Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Kamu ingin apa?


__ADS_3

Brian berjalan dengan langkah cepat hingga Brian berhenti tepat di meja makan dan melihat Calista sedang membawa mangkok.


"Eh Kak Brian datang, makan yuk." Ajak Calista sambil meletakkan mangkok yang berisi sayuran ke atas meja.


"Maaf Kak, kalau aku lancang menggunakan bahan masakan di dapur, aku janji nanti bahan-bahan yang tadi aku pakai aku ganti." Ucap Calista.


"Santai saja, apalagi semua yang ada di sini bisa kita gunakan sepuas kita asalkan apartemen ini rapi seperti pertama kali kita datang." Jawab Brian sambil menarik kursi makan kemudian duduk.


Calista hanya menganggukkan kepalanya kemudian Calista membalikkan badannya untuk mengambil masakan yang sudah selesai di buatnya. Satu persatu masakan buatan Calista diletakkan di meja makan kemudian berlanjut meletakkan dua piring dan dua gelas yang berisi air mineral. Apa yang dilakukan oleh Calista diperhatikan oleh Brian hingga akhirnya Calista sudah selesai.


"Duduklah di sebelahku." pinta Brian ketika melihat Calista menarik kursi yang berhadapan dengan Brian dan hanya dibatasi oleh meja makan.


"Ok." Jawab Calista singkat.


Calista mendorong kembali kursi tersebut kemudian berjalan ke arah Brian kemudian menarik kursi di sebelah Brian.


"Kak Brian mau makan apa?" Tanya Calista sambil duduk di kursi makan dan mengambil piring milik Brian.


"Kakak ingin semuanya." Jawab Brian.


"Ok." Jawab Calista singkat sambil menyendok nasi ke piring Brian.


"Sudah cukup." Ucap Brian.


"Ok." Jawab Calista singkat.


Calista mengambil lauk, sayur bersama teman - temannya kemudian meletakkannya di atas meja tepat dihadapan Brian.


"Terima kasih," Ucap Brian sambil tersenyum.


'Berasa seperti punya istri.' Sambung Brian dalam hati.


Calista hanya membalas senyuman Brian kemudian mengambil piringnya untuk di isi nasi bersama teman - temannya. Setelah selesai mereka berdoa bersama setelah itu mereka makan dalam diam. Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


"Masakan buatan mu sangat enak, kalau bisa masakin ya." Pinta Brian penuh harap.


"Boleh saja tapi aku minta satu syarat." Pinta Calista.


"Apa syaratnya?" Tanya Brian sambil menaikkan salah satu alis matanya.


'Tidak mungkin kalau Calista minta uang karena kan aku menyamar jadi pria miskin.' Sambung Brian dalam hati.


"Jika bahan masakan menipis aku minta Kak Brian menemaniku belanja. Masalah uang tenang saja aku masih ada uang tabungan kita bisa memakai uang tabungan itu dulu sampai aku mendapatkan gaji baru aku tidak menggunakan uang tabunganku." Jawab Calista sambil membereskan peralatan makan yang sudah kotor.


Deg


Deg


Jantung 💓 Brian berdetak kencang ketika mendengar ucapan Calista membuat Brian merasa bersalah karena dari tadi dirinya berprasangka buruk.


"Tenang saja, Kakak besok mulai kerja dan kata teman Kakak gajinya di bayar setengah dulu sisanya akhir bulan dan kita bisa pakai uang itu untuk membeli bahan makanan." Ucap Brian berbohong.


"Memangnya teman Kakak pemilik restoran?" Tanya Calista.

__ADS_1


"Bukan tapi teman Kakak adalah orang dalam yang menjadi orang kepercayaan di Restoran Hati Terpesona. Jadi Kakak bisa menerima setengah gaji Kakak dan bisa kita gunakan untuk keperluan sehari - hari kita." Ucap Brian yang tidak ingin Calista mengotak-atik uang tabungannya.


"Tapi Kak ..." Ucapan Calista terpotong oleh Brian.


"Tidak ada tapi-tapian, Kakak tidak mau kamu mengeluarkan uang lagi sudah cukup kamu keluarkan uang di rumah makan. Kakak laki-laki dan tidak pantas seorang laki-laki menumpang sama seorang gadis.'' Ucap Brian dengan nada tegas.


Calista hanya terdiam namun matanya langsung berkaca-kaca membuat Brian terkejut.


Grep


"Apa perkataan ku ada yang salah?" Tanya Brian sambil menggenggam tangan Calista.


"Tidak ada hanya saja perkataan kak Brian membuatku ingat suatu hal yang membuat hatiku sangat sakit." Jawab Calista sambil tersenyum dengan hambar dan membalas genggaman tangan Brian.


"Hah.... (Menghela nafas untuk menghilangkan rasa sesak di hatinya)... Aku mau mencuci piring dulu Kak Brian istirahatlah." Ucap Calista mengalihkan pembicaraan karena dirinya tidak ingin terlarut dalam kesedihan.


"Kamu sudah memasak dan sekarang aku yang mencuci piring." Jawab Brian.


"Memang bisa mencuci piring?" Tanya Calista.


"Bisa dong." Jawab Brian.


Brian membawa piring dan gelas yang kotor kemudian berjalan ke arah wastafel sedangkan Calista membawa mangkok.


"Kamu tonton lah televisi di ruang tamu biar Kakak yang membersihkan dan mencuci peralatan makan yang kotor." Ucap Brian.


"Tapi..." Ucapan Calista terpotong oleh Brian.


"Tidak ada tapi-tapian, pergilah nonton televisi." ucap Brian dengan tegas.


Calista pergi meninggalkan dapur dan berjalan ke arah ruang keluarga sedangkan Brian membalikkan badannya.


"Aish .... Aku sama sekali tidak bisa mencuci paling hanya bisa membereskan karena Mommy hanya menyuruhku membereskan dan tidak pernah menyuruhku mencuci piring." Ucap Brian sambil memijat keningnyayang tidak pusing.


"Semangat Brian, pasti kamu bisa mencuci piring." Sambung Brian memberikan semangat pada dirinya sendiri.


Brian mulai membersihkan piring-piring kotor itu dengan air kran setelah kotoran hilang barulah Brian mulai mencuci piring dengan menggunakan sabun pencuci piring namun tanpa sengaja tangan dan piringnya licin hingga piring tersebut meluncur ke arah lantai.


Hal itu dikarenakan Brian menggunakan sabun cuci piring sangat banyak otomatis tangan dan piringnya menjadi licin.


prang


Satu piring jatuh ke lantai bersamaan pring tersebut hancur berkeping-keping sedangkan Calista yang masih berjalan ke arah ruang keluarga mendengar suara pecahan piring membuat Calista membalikkan badannya dan berjalan dengan langkah cepat.


"Kak Brian, ada apa?" Tanya Calista ketika melihat Brian sedang memunguti pecahan piring.


"Kakak ... Sshhhhhhh..." Ucapan Brian terputus ketika pecahan piring beling mengenai tangan Brian membuat Brian mendesis.


Grep


"Lepas, biar aku saja yang melakukannya." Ucap Calista sambil menahan tangan Brian agar tidak melanjutkan mengambil pecahan kaca.


"Tapi ..." Ucapan Brian terpotong oleh Calista.

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapian, kalau Kak Brian sayang sama aku biar aku yang melakukannya." Ucap Calista yang tidak tega melihat Brian terluka.


Entah kenapa hati Brian menghangat ketika Calista mengatakan hal itu membuat Brian membuang pecahan kaca ke tong sampah yang ada di telapak tangannya.


Calista memegangi ke dua tangan Brian ke arah wastafel kemudian salah satu tangannya memutar kran. Air mengalir membuat Calista kembali memegangi ke dua tangan Brian agar pecahan kaca yang menempel dan luka jatuh ke wastafel lewat aliran air kran.


Setelah selesai Calista menarik perlahan Brian ke arah kursi makan agar Brian duduk. Apa yang dilakukan oleh Calista membuat Brian sangat bahagia karena baru kali ini ada seorang gadis yang sangat perhatian padanya tanpa memperdulikan status Brian yang menyamar sebagai pria miskin.


"Kak Brian, apakah di sini ada kotak obat?" Tanya Calista.


"Ada di laci lemari dekat ruang keluarga." Jawab Brian.


"Ok." Jawab Calista sambil berjalan meninggalkan Brian.


"Jangan kemana-mana." Sambung Calista sebelum dirinya benar - benar menghilang dari pandangan Brian.


'Apakah hatiku sebahagia ini ketika merasa diperhatikan oleh seseorang. Calista aku berjanji untuk melindungi dan membahagiakanmu karena kamu pantas mendapatkannya.' Ucap Brian.


'Mereka yang sudah menyakitimu akan aku buat menderita agar mereka bisa merasakan apa yang telah kamu rasakan selama bertahun-tahun.' Sambung Brian dalam hati.


Tidak berapa lama Calista datang kemudian mulai mengobati luka Brian. Sesekali Brian mendesis menahan rass perih ketika lukanya mengenai obat merah membuat Calista meniup dengan pelan.


Setelah selesai Calista mulai memasang hansaplast di tangan Brian sedangkan Brian hanya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Calista.


'Calista gadis yang baik dan aku tidak ingin merusaknya terlebih Calista gadis yang polos tidak menggoda diriku seperti kebanyakan gadis dan wanita lainnya.' Ucap Brian dalam hati.


"Sudah selesai dan sekarang aku ingin mencuci piring dulu." Ucap Calista sambil turun dari kursi.


"Maaf ya, gara-gara aku kerjaanmu jadi dobel." Ucap Brian merasa bersalah.


"Tidak apa-apa Kak, santai saja kalau kak Brian merasa lelah lebih baik istirahat saja di kamar." Ucap Calista.


"Kakak tidak lelah, Kakak akan menemanimu." Ucap Brian yang masih duduk di kursi makan sambil melihat Calista.


Calista hanya menganggukkan kepalanya kemudian mulai membersihkan pecahan kaca dengan menggunakan pengki lalu membuangnya di tong sampah.


Setelah beres barulah Calista mencuci piring namun sebelumnya Calista menggulung rambutnya yang panjang hingga terlihat jelas leher mulus dan putih membuat Brian memalingkan wajahnya.


'Si*l kenapa pikiranku jadi mesum sih? Biasanya jika ada gadis atau wanita menggoda dengan memamerkan lehernya yang mulus serta dua gunung kembar maka adik kecilku selalu tidur dengan tenang. Tapi kenapa ketika Calista tidak menggodaku malah aku yang tergoda dan adik kecilku seakan meronta-ronta minta dikeluarkan?' Tanya Brian dalam hati.


'Aku ingin sekali memeluknya kemudian menciumi leher Calista lalu ...' Ucap Brian dalam hati dan menggantungkan kalimatnya.


'Stop Brian jangan memikirkan hal yang mesum - mesum." Sambung Brian dalam hati.


Tidak berapa lama Calista sudah selesai mencuci piring, gelas dan semua peralatan makan yang tadi mereka gunakan.


"Kak Brian sudah mengantuk?" Tanya Calista.


"Belum, kenapa?" Tanya Brian sambil menatap wajah cantik Calista.


"Aku ingin ..." Ucap Calista menggantungkan kalimatnya sambil ke dua ibu jarinya disatukan kemudian dipisahkan lalu disatukan kembali dan dipisahkan lagi begitu seterusnya. 👉👈.


Calista ingin mengatakan sesuatu ke Brian tapi Calista merasa ragu sedangkan Brian yang mempunyai pikiran mesum mengira kalau Calista ingin berciuman tapi ragu mengatakannya.

__ADS_1


"Kamu ingin apa?" Tanya Brian sambil tersenyum karena melihat Calista sangat menggemaskan jika meminta sesuatu.


'Ingin berciuman? Kakak tidak akan menolaknya malah dengan senang hati Kakak akan melakukannya.' Sambung Brian dalam hati.


__ADS_2