Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Mencintai Kakak dengan tulus


__ADS_3

Calista yang merasa malu melepaskan pelukan Brian tapi Brian dengan sengaja memperat pelukannya. Calista akhirnya membiarkan Brian memeluknya sedangkan Mommy Felicia dan Daddy Alvaro hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya dengan ke bucinan Brian.


Berbeda dengan ke dua orang tua Valen dan juga Valen mereka hanya bisa menahan amarahnya dan berpikir untuk merebut Brian dari tangan Calista.


"Kak Brian malu." Ucap Calista dengan wajah memerah.


"Brian mirip seperti Daddy kalau lagi bucin sama Mommy dan kalau menyukai seseorang yang lainnya ngontrak." Ucap Mommy Felicia." celetuk Mommy Felicia.


Grep


"Kok Daddy di bawa Mom?" Tanya Daddy Alvaro sambil memeluk Mommy Felicia.


"Bukannya Daddy sangat bucin sama Mommy?" Tanya Mommy Felicia balik bertanya.


"Hehehehe..." Tawa Daddy Alvaro.


"Kan ada kata pepatah Mom, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Apapun pasti meniru sifat Daddy." Ucap Brian sambil tersenyum.


Mommy Felicia dan Daddy Alvaro hanya tersenyum mendengar ucapan Brian. Brian dan Calista berjalan ke arah taman belakang karena Brian ingin membicarakan sesuatu ke Calista.

__ADS_1


Kini mereka berada di taman belakang, Brian dan Calista duduk di bangku taman sambil menatap bunga-bunga yang bermekaran.


"Calista." Panggil Brian.


"Ya." Jawab Calista singkat sambil memalingkan tubuhnya untuk menatap wajah tampan Brian.


"Ada yang ingin Kakak tanyakan padamu." Ucap Brian dengan wajah serius.


"Apa itu Kak?" Tanya Calista penasaran.


"Kenapa tadi kamu mengatakan ingin pergi dari kehidupan Kakak ketika Kakak lagi bicara dengan Valen?" Tanya Brian.


"Kenapa tidak pantas?" Tanya Brian.


"Aku seorang gadis miskin sedangkan Kak Brian pria terkaya nomer satu dan sudah sepantasnya Kak Brian mendapatkan seorang gadis yang juga kaya dan sederajat." Jawab Calista.


Grep


Brian menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian memeluk Calista dari arah samping.

__ADS_1


"Kakak mencintaimu apa adanya, walau mereka kaya tapi tidak ada yang tulus mencintai Kakak ketika Kakak menyamar menjadi pria miskin. Mereka memanfaatkan Kakak untuk memanas-manasi kekasihnya sedangkan kamu, Kamu sangat tulus mencintai Kakak dan menyayangi Kakak ketika Kakak sedang sakit." Ucap Brian panjang lebar.


"Harta bisa di cari tapi cinta yang tulus paling susah di cari. Selama ini Kakak mencari gadis yang benar-benar tulus dan Kakak menemukan seorang gadis yang sangat baik, perhatian dan rela di bully ketika kamu merawat Kakak yang lagi sakit." Sambung Brian.


"Jadi jangan pernah kamu mengatakan kamu tidak cocok berdampingan dengan Kakak karena cocok atau tidaknya Kakak yang menentukannya." Ucap Brian dengan nada tegas.


"Jangan perdulikan perkataan mereka karena mereka hanya iri dengan apa yang kamu miliki." Ucap Brian.


"Iya Kak." Jawab Calista sambil tersenyum dan dalam hatinya yang terdalam dirinya sangat tersentuh dengan perkataan Brian.


"Keluarga besar Kakak menyetujui hubungan kita itu berarti kamu adalah gadis yang cocok untuk dijadikan istriku karena tidak semua gadis atau wanita bisa masuk dalam keluarga besar Alvaro." Ucap Brian.


"Terima kasih." Ucap Calista sambil memeluk Brian dengan erat.


"Untuk apa berterima kasih?" Tanya Brian.


"Aku berterima kasih karena Kak Brian sangat mencintai Kakak dengan tulus dan mau menerima aku apa adanya." Ucap Calista dengan tulus.


"Kakak juga berterima kasih karena kamu sangat tulus mencintai Kakak apa adanya bukan ada apanya." Ucap Brian sambil mengusap bahu Calista.

__ADS_1


__ADS_2