Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Clarisa dan Adelio


__ADS_3

''Baik tuan," jawab pria tersebut.


Pria itupun membawa tubuh Clarisa keluar dari rumah sakit bersama pria tersebut dan tanpa sepengetahuan mereka ada sepasang mata menatapnya sambil tersenyum menyeringai.


'Bagus, aku tidak perlu menyingkirkan sahabatku karena sahabatku di culik oleh ke dua pria tersebut.' ucap Ririn dalam hati.


Adelio yang mempermalukan Ririn membuat Ririn sangat kesal dan diam - diam mengikuti mereka hingga Ririn melihat sahabatnya berjalan ke arah toilet dan pundaknya di pukul oleh seorang pria.


Ririn sama sekali tidak membantunya ketika sahabatnya di culik karena dirinya ingin menggantikan sahabatnya. Tanpa punya rasa empati sedikitpun Ririn berjalan ke arah di mana Adelio sedang duduk menunggu Clarisa.


"Kok tumben lama?" tanya Adelio tanpa curiga sambil turun dari kursi kemudian berdiri dan berjalan ke arah istrinya.


"Maaf, banyak yang antri," jawab Ririn.


"Kok suaramu berbeda dan kenapa pakaianmu tiba - tiba ganti?" tanya Adelio sambil menatap Ririn dengan nada curiga.


'Dasar bodoh aku lupa ganti pakaian seharusnya tadi aku beli pakaian yang sama seperti Clarisa.' ucap Ririn dalam hati.


"Aku lagi radang tenggorokan dan aku ganti pakaian karena tadi aku sempat terjatuh dan pakaianku kotor makanya aku langsung ganti pakaian," jawab Ririn berbohong.


Tanpa banyak bicara Adelio menghubungi Mommy Calista dan sambungan pertama langsung di angkat oleh Mommy Calista.


("Ada apa Adelio?" tanya Mommy Calista tanpa basa basi).


("Kok tumben mom, tidak pakai kata sayang?" goda Adelio).


("Daddy cemburu jadi mulai sekarang panggil nama mu saja," jawab Mommy Calista).


("Sudah tua, Daddy cemburuan," ucap Adelio).


("Itulah Daddy, ada apa Adelio?" tanya Mommy Calista yang sudah tahu pasti ada sesuatu masalah).


("Mommy, tolong retas cctv di toilet rumah sakit milik kita," pinta Adelio sambil melirik ke arah Ririn).


("Memang ada apa?" tanya Mommy Calista).


("Nanti Adelio ceritakan," jawab Adelio sambil melihat wajah gelisah Ririn).


("Ok, Mommy akan meretas cctv toilet rumah sakit," ucap Mommy Calista).


("Baik mom, Adelio tunggu," jawab Adelio).


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Adelio menyimpan ponselnya di saku jasnya sambil menatap tajam ke arah Ririn membuat Ririn menundukkan kepalanya.


"Ada apa?" tanya Ririn.


"Aku tahu kamu itu sahabat istriku, benar begitu Ririn?" tanya Adelio.


"Aku ini istrimu kenapa kamu tidak mengenaliku?" tanya Ririn dengan mata berkaca-kaca.


"Walau wajah dan suara kalian sama tapi aku bisa membedakannya. Jadi jangan pernah menipuku dan sekarang jawab jujur di mana istriku?" tanya Adelio sambil menatap wajah Ririn dengan tatapan tajam.


'Aku tahu karena Kamu tidak memakai cincin pernikahan, kalung mu berbeda dengan kalung yang Aku berikan begitu pula dengan gelang selain itu Ririn dan Clarisa mempunyai ciri khas yang berbeda yang membuatku mudah untuk mengetahui siapa Ririn dan Clarisa," ucap Adelio dalam hati).

__ADS_1


'Mana mungkin Adelio bisa mengetahui perbedaan kami sudah jelas - jelas wajah kami sama begitu pula dengan suara kami.' ucap Ririn dalam hati.


"Suaraku memang seperti ini, kalau honey tidak mempercayaiku lebih baik aku pergi," ucap Ririn sambil membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Adelio.


Grep


"Kamu jangan pura - pura marah karena aku tahu kamu itu Ririn," ucap Adelio sambil menahan tangan Ririn.


Adelio menjentikkan jarinya dengan menggunakan tangan kanan karena tangan kirinya memegang pergelangan tangan Ririn. Tanpa menunggu lama dua bodyguard datang sambil memberikan hormat ke arah Adelio.


"Bawa wanita ini ke markas dan siksa dia sampai mengatakan di mana istriku!' perintah Adelio.


"Baik tuan," jawab bodyguard tersebut dengan patuh.


"Lepas," ucap Ririn sambil berusaha melepaskan tangannya ketika ke dua tangannya di tahan oleh dua bodyguard.


Adelio memberikan kode ke arah ke dua bodyguard agar pergi dari rumah sakit tersebut dan tidak berapa lama ponselnya berdering membuat Adelio mengambil ponselnya dari saku jasnya.


"Mommy," ucap Adelio sambil menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya.


("Bagaimana mom?" tanya Adelio dengan nada kuatir).


("Clarisa di culik oleh dua pria," jawab Mommy Calista).


("Apa??" teriak Adelio dengan wajah terkejut sekaligus panik).


("Adelio, ini Daddy kamu pergilah ke hotel xxxx, Daddy dan anak buah Daddy akan membantu menyelematkan Clarisa," ucap Daddy Brian).


("Baik dad," jawab Adelio sambil melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke arah parkiran mobil).


("Daddy, Mommy ikut," pinta Mommy Calista).


("Baiklah, Mommy akan memantau dari mansion," ucap Mommy Calista dengan pasrah karena dirinya ingin sekali ikut tapi suaminya tidak mengijinkannya).


("Mommy maaf, ponselnya Adelio matikan ya," ucap Adelio sambil masuk ke dalam mobil).


("Ok, hati - hati Adelio," ucap Mommy Calista).


("Baik mom," jawab Adelio).


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Adelio kemudian Adelio menghubungi anak buahnya untuk datang ke hotel xxxx di mana Clarisa di culik.


xxxxxxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda Clarisa berbaring di ranjang dan masih tidak sadarkan diri bersama dua pria yang menatapnya dengan penuh kebencian.


"Akhirnya kita berhasil menangkap wanita ular ini kak," ucap adiknya.


"Betul dik, kita berhasil menangkapnya," jawab kakaknya.


"Apa yang kita lakukan dengan wanita murahan ini kak?" tanya adiknya.


"Kakak akan memberikan obat perang sang dosis tinggi," ucap kakaknya sambil mengambil bungkusan obat yang disimpannya di dalam saku celana panjangnya.

__ADS_1


Pria itupun berjalan ke arah Clarisa yang masih setia memejamkan matanya kemudian memasukkan bungkusan ke dalam mulut Clarisa bersamaan Clarisa membuka ke dua matanya.


Pria itupun langsung membekap mulut Clarisa agar menelan obat perang sang dosis tinggi tersebut. Clarisa berusaha memberontak namun pria tersebut menahannya dengan di bantu oleh adiknya.


Clarisa terpaksa menelan obat perang sang sambil masih memberontak dan tidak berapa lama ke dua pria tersebut melepaskannya.


"Kakak sudah menghubungi seorang pria tua untuk melayani wanita mu ra han ini," ucap kakaknya.


"Apakah kakak tidak berminat untuk bermain?" tanya adiknya.


"Tidak, kakak sudah bosan lebih baik kakak bermain dengan gadis yang masih orisinil," jawab kakaknya.


"Sama kak, aku juga bosan dengan wanita mu ra han ini," ucap adiknya.


'Jangan - jangan yang di katakan sama kak Adelio adalah benar. Kalau selama ini Ririn tinggal di luar negri sering tidur dengan dua pria dan dua pria ini adalah mereka.'' ucap Clarisa dalam hati sambil berusaha turun dari dari ranjang.


Dua pria tersebut melihat Clarisa yang dikiranya Ririn langsung menahan tangan Clarisa.


"Mau kemana kamu Ririn? Kamu tidak bisa kabur," ucap pria pertama.


Plak


"Ini hukuman mu karena kamu berani menipuku dan mengambil uang kami," ucap pria ke dua sambil menampar pipi mulus Clarisa.


"Katakan, di mana kamu menyimpan uang kami?" tanya pria pertama.


"Aku tidak tahu apa yang kalian katakan.'' Ucap Clarisa.


"Ririn, aku kasih dua pilihan katakan di mana uang kami maka kamu hanya melayani satu pria tua atau jika kamu tidak mengatakan maka kamu melayani 4 pria yang mempunyai penyakit berbahaya dan berisiko kamu tertular," ancam pria pertama.


"Aku benar-benar tidak tahu, kalian salah menangkap orang," ucap Clarisa berusaha memberontak.


"Sepertinya kamu lebih memilih yang ke dua, baiklah," jawab pria ke dua.


"Aku bilang, kalian salah orang ... Orang yang kalian tangkap seharusnya ..." ucapan Clarisa terpotong ketika pria ke dua memukul tengkuk Clarisa.


Bugh


Bruk


Clarisa kembali tidak sadarkan diri dan ke dua pria tersebut membaringkan Clarisa di ranjang.


"Apa yang kita lakukan selanjutnya kak?" tanya adiknya.


"Kamu hubungi 4 pria untuk melakukan apa yang tadi aku katakan ke Ririn dan kakak akan melepaskan semua pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun," ucap pria pertama.


"Baik kak," jawab adiknya.


Adiknya menghubungi seorang pria yang mempunyai penyakit mematikan yang sudah lama dikenalnya untuk datang dan mengajak ke tiga temannya yang juga mempunyai penyakit mematikan sedangkan kakaknya melepaskan satu persatu pakaian Clarisa hingga polos tanpa sehelai benangpun.


"Si*l kenapa aku jadi ingin melakukannya," ucap pria pertama dengan nada kesal.


Karena tidak bisa menahan tubuh mulus Clarisa membuat pria tersebut melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian menaiki tubuh polos Clarisa.


Pria tersebut mencium bibir Clarisa kemudian me lu mat nya membuat Clarisa tanpa sadar menggerakkan tubuhnya hingga bagian privasinya mengenai tombak sakti milik pria tersebut.

__ADS_1


Pria itupun tersenyum menyeringai kemudian ciuman pindah ke leher Clarisa memberikan tanda kepemilikan sambil memegangi tombak saktinya untuk di tuntun ke goa milik Clarisa.


"Aduh kakak aku jadi ingin melakukannya juga," ucap adiknya sambil melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun.


__ADS_2