Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Ririn dan Clarisa


__ADS_3

"Silahkan masuk nona," sapa dua orang bodyguard sambil membuka dua pintu utama.


Ririn hanya diam tidak menjawab sapaan dua bodyguard milik orang tuanya malah berjalan dengan angkuh sedangkan dua bodyguard tersebut sudah terbiasa dengan sikap sombong danย  sifat angkuh Ririn yang tidak mau berdekatan dengan orang yang lebih rendah darinya.


Berbeda terbalik dengan sahabatnya yang bernama Clarisa yang sangat sopan, suka tersenyum dan membalas sapaan mereka.


"Clarisa" teriak Ririn ketika berjalan menuju ke arah ruang keluarga.


"Sebentar," jawab Clarisa yang sudah selesai memasak.


Clarisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan menghadapi sikap sahabatnya kemudian meminta tolong pelayan untuk menata masakannya di meja makan sambil melepaskan celemek nya dan diberikan ke pelayan untuk di cuci.


Clarisa berjalan ke arah ruang keluarga hingga dirinya melihat sahabatnya sedang memijat keningnya sambil duduk di sofa.


Clarisa duduk di samping sahabatnya kemudian menatapnya sambil tersenyum karena Clarisa tahu kalau sahabatnya ada masalah dan membutuhkan dirinya untuk membantunya.


"Ada apa Ririn?" tanya Clarisa.


"Minggu depan aku mau pergi keluar negri karena ada syuting selama satu bulan jadi Kamu tinggal sendirian di mansion," ucap Ririn menjelaskan.


"Ke dua orang tuamu juga pergi ke luar negri dan sekarang kamu juga pergi keluar negri masa kamu tega ninggalin Aku sendirian?" tanya Clarisa dengan wajah kecewa.


"Kalau begitu lebih baik Aku pulang saja." Sambung Clarisa.


"Maaf karena syuting ini sangat penting bagiku untuk membuatku semakin terkenal di seluruh dunia terlebih banyak artis yang ingin menginginkan peran ini tapi hanya aku yang berhasil masuk menjadi pemeran utama wanita," jawab Ririn dengan perasaan bangga.


"Baiklah tapi yang terpenting kamu bisa jaga diri dan jangan mengikuti pergaulan bebas karena setahuku kebanyakan para artis melakukan pergaulan bebas. Ingat pesan ke dua orang tuamu untuk selalu menjaga kehormatan karena kehormatan itu yang kita berikan untuk suami kita nantinya terlebih orang tuamu sudah mempercayai mu jadi jangan merusak kepercayaan orang tuamu," ucap Clarisa panjang lebar.


'Huh ... cerewet mirip mommy, awas saja kamu akan aku berikan pelajaran yang tidak akan Kamu lupakan seumur hidupmu. Aku ingin tahu setelah kejadian itu apa Kamu masih bisa memberikan aku nasehat.' Ucap Ririn dalam hati sambil menahan kesal terhadap sahabatnya.


"Iya, aku mengerti," jawab Ririn sambil tersenyum palsu.


"Baguslah kalau kamu mengerti," ucap Clarisa.


"Oh ya, hari sabtu bagaimana kalau kita makan di restoran xxxx sebagai ucapan syukuran karena aku syuting di luar negri?" Tanya Ririn penuh harap.


"Lebih baik uangnya di simpan saja, kan makan di retoran xxxx terkenal dengan harga paling mahal," jawab Clarisa.


"Aku tidak keluar duit kok, kebetulan salah satu produserku memberikan fasilitas untuk menginap dan makan di hotel xxxx," ucap Ririn berbohong.


''Ayolah Kamu kan sahabatku yang paling baik," mohon Ririn dengan menampilkan puppy eyes nya yang menjadi andalannya.


"Tapi restoran dan menginap di hotel xxxx kan memakai pakaian bagus dan mahal sedangkan Aku jarang membeli pakaian," ucap Clarisa beralasan.


"Tenang saja, pakaian ku banyak, nanti Aku pinjamkan," ucap Ririn sambil menggenggam ke dua tangan Clarisa.


"Baiklah," jawab Clarisa pasrah yang tidak tega menolak permintaan sahabatnya.


Grep


"Terima kasih," jawab Ririn sambil memeluk sahabatnya sambil tersenyum menyeringai.


"Sama-sama," jawab Clarisa sambil membalas pelukan sahabatnya.


'Yes berhasil akhirnya sahabatku yang bo doh mau menuruti permintaan ku.'ucap Ririn dalam hati.


'Sekarang tinggal memikirkan bagaimana cara menjebak Adelio agar Adelio tidak curiga kalau Clarisa bukan Aku.' ucap Ririn dalam hati sambil berpikir.


Tidak berapa lama mereka melepaskan pelukannya kemudian Ririn berdiri begitu pula dengan Clarisa.

__ADS_1


"Sekarang Kamu istirahat nanti jam 7 malam kita pergi ke restoran xxxx untuk merayakan Aku pergi ke luar negri," ucap Ririn.


"Lho katanya pergi hari sabtu?" tanya Clarisa dengan wajah bingung.


"Hari Sabtu aku ingin istirahat di rumah karena besok Minggu aku sudah pergi ke luar negri. Jadi lebih baik malam ini saja kita pergi untuk merayakan kepergiaan ku untuk menggapai cita-cita ku menjadi seorang artis." ucap Ririn beralasan.


"Ok," jawab Clarisa singkat.


'Untung sahabatku tidak curiga dan percaya dengan apa yang aku katakan karena kalau hari Sabtu takutnya Clarisa berubah pikiran jadi lebih cepat lebih baik dan sekarang tugasku menghubungi Adelio untuk merubah jadwal.' ucap Ririn dalam hati.


Kedua gadis itupun berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar masing-masing untuk istirahat.


Di kamar Ririn menghubungi kekasihnya dan panggilan pertama langsung di angkat.


("Hallo sayang, kangen ya?" goda Adelio).


("Iya aku sangat kangen," jawab Ririn sambil memutar bola matanya dengan malas).


("Sama aku juga kangen," jawab Adelio).


(Honey, bagaimana kalau malam ini kita melakukan hubungan suami istri?" tanya Ririn penuh harap).


("Sebenarnya aku juga ingin melakukan hubungan suami istri malam ini dan karena kamu mengusulkan sekarang aku tidak akan menolaknya," jawab Adelio).


("Baik, aku tunggu jam 8 malam ya," ucap Ririn).


("Ok, tapi selama 4 hari kita menginap di hotel ๐Ÿจ," ucap Adelio).


("Ok," jawab Ririn singkat).


("Oh ya honey, honey minum obat kuat ya biar kita melakukannya sampai sepuas-puasnya karena merayakan kepergian ku ke luar negri," pinta Ririn).


("Kamu ternyata nakal ya," ucap Adelio).


("Aku akan buat sayangku tidak bisa bangun," ucap Adelio).


("Siapa takut," jawab Ririn).


("Benar ya, aku tunggu," jawab Adelio sambil tersenyum mesum).


("Oh ya hampir lupa kartu masuk kamar ada di resepsionis sayangku tinggal ambil," ucap Adelio)


("Ok, kalau begitu aku ingin istirahat nanti malam kita bertemu," ucap Ririn).


("Ok," jawab Adelio singkat).


Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak kemudian Ririn melempar ponselnya di ranjang.


"Rasanya ingin muntah mendengar suara Adelio yang bicaranya seperti itu, dasar cowok mesum. Maaf Adelio aku tidak mau memberikan harta berhargaku yang selama ini Aku jaga, cukup diwakilkan oleh sahabat ku saja." ucap Ririn sambil tersenyum jahat.


"Sekarang aku ingin istirahat karena nanti malam aku akan menjalankan rencana ku," ucap Ririn sambil berbaring di ranjang.


Tidak membutuhkan waktu lama Ririn tertidur dengan pulas sambil tersenyum bahagia karena rencana jahatnya sebentar lagi berjalan sesuai dengan yang diharapkan nya.


Jam berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa waktu menunjukkan pukul delapan belas di mana Ririn merias wajah sahabatnya yang tidak pernah dandan setelah selesai Ririn meminjamkan pakaiannya.


"Pakaiannya terlalu seksi," ucap Clarisa yang merasa kurang nyaman.

__ADS_1


"Memang seksi dan aku pun juga sama." ucap Ririn sambil memperlihatkan pakaiannya yang seksi.


"Tapi Aku tidak terbiasa memakai pakaian seksi," ucap Clarisa.


"Ayolah Clarisa, khusus hari ini saja setelah itu tidak lagi," mohon Ririn sambil menampilkan puppy eyes yang menjadi andalannya.


Clarisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mengangguk kan kepalanya tanda setuju membuat Ririn tersenyum bahagia karena sudah berhasil membujuk sahabatnya.


Hingga satu jam lebih mereka sudah tampil cantik dengan memakai kacamata hitam agar orang tidak mengenalnya setelah selesai mereka pergi menuju ke hotel xxxx di mana Adelio sudah menunggu Ririn di kamar 999 sejak siang.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di hotel ๐Ÿจ xxxx mereka berjalan ke arah lobby di mana lobby tersebut sebagian digunakan untuk restoran.


Mereka berdua duduk agak pojok kemudian Ririn memesan makanan dan minuman ke pelayan restoran, sambil menunggu mereka mengobrol.


"Aku ingin ke toilet sebentar," ucap Ririn.


"Ok, aku tunggu di sini," ucap Clarisa.


Ririn turun dari kursi sambil mengambil tasnya kemudian berjalan ke arah menuju toilet di mana ruangan untuk memasak tidak begitu jauh dari toilet.


"Pelayan, sini," panggil Ririn sambil melambaikan tangannya ke arah salah satu pelayan sambil mengeluarkan bungkusan.


"Ada apa nona?" tanya pelayan restoran tersebut dengan wajah bingung.


"Aku ingin minuman jus alpukat ๐Ÿฅ‘ yang Aku pesan di tambahkan dengan bungkusan ini," pinta Ririn.


"Maaf nona, saya tidak berani," ucap pelayan restoran tersebut.


"Tenang saja ini ada tip buatmu," ucap Ririn sambil membuka tasnya dan mengambil amplop yang berisi uang warna merah sebanyak lima puluh lembar yang sudah disiapkan dari mansion agar tidak perlu membuka dompet.


"Baik nona," jawab pelayan restoran tersebut sambil tersenyum bahagia karena mendapat kan rejeki nomplok.


Pelayan restoran tersebut menerima amplop coklat yang berisi lima puluh lembar warna merah kemudian disembunyikan di kantongnya barulah menerima bungkusan tersebut.


"Berikan ke meja nomer sembilan belas." ucap Ririn.


"Baik nona," jawab pelayan restoran tersebut.


Ririn berjalan meninggalkan pelayan restoran tersebut menuju ke tempat di mana sahabatnya menunggu dirinya.


'Huh ... Dasar kalau lihat duit langsung terima pekerjaan yang aku berikan. Lenyap deh uang ๐Ÿ’ธ ku lima juta tapi tidak apa-apa dari pada aku memberikan harta berhargaku ke pria miskin mendingan aku berikan ke orang yang lebih kaya dan bisa membuatku semakin terkaya dan terkenal," ucap Ririn dalam hati.


"Maaf lama," ucap Ririn sambil duduk saling berhadapan yang hanya dibatasi oleh meja.


"Tidak kok, santai saja," jawab Clarisa.


Mereka kembali mengobrol hingga tidak berapa lama pesanan Ririn dan Clarisa datang. Mereka langsung makan tanpa ada bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


Mereka kembali mengobrol hingga setengah jam kemudian obat perang sang yang dibubuhkan ke dalam minuman jus alpukat ๐Ÿฅ‘ mulai bereaksi.


"Kok tumben panas ya?" tanya Clarisa sambil mengipasi wajahnya yang memerah.


"Apa Kamu sakit? Kita istirahat sekarang saja," ucap Ririn sambil turun dari kursi kemudian menarik tangan sahabatnya.


"Aku tidak tahu tapi kenapa tubuhku tidak merasa nyaman," jawab Clarisa sambil ikut turun dari kursi dan mengikuti langkah sahabatnya.


Ririn berjalan ke arah resepsionis dan meminta kartu akses agar bisa masuk ke dalam kamar 999.


Setelah diberikan kartu akses mereka berjalan ke arah lift. Ririn menekan tombol lift paling atas setelah pintu lift terbuka mereka keluar dari ruangan persegi empat tersebut lalu mencari kamar 999.

__ADS_1


"Ini kamar 999 tapi maaf, Aku mau pergi ke toilet dulu karena tiba-tiba - tiba perutku mulas jadi Kamu masuk saja dulu," ucap Ririn sambil memberikan kartu akses.


"Kenapa tidak di kamar hotel?" Tanya Clarisa dengan wajah bingung sambil menahan ha x srat x nya yang mulai naik.


__ADS_2