Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Teriakan Ririn


__ADS_3

"Benar bukan?" Tanya Daddy Alvaro.


Glek


Glek


Glek


Valen dan orang tua Valen menelan saliva nya dengan kasar karena mereka tidak percaya kalau orang suruhannya bisa ketahuan dengan mudah.


"Untuk apa kamu memata-matai putra kami?" Tanya Mommy Felicia dengan nada kesal.


"Untuk mengetahui siapa kekasihnya Brian dan setelah tahu maka Valen akan menghancurkan hubungan anak Kita." Ucap Daddy Alvaro.


"Daddy dari mana tahu?" Tanya Mommy Felicia dengan wajah terkejut.


"Tentu saja tahu." Jawab Daddy Alvaro.


"Sejak tadi Paman menahan diri untuk bersabar tapi ternyata kamu tidak bisa berubah. Kalau Paman tidak mengingat dengan ke dua sahabat Paman sudah dari tadi Paman menghukum mu." Sambung Daddy Alvaro.


Bruk


Bruk


"Maafkan putri Kami, Kami akan mendidik putri Kami untuk tidak melakukan hal itu." Mohon ke dua orang tua Valen sambil berlutut di hadapan Daddy Alvaro dan Mommy Felicia.


"Kami maafkan dan Kami akan memberikan kesempatan ke dua atau kesempatan terakhir. Jika mencoba mengulangi kesalahan yang sama maka Kami tidak segan menghukumnya." Ucap Mommy Felicia dengan wajah kecewa karena ternyata Valen sangat jahat.


"Sekarang Kalian pergilah dan ingat apa yang dikatakan oleh Istriku. Sedikit saja kamu melukai anak-anak Kami atau calon istri Brian maka Aku tidak segan-segan menghukum mu dengan cara yang tidak pernah kamu bayangkan." Ucap Daddy Alvaro dengan nada sarkas.

__ADS_1


Valen hanya terdiam ketika Mommy Felicia dan Daddy Alvaro berbicara hingga akhirnya Valen, adiknya Valen dan ke dua orang tuanya pergi meninggalkan tempat tersebut sambil menahan amarahnya.


"Semoga saja dia bisa berubah." Ucap Mommy Felicia.


"Semoga saja Mom." Ucap Daddy Alvaro.


"Kita istirahat dulu badan Mommy masih pegal karena ulah Daddy semalam." Ucap Mommy Felicia.


"Tapi Mommy sukakan." Goda Daddy Alvaro.


"Hehehehe...." Tawa Mommy Felicia.


Daddy Alvaro ikut tersenyum kemudian Daddy Alvaro dan Mommy Felicia berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar mereka untuk istirahat.


Tiga Hari Kemudian


Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa pula hari ini pernikahan Calista dengan Brian di mana pernikahan mereka di gelar sangat mewah.


Penyesalan yang teramat sangat setelah mengetahui siapa sebenarnya Brian namun ibarat nasi sudah menjadi bubur. Sia - sia saja menyesali perbuatannya karena kini Brian sudah menikah dengan Calista, gadis yang sangat dicintai oleh Brian.


Orang - orang yang dulu merendahkan Calista di tambah keluarga Calista dan mantan calon suaminya membuat mereka bertambah iri hati dengan keberuntungan Calista karena mendapatkan suami kaya raya.


Di tempat yang berbeda lebih tepatnya di mansion milik Brian di mana Ayah kandung Calista, Ibu tiri dan Adik tiri serta mantan calon suami Calista di sekap oleh Brian.


"Tuan selama seminggu ini, Kita semua makan enak dan gaji Kita naik dua kali lipat plus kita dapat bonus sepuluh kali lipat." Ucap seorang bodyguard yang berjaga di mansion.


"Betul sekali, semoga saja Tuan Muda Brian dan Nyonya Muda Brian selalu bahagia dan mendapatkan momongan." Ucap orang kepercayaan Brian.


"Syukurlah Tuan Muda Brian tidak menikah dengan wanita yang tidak punya malu itu." Celetuk Valen yang kini badannya kurus dan berbau begitu pula dengan mereka.

__ADS_1


Hal itu dikarenakan Brian memberikan hukuman dengan cara membersihkan kamar mandi yang selalu bau setiap hari, belum lagi kamar mereka juga bau busuk. Orang tua Valen yang sudah tua sakit - sakitan karena tidak kuat menjalani itu semua.


Selain itu mereka juga makan makanan yang ada kecoa dan belatung hal itu dikarenakan mereka dulu sering memfitnah Calista padahal ulah mereka dengan memberikan dua binatang yang sangat menjijikkan itu ke makanan yang di masak oleh Calista waktu Calista bekerja di restoran. Hal itu dilakukan agar memberikan pelajaran ke mereka untuk menghargai makanan.


Bukan itu saja Brian juga tega memberikan makan makanan bekas para anak buahnya. Brian melakukan hal itu dikarenakan dulu Calista sering makan makanan bekas mereka.


"Aku ingin menonton televisi karena katanya acara pernikahan Tuan Muda Brian dengan Nyonya Muda Brian acaranya diliput di televisi." Ucap orang kepercayaannya sambil menyalakan televisi di lantai satu tanpa memperdulikan ucapan Valen.


Di mana orang kepercayaan Brian bersama empat bodyguard duduk di sofa sedangkan orang tua Valen, Valen dan suaminya yang bernama Vincent duduk di lantai namun agak jauh karena mereka tidak kuat baunya setelah mereka selesai membersihkan kamar mandi.


Sebenarnya para bodyguard tidak ingin dekat dengan mereka karena aroma bau busuk dari tubuh orang tua Valen, Valen dan suaminya yang bernama Vincent namun karena perintah Brian membuat para bodyguard terpaksa melakukannya sambil menggunakan masker untuk mengurangi aroma bau busuk.


"Oh ya aku sampai lupa kalau mulai besok kalian tidak perlu membersihkan kamar mandi karena kamar mandinya tidak lagi kami kotori." Ucap orang kepercayaannya.


Orang tua Valen, Valen dan Vincent tersenyum bahagia karena besok mereka tidak lagi membersihkan kamar mandi yang sangat bau. Namun tiba-tiba wajah yang awalnya ceria berubah menjadi amarah, kebencian dan iri hati terhadap Calista.


Di televisi terlihat jelas Calista tersenyum bahagia sambil memeluk lengan suaminya yang bernama Brian terlebih ke dua orang tuanya Brian berbicara dengan Brian dan Calista dan terlihat sangat jelas orang tua Brian merestui Calista menjadi menantunya.


"Akhhhhhhhh... Si*l kenapa wanita yang tidak punya malu itu selalu beruntung?" Tanya Valen dengan nada frustrasi.


"Maling kok teriak maling." Celetuk orang kepercayaan Brian.


"Jaga ... Uhuk ... Uhuk .... mulutmu... Uhuk ....Uhuk .... Jangan menghina putriku! Teriak Ririn sambil terbatuk-batuk.


Duag


"Akhhhhhhhh..." Teriak Ririn.


Prang

__ADS_1


Bruk


Orang kepercayaan Brian langsung berdiri kemudian menendang wajah Ririn tanpa punya rasa empati sedikitpun hingga Ririn berteriak kesakitan. Tendangan yang keras membuat tubuh Ririn jatuh dan mengenai guci hingga tubuh Ririn mengeluarkan darah segar ketika pecahan guci tersebut mengenai tubuhnya.


__ADS_2