Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Ray dan Rayna


__ADS_3

Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan lebih tepatnya ruang perawatan di mana Clarisa sedang menyusui putranya dengan ditemani suaminya siapa lagi kalau bukan Adelio.


"Sayang, wajah anak kita sangat mirip denganmu," ucap Clarisa sambil menggendong bayi laki-laki sambil menatap putranya.


"Iya benar, kata orang kalau wajahnya mirip dengan suami berarti istrinya sangat mencintai suaminya," jawab Adelio.


"Walau bukan kata orang, Aku memang sangat mencintai suamiku yang sangat tampan dan baik hati," ucap Clarisa sambil tersenyum bahagia.


Adelio hanya tersenyum mendengarnya membuat Adelio membelai rambut istrinya dengan lembut.


"Oh ya, kalau boleh tahu kenapa dirimu menjadikan tameng untuk adik kembarku?" tanya Adelio penasaran.


"Aku sangat bersyukur mempunyai ke dua mertuaku yang sangat sayang padaku dan Aku sudah menganggap mereka sebagai orang tua kandungku karena itulah Aku berjanji untuk melindungi keluarga Kak Adelio walau nyawaku menjadi taruhannya," jawab Clarisa.


"Lalu bagaimana denganku?" tanya Adelio.


"Maksud Kak Adelio" tanya Clarisa tidak mengerti.


"Jika Kamu pergi dari kehidupan Kakak, bagaimana dengan nasib Kakak? Jujur Kakak tidak sanggup kehilanganmu," ucap Adelio dengan mata berkaca-kaca.


"Jika Kak Adelio kehilanganku, Kak Adelio banyak yang menghibur baik Mommy, Daddy dan Adelia serta keluarga besar Kak Adelio dan Aku sangat yakin kalau Kak Adelio dengan mudah bisa melupakan diriku. Sedangkan jika seandainya salah satu keluarga kak Adelio pergi pasti semuanya sangat sedih dan terpukul berbeda dengan diriku hanya satu orang yang sedih yaitu suamiku. Karena itulah Aku akan melakukan apapun agar Kak Adelio, Mommy, Daddy, dan Adelia serta keluarga Kak Adelio baik-baik saja walau nyawaku menjadi taruhannya," ucap Clarisa sambil tersenyum menjelaskan panjang lebar.


"Kata siapa? Apakah Kamu tahu ketika Mommy, Kamu dan Adelia tidak sadarkan diri akibat ulah ke dua orang tua Ririn membuat Daddy, Aku dan keluarga besarku sangat marah. Kami semua sangat sayang padamu jadi jangan pernah berpikir kalau Kamu tidak ada yang menyayangi dirimu," Ucap Adelio dengan nada tegas dan tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Clarisa.


"Ketika Kamu terluka dan berada di ruang operasi, arah pandanganku tidak pernah lepas memandangi pintu ruang operasi sambil berdoa agar istri yang Aku cintai dan ke dua anak kembar kita baik-baik saja. Seandainya bisa di tukar Aku bersedia menggantikan dirimu di ruang operasi karena Aku tidak sanggup kehilanganmu," ucap Adelio dengan nada serius.

__ADS_1


Grep


"Terima kasih sayang, Aku sangat bahagia bisa menikah dengan pria sebaik dirimu," ucap Clarisa sambil menggenggam tangan Adelio.


"Aku juga sangat bahagia bisa menikah dengan wanita sebaik dirimu," ucap Adelio.


"Oh ya Kak, apakah Kak Adelio sudah ada nama untuk anak kita?" tanya Clarisa mengalihkan pembicaraan.


"Sudah ada, bagaimana kalau Ray dan Rayna?" tanya Adelio


"Ray dan Rayna?" tanya ulang Clarisa.


"Benar, apakah Kamu suka?" tanya Adelio.


"Sangat suka apa lagi agar anak-anak kita tahu kalau Daddy yang memberikan nama yaitu Ray dan Rayna." ucap Clarisa sambil menatap ke dua bayinya yang berada digendongannya dan juga digendongan Adelio.


"Iya, Aku sangat suka dengan nama ke dua anak kita," ucap Clarisa.


"Ke dua anak kita kenapa betah banget tidur ya?" tanya Adelio sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah pipi gembul milik Ray yang di gendong oleh Clarisa.


"Sayang, jangan usil nanti kalau bangun nangisnya lebih kencang dan bisa membangunkan adik kembarnya," ucap Clarisa.


"Tenang saja nanti Aku yang gendong dua-duanya." jawab Adelio dengan nada santai sambil memainkan pipi gembul putra pertamanya.


"Memang sayangku mau gendong ke duanya?" tanya Clarisa.

__ADS_1


"Mau saja, memangnya kenapa?" tanya Adelio sambil tersenyum karena putra pertamanya mulai terusik tidurnya akibat ulah dirinya.


"Ya sudah kalau nanti ke dua anak kita menangis, Daddy harus menggendong dan mendiamkan ke dua anak kita karena perut dan pinggang Mommy masih terasa sakit untuk digerakkan," ucap Clarisa.


Clarisa bukannya tidak mau mengurus ke dua anak kembarnya tapi mengingat dirinya habis operasi melahirkan dan pinggangnya terluka membuat Clarisa sakit jika menggerakkan tubuhnya.


"Oooweeee ..."


Benar saja terdengar bayi Ray mulai terbangun dan mulai menangis dengan kencang.


Ray menangis dengan sangat kencang dan dengan cepat Adelio menggendongnya dari tangan istrinya bersamaan Rayna ikut terbangun dan langsung menangis mengikuti kakak kembarnya.


Akhirnya Adelio menggendong bayi kembar nya kanan dan kiri sambil menggoyangkan ke dua tangannya layaknya seperti ayunan dan ajaib nya ke dua bayi mereka langsung terdiam.


"Bagaimana Dad?" tanya Clarisa sambil tersenyum menggoda suaminya.


"Hehehehe ... kalau nangis rame sekali seperti konser," ucap Adelio terkekeh geli melihat ke dua bayi kembarnya menangis secara bersamaan.


"Betul sekali makanya Aku meminta Daddy jangan mengganggu tidur anak kita," ucap Clarisa.


"Iya Daddy tahu tapi Daddy senang aja melihat mereka menangis terlihat lucu dan menggemaskan, " jawab Adelio.


Clarisa hanya menggelengkan kepalanya sedangkan Adelio memberikan bayi perempuannya yang bernama Rayna ke Clarisa namun baru saja diberikan ke Clarisa bayi tersebut kembali menangis.


Mau tidak mau Adelio kembali menggendongnya dan Clarisa melepaskan ke dua tangannya ketika bayi mungilnya sudah diletakkan di tangan Adelio Ajaib nya bayi mungil tersebut langsung terdiam.

__ADS_1


"Coba yang satunya," pinta Clarisa karena tidak tega melihat suaminya menggendong ke dua bayinya sekaligus.


__ADS_2