
Calista yang sedang tidur siang selama dua jam lebih perlahan membuka matanya dan menatap ke arah langit - langit kamarnya dan pikirannya menerawang jauh.
"Jika aku memberikan harta berharga yang selama ini aku jaga, akankah Kak Brian meninggalkan aku?" Tanya Calista dengan mata berkaca-kaca.
"Ketika dekat dengan Kak Brian aku merasakan nyaman dan terlindungi sama seperti yang aku rasakan ketika bersama dengan mantan kekasihku." Ucap Calista.
Calista menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan rasa sesak di hatinya.
"Waktu mantan kekasihku meminta diriku untuk melakukan hubungan suami istri dengan alasan sebentar lagi kami menikah. Aku menolaknya hingga akhirnya sifatnya yang perhatian mulai berubah sedikit demi sedikit hingga akhirnya sangat dingin padaku." Ucap Calista.
"Setelah Aku ketahui ternyata mantan kekasihku melakukan hubungan suami istri dengan adik tiri ku itu Aku ketahui setelah satu hari Kami akan menikah." Sambung Calista kemudian tidak berapa lama Calista kembali menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Dia saja yang sering aku tolak karena meminta hubungan suami istri saja bisa selingkuh. Bagaimana jika aku sudah memberikan harta berharga yang aku jaga selama ini Aku berikan ke Brian? Setelah bosan bisa dipastikan Aku akan di tendang karena Kak Brian sangat tampan dan baik." Ucap Calista.
Calista yang sangat kecewa dengan calon suaminya enggan menyebutkan namanya karena itulah Calista hanya menyebut dengan sebutan mantan kekasihku.
"Aku harus menjaga kehormatanku karena aku ingin memberikan ke suamiku karena jika aku berikan ke Brian belum tentu Kak Brian mau bertanggung jawab untuk menikah denganku." Ucap Calista setelah beberapa saat terdiam.
__ADS_1
"Walau Kak Brian bilang aku sebagai kekasihnya dan ingin menikah denganku bisa saja itu bohong sama seperti pria brengs*k itu." Sambung Calista.
"Tapi kenapa aku merasa nyaman jika dekat dengan Kak Brian? Apalagi pelukannya aku merasakan terlindungi. Juga sentuhannya membuat diriku seperti melayang jauh ... Aduh Calista hilangkan pikiran mesum mu itu. Lebih baik Aku tidur lagi biar pikiran mesumku hilang." Ucap Calista dengan wajah frustrasi sambil kembali memejamkan matanya.
Tidak membutuhkan waktu lama Calista kembali tidur dengan pulas. Tanpa diketahui oleh Calista kalau ucapan dan apa yang dilakukan oleh Calista ada kamera tersembunyi yang sengaja di pasang oleh Brian.
xxxxxxxxxx
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan lebih tepatnya di kamar Brian di mana Brian perlahan membuka matanya sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Aku kok kangen banget sama Calista, Calista sedang apa ya?" Tanya Brian sambil turun dari ranjang.
"Masih tidur, Calista sangat cantik dan menggemaskan baik lagi tidur maupun jika tidak tidur. Aku ingin tahu apa yang dilakukan ketika Calista masuk ke dalam kamarnya." Ucap Brian kepo.
Brian memundurkan waktu setelah selesai barulah Brian menekan tombol play. Brian melihat apa yang dilakukan oleh Calista hingga beberapa saat kemudian Brian mendengar apa yang dikatakan oleh Calista.
"Aku akan membuatmu percaya kalau Aku bukan pria brengs*k seperti mantan kekasihmu tapi seorang pria yang pantas Kamu cintai karena aku akan melindungi dirimu dari orang yang berniat jahat." Ucap Brian sambil mengusap pipi Calista dari layar laptopnya.
__ADS_1
"Kalau seandainya hal itu terjadi di mana Kita melakukan hubungan suami istri maka Aku akan bertanggung jawab untuk menikah denganmu dan tidak akan pernah untuk mengatakan kata bosan karena aku sangat tulus mencintaimu." Sambung Brian.
Selesai mengatakan hal itu Brian mematikan laptopnya kemudian berjalan ke arah ranjang. Brian kembali berbaring kemudian memejamkan matanya namun sulit bagi dirinya untuk tidur dengan pulas membuat Brian sering berubah posisi.
Kadang tidur terlentang, kadang miring kiri atau ke kanan dan terkadang tengkurap namun Brian tetap tidak bisa tidur.
"Masa aku tidur harus memeluk Calista?Kalau Calista tahu bisa - bisa aku di usir sama Calista." Ucap Brian agak ragu.
"Sudah hampir tiga puluh menit dengan segala posisi tapi aku tidak bisa tidur. Sudahlah jika aku di usir maka aku akan tidur di depan pintu." Ucap Brian sambil turun dari ranjang.
Brian keluar dari kamarnya menuju ke arah kamar Calista yang berada di kamar bawah hingga di depan pintu Brian perlahan membuka pintu kamar tersebut.
Ceklek
Brian menatap ke arah ranjang di mana Calista sedang berbaring di ranjang dengan posisi membelakangi dirinya.
Brian melepaskan satu persatu pakaiannya hingga menyisakan celana boxernya kemudian berbaring di ranjang samping Calista kemudian memeluk Calista dari arah belakang.
__ADS_1
"Kak Brian." Panggil Calista dengan nada lirih.