Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Nama Anak Kita


__ADS_3

Tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Daddy Alvaro dan Benekditus berjalan ke arah lobby dan melihat Adelio sedang menatap kedatangan mereka.


"Bagaimana keadaan Mommy mu, Adelia dan Clarisa?" tanya Daddy Alvaro dengan wajah kuatir begitu pula dengan Benekditus.


"Sudah lahir Opa dan sekarang berada di kamar perawatan berbeda," jawab Adelio.


"Kenapa tidak disatukan?" tanya Daddy Alvaro sambil berjalan bersama Benekditus dan Adelio.


"Tidak bisa Opa, nanti yang ada Mereka melakukan acara konser," jawab Adelio.


"Maksudnya?" tanya Daddy Alvaro dan Benekditus bersamaan yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Adelio.


"Mommy melahirkan anak dua sedangkan istriku Clarisa melahirkan dua anak kembar juga. Untuk adikku Adelia membutuhkan ketenangan. Kalau ke empat bayi menangis pasti mirip konser," jawab Adelio.


"Pffftttt," tawa Daddy Alvaro dan Benekditus bersamaan.


Semua pengunjung rumah sakit yang melihat tawa Daddy Alvaro dan Benekditus langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke dua pria tampan tersebut. Daddy Alvaro, Benekditus dan Adelio tidak memperdulikan tatapan lapar para gadis dan wanita karena pada dasarnya mereka sangat dingin terhadap lawan jenisnya kecuali dengan pasangannya.


"Sebelah kiri ruangan Daddy, ruangan istriku berada di tengah dan sebelah kanan ruangan adik kembarku Adelia," ucap Adelio ketika berada di depan pintu.


"Istriku ada di ruangan mana?" tanya Benekditus.


"Ada di tengah Paman," jawab Adelio.


"Kalau begitu Paman mau ke ruang perawatan sebelah kiri dulu mau melihat ke dua ponakanku dulu," ucap Benekditus yang ingin melihat ke dua anak kembar milik Daddy Brian dengan Mommy Calista.


"Ok," jawab Daddy Alvaro dan Adelio singkat.


"Kamu mau masuk ke ruang perawatan mana?" tanya Daddy Alvaro setelah melihat Benekditus masuk ke dalam ruang perawatan di mana ada Daddy Brian, Mommy Calista dan ke dua anak kembar mereka.


"Ke kamar istriku Opa," jawab Adelio.


"Oma ada di ruangan mana?" Tanya Daddy Alvaro.


"Di ruangan istriku Opa." Jawab Adelio.


Daddy Alvaro hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka masuk ke ruang perawatan di mana Clarisa di rawat.


Ceklek


Adelio membuka pintu ruang perawatan dengan lebar kemudian Daddy Alvaro masuk ke dalam ruang perawatan diikuti oleh Adelio.


Daddy Alvaro dan Adelio melihat Mommy Felicia sedang menggendong seorang bayi mungil sedangkan Clarisa menggendong bayi satunya lagi.


"Kenapa wajahnya ke dua anak kalian mirip Adelio ya?" tanya Mommy Felicia.


"Itu tandanya istriku cinta ma ti sama suaminya," jawab Adelio bangga sambil tersenyum bahagia menatap ke dua bayinya secara bergantian.


"Padahal cintaku sudah aku bagi - bagi tapi kenapa wajahnya masih mirip kak Adelio ya?'' tanya Clarisa ikut usil.


"Mommy bagi ke siapa cintanya?" tanya Adelio dengan wajah menahan amarahnya sekaligus cemburu dalam waktu bersamaan.

__ADS_1


Mommy Felicia, Daddy Alvaro dan Clarisa sangat terkejut dengan perubahan wajah seperti menahan amarah dan nada suaranya yang berbeda padahal tadi awalnya Adelio tersenyum.


Deg


Hal itu membuat jantung Clarisa berdetak kencang dirinya baru sadar kalau suaminya mudah cemburu walau Mereka sudah menikah lumayan lama tapi rasa cemburu Adelio sangat besar dan tidak boleh di buat bercanda.


'Kenapa wajah cucuku sama seperti Daddy dan putraku Bruno, Brian dan Benediktus? Di mana ke tiga putraku tidak bisa di ajak bercanda.' Ucap Mommy Felicia dalam hati.


'Putraku sangat mirip denganku yaitu cemburu padahal Aku sudah tahu kalau istriku sangat setia padaku.' Ucap Daddy Alvaro dalam hati.


"Pertama di bagi buat Daddy lima puluh persen dan sisanya ke dua anak kita," jawab Clarisa menjelaskan.


"Bukan untuk pria lain?" tanya Adelio sambil menatap mata istrinya.


"Daddy sayang, Mommy itu cinta ma ti sama Daddy. Di hati Mommy tertulis nama Daddy Adelio yang sangat tampan dan sangat baik hati jadi mana bisa ada nama pria lain," jawab Clarisa sambil menatap wajah tampan suaminya.


"Maaf Kami ingin menengok Mommy Kalian," ucap Mommy Felicia sambil meletakkan bayi Clarisa dengan Adelio.


"Baik Oma dan Opa," jawab Clarisa sambil tersenyum.


Adelio hanya menganggukkan kepalanya kemudian Mommy Felicia dan Daddy Alvaro pergi meninggalkan ruang perawatan meninggalkan mereka berdua bersama ke dua cicitnya.


"Daddy, masih tidak percaya dengan Mommy?" tanya Clarisa dengan wajah sendu setelah melihat Mommy Felicia dan Daddy Alvaro pergi.


"Kalau Daddy tidak percaya sama Mommy, lakukan apa yang ingin Daddy lakukan dan Mommy tidak akan melawannya," sambung Clarisa sambil berusaha duduk kemudian merentangkan ke dua tangannya.


Grep


"Maafkan Mommy kalau itu membuat Daddy marah sama Mommy," ucap Clarisa sambil mengusap punggung suaminya dengan lembut.


"Maafkan Daddy juga karena tidak bisa menahan amarah Daddy," ucap Adelio sambil mendorong perlahan tubuh istrinya.


"Tidak apa-apa Dad," jawab Clarisa sambil tersenyum.


Adelio membalas senyuman istrinya sambil mengusap rambut istrinya dengan lembut.


"Oh ya Dad, apakah Daddy sudah ada nama untuk ke dua anak kembar kita?" tanya Clarisa mengalihkan pembicaraan.


"Sudah, Daddy akan menamakan anak pertama kita Dave dan anak ke dua anak kita David." jawab Adelio.


"Daddy tidak adil," ucap Clarisa dengan wajah cemberut.


"Tidak adil? Maksud Mommy apa?" tanya Adelio dengan wajah bingung.


"Masa ke dua anak Kita wajahnya sama seperti Daddy dan tidak ada satupun yang mirip dengan Mommy." ucap Clarisa dengan wajah cemberut.


Cup


Adelio tersenyum melihat wajah cemberut istrinya kemudian mengecup bibirnya secara singkat.


"Itu tandanya Mommy sangat mencintai Daddy tapi Daddy berharap ke dua anak Kita sifatnya mirip Mommy." ucap Adelio sambil mengusap rambut istrinya dengan lembut.

__ADS_1


"Mommy akui kalau Mommy sangat suka dengan Daddy karena Mommy sangat tulus mencintai Daddy," ucap Clarisa sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.


"Kenapa Mommy jadi gombal begini?" tanya Adelio .


"Mommy serius Dad, kalau Mommy sayang dan cinta banget sama Daddy," jawab Clarisa sambil menatap wajah tampan suaminya.


"Daddy juga," jawab Adelio .


Clarisa hanya tersenyum membuat Adelio juga ikut tersenyum. Mereka sama-sama memandangi wajah ke dua anak kembarnya yang sangat tampan dan imut membuat sepasang suami istri tersebut sangat bahagia.


Ruang Perawatan Mommy Calista


Di ruangan yang berbeda lebih tepatnya ruang perawatan di mana Mommy Calista di rawat di ruang perawatan.


Daddy Brian dan Mommy Calista menatap ke arah pintu ketika melihat pintu ruang perawatan terbuka. Mereka melihat Benekditus membuka pintu dengan lebar kemudian istrinya masuk ke dalam ruangan dan di susul oleh Benekditus, mereka berjalan ke arah Daddy Brian dan Mommy Calista.


"Selamat ya atas kelahiran ke dua anak kembar," ucap istrinya Benekditus yang bernama Sandra sambil cipika cipiki sama Mommy Calista.


"Terima kasih," jawab Mommy Calista.


"Doakan semoga kami segera menyusul," ucap Benekditus yang menginginkan anak kembar seperti Kakak kembarnya.


"Amin," jawab Daddy Brian dan Mommy Calista bersamaan.


"Kan sudah ada Benard," ucap Sandra.


"Tapi Papi ingin punya anak lagi dan kalau bisa anaknya kembar," jawab Benekditus.


Benekditus merupakan anak ke tiga dari lima bersaudara. Ke empat saudara kembarnya mempunyai anak kembar sedangkan saat ini Benekditus baru dikaruniai anak satu. Hal itulah membuat Benekditus menginginkan anak kembar.


"Seandainya Mami tidak bisa punya anak lagi hanya satu, apakah Papi akan mencari wanita lain?" tanya Sandra sambil tersenyum namun dalam hatinya terluka jika benar suaminya mencari wanita lain.


"Seandainya Papi mencari wanita lain, apakah kamu marah?" tanya Benekditus balik bertanya sambil menatap sepasang mata indah istrinya.


"Kalau itu membuat Papi bahagia, Mami rela tapi setelah ..." ucap Sandra menggantungkan kalimatnya.


"Tapi setelah apa?" tanya Benekditus penasaran.


"Setelah Papi melihat mayat Mami, Papi bisa menikah lagi dan hidup bahagia," jawab Sandra sambil tersenyum namun terlihat hatinya sangat terluka.


Grep


"Papi memang menginginkan anak kembar tapi dari rahim Mami bukan dari wanita lain. Jika seandainya Mami tidak bisa hamil lagi maka Papi tidak masalah. Lebih baik cukup anak kita karena Papi cinta ma ti sama Mami," jawab Benekditus sambil memeluk istrinya.


"Terima kasih Pi," jawab Sandra sambil tersenyum dan membalas pelukan suaminya.


Entah kenapa tiba - tiba kepala Sandra terasa sangat pusing dan dirinya merasa seperti berputar-putar hingga tidak berapa lama Sandra tidak sadarkan diri bersamaan melepaskan pelukannya.


"Mami," panggil Benekditus karena merasa tubuh istrinya terasa berat.


Hening

__ADS_1


"Mami," panggil Benekditus ulang.


__ADS_2