"Silahkan lihat di layar monitor," ucap dokter tersebut.


Clarisa dan Adelio serempak menatap ke arah lancar monitor dan terlihat ada dua bulatan kecil berwarna hitam.


"Kenapa anak kami bentuknya bulat? Kenapa bentuknya tidak seperti kami?" tanya Adelio dengan nada kesal.


"Maaf tuan, kalau ...." ucapan dokter tersebut terpotong oleh Adelio.


"Kalau mesin USG nya rusak? Ganti yang baru!!" perintah Adelio.


"Maaf Tuan, bukan itu maksud saya ..." ucapan dokter kandungan terpotong oleh Adelio.


"Maksudnya apa??" tanya Adelio sambil menatap tajam ke arah dokter kandungan.


"Saya ..." ucapan dokter kandungan terpotong kembali oleh Adelio.

__ADS_1


" Saya a..." ucapan Adelio terpotong oleh Clarisa sambil menggenggam tangan Adelio.


"Sayang, dengarkan perkataan dokter," pinta Clarisa dengan nada lembut.


__ADS_2