
"Aku ingin Kak Brian jangan membuat Kak Calista bersedih lagi. Sudah Kak Calista terluka akibat Ayahnya yang tidak perduli dan keluarganya yang selalu mengusik kehidupan Kak Calista." Ucap Brigitha.
"Apakah Kak Brian sangat tulus mencintai Kak Calista?" Tanya Briana bersamaan tapi ucapannya berbeda.
"Kakak janji tidak akan membuat Calista sedih lagi dan mengenai pertanyaan Briana tentu saja Kakak sangat tulus mencintai Calista." Ucap Brian dengan nada tegas.
"Syukurlah karena Aku merasa Kak Calista berbeda dengan gadis di luaran sana." Ucap Brigitha.
"Betul sekali." Sambung Briana.
"Karena itulah Kakak sangat mencintai Calista terlebih Calista rela makan yang tidak enak demi Kakak." ucap Brian sambil mengingat apa yang telah terjadi beberapa hari yang lalu.
"Makan yang tidak enak, maksud Kakak?" Tanya Brigitha penasaran.
"Ceritakan yang lebih detail Kak." Pinta Briana yang juga penasaran tentang perjalanan cinta Brian dengan Calista.
__ADS_1
"Waktu Kakak sakit demam dan menyamar menjadi pria miskin, Kakak bilang ke Calista kalau Kakak tidak punya uang. Lalu Calista mengajak Kakak ke warung makan karena saat itu waktunya makan siang jadi mengajak Kakak makan bersama. Setelah makan siang baru Kami mencari kontrakan karena kata Calista Kakak masih sakit dan perlu istirahat di kontrakan baru." Jawab Brian.
"Calista memesan pesan ayam satu porsi dan tempe tahu plus sambal satu porsi juga dan minumannya dua teh hangat. Kakak pikir ayam satu porsi untuk Calista tapi ternyata perkiraan Kakak salah justru Calista makan tempe tahu plus sambal satu porsi." Sambung Brian.
"Aku semakin menyetujui hubungan Kakak dengan Kak Calista karena tidak semua gadis mau melakukan hal itu." Ucap Brigitha.
"Betul sekali, Aku juga sangat setuju jika Kakak menikah dengan Calista.
"Ada satu lagi yang membuat Kakak salut sama Calista.
"Waktu Kakak dan Calista mencari kontrakan baru, Calista mengatakan masih ada sisa tabungan dan cukup untuk membayar dua kontrakan. Kak Brian pakai uangku dulu untuk membayar kontrakan membuat Kakak terkejut betapa baiknya Calista." Ucap Brian memuji kebaikan Calista.
"Lalu Kak?" Tanya Brigitha dan Briana bersamaan.
"Calista mengatakan sesama manusia harus saling tolong menolong dan mengenai Calista di usir dari kontrakan, Calista minta jangan pernah Kakak menyalahkan diri sendiri karena itu bukan kesalahan Kak Brian." Jawab Brian mengulangi perkataan Calista.
__ADS_1
"Terus Kakak bertanya kalau misalnya Kakak pinjam uang Calista untuk membayar kontrakan tapi ternyata Kakak belum bisa mengembalikan tepat waktu, bagaimana? Lalu Calista menjawab : Kebetulan itu uang simpanan jadi jika seandainya belum bisa dikembalikan tepat waktu tidak apa-apa dan Kak Brian jangan dijadikan beban karena belum bisa bayar." Sambung Brian.
"Terus?" Tanya Brigitha penasaran begitu pula dengan Briana.
"Kakak bertanya : Kalau seandainya Kakak kabur membawa uangmu, bagaimana? terus Calista menjawab : Berarti bukan rejeki ku.'' Jawab Brian sambil memeluk tubuh mungil Calista.
"Kak Calista benar-benar..." Ucapan Brigitha tiba-tiba terpotong oleh Calista.
"Benar-benar kenapa?" Tanya Calista sambil membuka matanya dan menggeliatkan tubuhnya.
Calista yang melihat Brigitha dan Briana membuat Calista turun dari pangkuan Brian kemudian duduk di sisi Brian.
"Kak Calista benar-benar sangat baik dan Aku harap Kak Calista dan Kak Brian secepatnya menikah." Jawab Brigitha dan Briana bersamaan.
"Amin." Jawab mereka bersamaan.
__ADS_1
"Apakah Kalian tidak menyesal kalau Kakak menikah dengan Kakak Kalian?" tanya Calista.