Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Seandainya


__ADS_3

"Lagi ngobrol sama Mommy dan Daddy di ruang tamu." Jawab Brigitha.


Daddy Alvaro, Mommy Felicia bersama ke empat anak kembar nya datang ke apartemen milik Brian karena Daddy Alvaro dan Mommy Felicia ingin bertemu dengan Calista sekaligus ingin tahu sifatnya.


"Kalian datang bertiga?" Tanya Brian dengan wajah terkejut.


"Tidak kami datang bersama Kak Bruno, Kak Benediktus dan Briana." Jawab Brigitha.


"Menurutmu bagaimana calon kekasih Kakak?" Tanya Brian.


"Sepertinya baik dan enak di ajak ngobrol." Jawab Brigitha.


"Pasti baik karena Calista yang benar-benar tulus mencintai Kakak." Ucap Brian.


"Dasar bucin." Ledek Brigitha.


"Siapa yang bucin?" Tanya Calista sambil berjalan ke arah ruang makan.


Ketika Brian ingin menjawab bersamaan kedatangan Brigitha membuat Brian tidak jadi bicara.


"Itu Kak, Kak Brian bucin sama Kakak." Jawab Brigitha sambil berlari ke arah Brigitha kemudian berdiri di belakang


"Brigitha." Panggil Brian dengan nada kesal.


"Kak Calista, Kak Brian orangnya galak dan suka memukul ke tiga adiknya jadi lebih baik Kak Calista menikah saja sama Kak Benekditus." Ucap Brigitha usil.


Grep


"Kamu jangan dengerin ucapan Adik jelek ku ini karena apa yang diucapkan selalu bohong." Ucap Brian sambil menarik tangan Brigitha kemudian menatap tajam ke arah adik kembarnya.


"Aku cantik begini kok di bilang jelek? Kak Calista jangan mau sama Kak Brian." Ucap Brigitha yang sangat suka mengusik Kakak kembarnya.


"Brigitha." Panggil Brian dengan nada kesal.


Grep


"Kak Brian dan Brigitha, Kita ke ruang keluarga yuk karena Mommy, Daddy dan yang lainnya menunggu Kita." Ucap Calista mengalihkan pembicaraan.


"Ok." Jawab Brian dan Brigitha bersamaan sambil berjalan ke arah ruang keluarga.


"Kamu darimana?" Tanya Brian sambil berjalan ke arah Calista.


"Mengobrol sama Mommy dan Daddy." Jawab Mommy Felicia yang menjawab pertanyaan Brian sambil berjalan ke arah mereka.


"Mommy dan Daddy datang bersama Kak Bruno, Benediktus, Brigitha dan Briana?" Tanya Brian dengan wajah terkejut karena dirinya tidak percaya kalau keluarganya datang secara mendadak.


"Mommy, Daddy dan tidak sabar melihat calon menantu Mommy." Jawab Mommy Felicia.


"Mommy apa Daddy?" Tanya Daddy Alvaro sambil berjalan ke arah istrinya dan diikuti oleh Bruno, Benediktus dan Briana


"Hehehehe." tawa Mommy Felicia.


"Kak Calista, Aku lapar ada makanan tidak?" tanya Briana.


"Ish... Ish .... Ish ... Datang-datang minta makan." Ucap Brian .


"Biarin." Ucap Briana.


Grep


"Kakak hanya membuat sarapan roti sandwich, suka tidak?" tanya Calista tidak enak hati karena dirinya tidak tahu kalau keluarga calon suaminya datang secara mendadak.


"Tidak apa-apa santai saja." Jawab Mommy Felicia.


"Tidak apa-apa Kak santai saja, kebetulan Aku lapar... Hehehehe.." Ucap Brigitha sambil tertawa.

__ADS_1


"Kebetulan sekali aku lapar." ucap Brigitha sambil menarik kursi kemudian duduk di kursi makan diikuti dengan yang lainnya.


"Dasar kalian berdua tukang makan." Cibir Brian.


"Biarin." Ucap Brigitha dan Briana bersamaan sekaligus cuek dengan ucapan Kakak kembarnya.


"Kak Calista, aku punya dosen yang sangat tampan mau tidak aku kenali?" tanya Briana usil.


"Aduh sakit." Ucap Briana sambil memegangi telinganya yang ditarik oleh Brian di mana Brian duduk di sebelahnya.


Brian yang mendengar ucapan adik kembarnya langsung menjewer telinganya membuat Briana kesakitan.


"Kak Calista, Kak Brian nakal." Adu Briana sambil mengusap telinganya.


Saat ini Brian duduk di tengah-tengah antara Calista dan Briana.


"Kak Brian." Panggil Calista.


"Ada apa Sayang?" Tanya Brian sambil tersenyum manis di depan Calista dan tangan kanannya mengusap rambut Calista dengan lembut.


Grep


'Kak Brian malu ada Mommy dan Daddy,' Bisik Calista.


"Kamu manggil orang tuaku Mommy dan Daddy?" Tanya Brian dengan wajah terkejut sambil menghentikan mengusap rambut Calista.


"Mommy yang minta, apakah tidak boleh? Tanya Mommy Felicia yang menjawab pertanyaan Brian.


"Tentu saja boleh, jadi Brian secepatnya akan menikahi Calista." Jawab Brian sambil tersenyum bahagia.


"Baguslah, bagaimana Minggu depan kalian menikah?" Tanya Mommy Felicia.


"Apakah tidak terlalu cepat Mom?" Tanya Calista.


Daddy Alvaro tahu sifat putranya sama seperti dirinya jika sudah mencintai satu orang maka selamanya mencintai satu orang selain itu dari sikap Brian sama seperti dirinya yaitu dalam hal mesumnya lumayan tinggi. Oleh sebab itu sebelum itu terjadi maka secepatnya mereka menikah.


"Betul kata Daddy, lebih cepat lebih baik." Ucap Brian.


"Besok pun Brian bersedia untuk menikah." Sambung Brian penuh semangat.


"Lebih baik Minggu depan dan selama satu minggu Calista tinggal bersama kami atau tinggal di apartemen bersama Briana dan Brigitha." Ucap Mommy Felicia.


"Tidak bisa." Ucap Brian tidak terima jika Calista tinggal bersama ke dua orang tuanya atau dengan ke dua adik kembarnya.


"Lebih baik tinggal bersamaku saja Mom, supaya Briana dan Calista ada teman untuk mengobrol." Sambung Briana tanpa memperdulikan kalau Kakak kembarnya keberatan.


"Aku setuju." Sambung Brigitha.


"Baiklah, kalau begitu mulai hari ini Calista tinggal bersama Brigitha dan Briana." Ucap Mommy Felicia.


"Tapi Mom, Brian keberatan." Ucap Brian yang tidak terima jika dirinya jauh dari Calista.


"Kalau kamu keberatan maka Mommy akan menjodohkan Calista dengan sahabat Mommy atau sahabat Daddy." Ucap Mommy Felicia dengan nada setengah mengancam.


"Aish Mommy tega banget memisahkan Brian dengan Calista." Ucap Brian dengan wajah cemberut.


"Biarin, agar kamu tidak macam - macam dengan Calista." Jawab Mommy Felicia yang tahu sifat putranya sama seperti suaminya Daddy Alvaro.


"Calista tinggal bersama Brigitha dan Briana. Tidak ada bantahan atau menolak jika memaksa maka Daddy akan menjodohkan Calista dengan Bruno atau Benekditus." Ucap Daddy Alvaro dengan nada tegas.


Bruno dan Benekditus ingin protes tapi mendapatkan kode untuk tidak mengeluarkan suara membuat ke dua pemuda tampan tersebut hanya diam tanpa berani protes.


"Tapi Dad ..." Ucapan Brian terpotong oleh Daddy Alvaro.


"Kamu tinggal pilih mana menunggu seminggu atau kami menjodohkan Calista dengan sahabat Daddy atau sahabat Mommy atau salah satu saudara kembarmu." Ucap Daddy Alvaro memberikan pilihan.

__ADS_1


Brian hanya terdiam hanya saja wajahnya terlihat sangat jelas kalau dirinya sangat dan sangat keberatan karena dirinya tidak bisa jauh dari Calista.


"Sekarang kita sarapan setelah itu kalian berangkat kerja di restoran." Ucap Daddy Alvaro mengalihkan pembicaraan.


'Karena ada kejutan untuk Calista.' Sambung Daddy Alvaro dalam hati.


"Betul kata Daddy, mari kita makan." Ucap Briana.


Grep


Brian yang ingin protes langsung diam ketika Calista menggenggam tangan Brian tanda supaya Brian diam dan tidak protes. Brian langsung menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian merekapun sarapan bersama.


Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


"Aduh enak banget roti sandwich buatan Kak Calista, tidak sabar tinggal bersama Kak Calista." Ucap Brigitha dan Briana bersamaan sambil tersenyum bahagia.


"Kamu enak tapi Kakak tidak enak." Cibir Brian.


"Maksud Kakak?" Tanya Brigitha dan Briana bersamaan dengan waja polos namun dalam hatinya menahan tawa.


"Kamu enak setiap hari bisa merasakan masakan Calista tapi Kakak ...." Ucap Brian menggantungkan kalimatnya.


"Hehehehe..." tawa Brigitha dan Briana bersamaan.


"Bagaimana kalau kalian berdua tinggal bersama Kakak?" Tanya Brian penuh harap tanpa memperdulikan tawa ke dua adik kembarnya.


"Tidak mau." Jawab Brigitha dan Briana bersamaan.


Brigitha dan Briana menolak permintaan Kakak kembarnya membuat Brian mendengus.


"Awas ya." Ucap Brian dengan wajah kesal.


"Kak Calista." Panggil Brigitha dan Briana bersamaan tanpa memperdulikan ucapan Kakak kembarnya.


"Ya." Jawab Calista singkat.


"Kita berangkat sekarang yuk." Ajak Brigitha dan Briana bersamaan sambil berdiri.


"Sebentar ya, Kakak ingin mencuci piring dulu." Ucap Calista sambil membawa piring-piring yang kotor ke wastafel untuk di cuci.


"Calista akan berangkat ke restoran sama Kakak jadi kalian berdua pergi sendiri." Ucap Brian sambil menatap tajam ke arah ke dua adik kembarnya.


"Bisakah kalian sehari saja tidak ribut?" Tanya Mommy Felicia sambil memijat keningnya yang tidak pusing.


"Kak Brian tuh yang bikin ribut." Ucap Brigitha dan Briana bersamaan.


"Brigitha dan Briana, Mom yang mulai duluan." ucap Brian bersamaan namun ucapannya beda.


"Mommy, bagaimana kalau kita bawa Calista ke mansion kita dan menjodohkan Calista dengan salah satu sahabat kita?" Tanya Daddy Alvaro yang juga ikut pusing mendengar ke tiga anak kembarnya selalu ribut tapi di saat salah satu tidak ada maka langsung mencarinya.


"Aish Daddy dan Mommy tega banget." Ucap Brian dengan wajah cemberut.


"Kita bicara di ruang keluarga sambil menunggu Calista selesai mencuci piring." Ucap Daddy Alvaro sambil memberikan kode ke arah Bruno, Brian, Benediktus, Brigitha dan Briana.


Ke lima anak kembarnya yang mengerti langsung turun dari kursi makan kemudian mereka bertiga berjalan ke arah ruang keluarga sedangkan Mommy Felicia turun dari kursi makan lalu berjalan ke arah Calista.


"Calista." Panggil Mommy Felicia setelah melihat Calista sudah selesai mencuci piring.


"Iya Mom." Jawab Calista sambil membalikkan badannya kemudian tersenyum.


"Apakah kamu menyukai putra kami? Mommy hanya ingin tahu apa yang membuatmu menyukai putra kami?" Tanya Mommy Felicia penasaran.


"Jujur aku sangat menyukai Kak Brian karena Kak Brian membuatku nyaman dan merasa terlindungi." Jawab Calista.


"Jika seandainya kamu di suruh memilih salah satu tetap bersama Brian dengan hidup yang sangat sederhana atau tinggalkan Brian dan kamu mendapatkan uang yang sangat berlimpah karena Mommy mempunyai kenalan dengan pria yang sangat kaya raya. Mana yang akan Kamu pilih?" Tanya Mommy Felicia.

__ADS_1


__ADS_2