Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Menembak Semua Orang


__ADS_3

Di tempat yang berbeda tepatnya di dalam mobil di mana Daddy Brian sedang mengotak atik laptopnya hingga beberapa saat kemudian ponsel milik Daddy Brian berdering membuat Daddy Brian mengambil ponselnya untuk mengetahui siapa yang menghubungi dirinya.


"Kak Bruno." ucap Daddy Brian sambil menggeser tombol warna hijau.


("Hallo Brian." Sapa Bruno).


("Hallo Kak." Jawab Daddy Brian).


("Aku melihat mobilmu, mau pergi kemana?" Tanya Bruno penasaran).


("Ayahnya Ririn datang membawa pisau lipat untuk mencelakai istriku, menantuku dan putriku. Untunglah Clarisa melihatnya dan kini di tangkap sama dua bodyguard milik Adelio dan sekarang Kami ingin pergi ke rumah sakit." Jawab Daddy Brian).


("Apa? Tolong hentikan mobilnya Aku mau ikut mobil kalian." Ucap Bruno).


("Baik, Adelio hentikan mobilnya." Ucap Daddy Brian).


"Kenapa Dad?" Tanya Adelio sambil mengurangi kecepatan mobilnya).

__ADS_1


("Paman Bruno ingin naik mobil Kita." Jawab Daddy Brian).


Adelio hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengerem mobilnya dan tidak berapa lama datang Bruno kemudian duduk di samping Daddy Brian.


Daddy Brian menyimpan ponselnya di saku jasnya kemudian melanjutkan mengutak atik laptopnya. Hingga dua belas menit kemudian Daddy Brian berhasil meretas cctv mall.


"Adelio, putar balik menuju ke mall karena kita tidak jadi ke rumah sakit," pinta Daddy Brian.


"Baik Dad," jawab Adelio tanpa banyak protes dan langsung memutar arah.


"Kenapa kita tidak ke rumah sakit?" tanya Bruno penasaran begitu pula dengan Adelio.


Bruno dan Adelio yang melirik sekilas menahan amarahnya karena melihat Mommy Calista dan Clarisa mengeluarkan darah segar dari sela - sela kedua pahanya sedangkan Adelia terkena luka tembak.


Adelio menambahkan kecepatan tanpa memperdulikan suara klakson yang saling bersahutan karena Adelio mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


"Kak Bruno, hubungi anak buah mafia Kakak untuk menembak semua orang yang ada di mall di mana Mereka hanya melihat kejadian tersebut tanpa melakukan apa-apa malah Mereka mengabadikan kejadian itu!'' perintah Daddy Brian tanpa punya rasa empati sedikitpun.

__ADS_1


Jiwa yang sudah lama mati di mana jiwa psychophat milik Daddy Brian yang sudah lama terkubur kini bangun lagi karena melihat ke tiga wanita yang sangat disayanginya terluka parah.


"Aku akan menghubungi orang kepercayaan untuk memesan dua mobil lagi karena tidak mungkin kita membawa Mommy, Adelia dan Clarisa dengan satu mobil." ucap Daddy Brian sambil mengambil ponselnya yang berada di saku jasnya.


"Betul kata Daddy kalau Kita membutuhkan dua mobil lagi." Ucap Adelio.


Daddy Brian hanya menganggukkan kepalanya kemudian Daddy Brian dan Bruno langsung menghubungi orang kepercayaannya untuk melakukan apa yang tadi dikatakan oleh Daddy Brian.


Daddy Brian dan Bruno yang juga sudah lama tidak mem bu nuh orang yang tidak bersalah kini melakukan kembali karena melihat Mommy Calista, Clarisa dan Adelia terluka.


Hal itu membuat perasaan empatinya hilang terlebih saat ini Mommy Calista dan Adelia sedang hamil dan sebentar lagi melahirkan.


Daddy Brian juga meminta orang kepercayaannya untuk datang bersama anak buahnya untuk membantu bodyguard milik putranya untuk di bawa ke rumah sakit akibat luka tembak.


Setelah selesai menghubungi orang kepercayaannya, Daddy Brian meretas jalan raya untuk mengetahui keberadaan orang tua Ririn untuk membuat perhitungan.


Tidak berapa lama ponsel milik Bruno berdering ketika Bruno sudah selesai menghubungi orang kepercayaannya membuat Bruno melihat siapa yang menghubungi dirinya.

__ADS_1


"Benekditus," ucap Bruno sambil menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya.


__ADS_2