Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Clarisa dan Adelio


__ADS_3

'Aku harus berdandan agar lebih cantik dan menarik agar rencanakan bisa berjalan dengan lancar.' ucap Ririn dalam hati.


Ririn bicara dalam hati karena dirinya tahu kalau kamarnya dipasang cctv karena itulah dirinya tidak pernah bicara langsung hanya bisa bicara dalam hati.


Ririn membuka laptop untuk mencari informasi bagaimana seorang pria ter gila - gila dengan seorang wanita agar rencana jahat nya dapat berjalan dengan mulus.


Setelah hampir satu jam lebih akhirnya Ririn mematikan laptopnya kemudian meletakkan kembali di meja dekat ranjang kemudian berbaring untuk istirahat tidur siang.


*****


Di negara berbeda Adelio sedang duduk di kepala ranjang menunggu istrinya yang sedang berada di kamar mandi.


ceklek


Clarisa membuka pintu kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk membuat suaminya bingung menatap wajah cantik Clarisa.


"Sayang, kok ganti pakaian? Perasaan tadi pakai pakaian tidur?" tanya Adelio.


"Karena Aku ingin ..." ucap Clarisa menggantungkan kalimatnya dengan wajah memerah menahan malu.


"Ingin apa?" tanya Adelio sambil masih menatap istrinya yang menundukkan kepalanya.


"Tapi janji jangan menertawakan aku ya," pinta Clarisa tanpa menjawab pertanyaan suaminya.


"Tergantung," jawab Adelio dengan nada menggoda.


"Kalau begitu aku tidak jadi mengatakannya," jawab Clarisa sambil berbaring di ranjang dengan membelakangi Adelio.


Grep


Adelio memeluk Clarisa dari arah belakang sambil menciumi leher Clarisa.


"Aku janji tidak tertawa, sekarang katakan ada apa?" tanya Adelio setelah selesai mencium leher belakang Clarisa.


Tanpa menjawab Clarisa menarik tangan Adelio dengan lembut ke arah bagian privasi nya membuat Adelio sangat terkejut dan membulatkan matanya dengan sempurna.


Adelio langsung menarik tangannya kemudian membalikkan tubuh Clarisa agar dirinya bisa menatapnya.


"Sayang, kamu ..." ucapan Adelio terpotong oleh Clarisa.


"Aku lagi ingin darling, maukah?" tanya Clarisa sambil menutupi matanya dengan menggunakan ke dua tangannya.


Adelio melepaskan ke dua tangannya kemudian menatap Clarisa yang sedang menatapnya dengan wajah masih memerah karena sejujurnya dirinya sangat malu.


"Tentu saja aku mau karena bagaimana mungkin aku bisa menolaknya," ucap Adelio sambil tersenyum mesum.


"Tunggu sebentar," ucap Clarisa ketika Adelio ingin menarik tali jubah handuk.


"Kenapa sayang? Katanya ingin?" tanya Adelio yang ingin menarik tali jubah handuk namun di tahan oleh tangan Clarisa.


"Darling, tutup mata dulu," ucap Clarisa tanpa menjawab pertanyaan suaminya.


Adelio dengan patuh menutup ke dua matanya walau dalam hatinya sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh istrinya.


Clarisa turun dari ranjang kemudian menarik tali jubah handuk dan membuang nya secara asal hingga menampilkan tubuh seksi Clarisa yang semakin berisi terlebih menggunakan lingerie.


"Sekarang bukalah mata darling," ucap Clarisa.


Adelio lagi - lagi patuh kemudian membuka matanya dan matanya langsung membulat sempurna ketika melihat Clarisa menggunakan lingerie membuat tombak saktinya yang sempat tegang karena ucapan Clarisa kini bertambah tegang dan meronta-ronta ingin keluar.


"Aku pakai tidak bagus ya?" tanya Clarisa dengan wajah sedih.


Grep


Adelio tersenyum kemudian turun dari ranjang dan memeluk tubuh istrinya dari arah depan di mana tubuh istrinya semakin berisi.


"Bagus banget, tambah cantik dan seksi," bisik Adelio.


"Syukurlah karena Aku sudah tanya mbah google," ucap Clarisa.


"Memang Kamu tanya apa?" tanya Adelio penasaran.


"Cara menyenangkan hati suami," jawab Clarisa jujur.


"Selain memakai lingerie apa lagi?" tanya Adelio sambil melepaskan pelukannya kemudian menggendong Clarisa untuk dibaringkan ke ranjang.


"Memuaskan suami," jawab Clarisa sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.


"Contohnya?" tanya Adelio sambil membaringkan perlahan tubuh Clarisa ke ranjang.


"Contohnya suamiku yang paling tampan berbaring di ranjang karena Aku ingin memimpin," jawab Clarisa.


Dengan patuh Adelio berbaring di ranjang kemudian Clarisa melepaskan satu persatu kancing kemeja suaminya membuat Adelio memejamkan matanya menikmati apa yang dilakukan oleh istrinya.


"Darling duduk aku ingin melepaskan pakaian darling," ucap Clarisa.


Adelio lagi - lagi patuh kemudian Adelio bangun dan melihat istrinya melepaskan pakaiannya hingga menampilkan dada bidang suaminya dan perutnya yang kotak - kotak.


"Sekarang berbaring lagi," pinta Clarisa.


Adelio dengan patuh kembali berbaring hingga ke dua tangan istrinya memegang celana panjangnya dan menariknya dan berlanjut menarik segi tiga bermuda.


Kini tubuh suaminya polos tanpa sehelai benang pun kemudian Clarisa memegang tombak suaminya yang sudah tegak dengan sempurna.


"Sayang," ucap Adelio dengan suara berat sambil memejamkan ke dua matanya.


Tanpa menjawab Clarisa mendekatkan wajahnya ke arah tombak sakti milik suaminya kemudian men jilat nya seperti menjilat permen lollipop dan sekali - kali memasukkan ke dalam mulutnya.


"Sayang, enak banget," ucap Adelio sambil merem melek.


Clarisa hanya tersenyum setelah beberapa saat Clarisa nak ke tubuh suaminya kemudian memasukkan tombak saktinya ke dalam goa miliknya.


Jleb


"Ahhhhhh!!!" teriak mereka bersamaan.


Clarisa mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali hingga beberapa menit kemudian dirinya mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.


Bruk


"Capek," ucap Clarisa sambil menjatuhkan tubuhnya ke dada bidang suaminya tanpa melepaskan tombak saktinya.


"Sekarang gantian aku yang memimpin," ucap Adelio.


Adelio membalikkan tubuh Clarisa tanpa melepaskan tombak saktinya kemudian berlanjut menarik lingerie milik istrinya dan membuang lingerie secara asal.


Mata Adelio membulat sempurna ketika lingerie di buka ternyata Clarisa hanya memakai lingerie tanpa menggunakan dua bungkus san yang menutupi dua gunung kembar dan segi tiga bermuda.


"Istriku nakal ya hanya memakai lingerie," ucap Adelio sambil tersenyum bahagia dengan apa yang dilakukan oleh istrinya.


"Nakal sama suamiku, apakah tidak boleh?" tanya Clarisa sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Tentu saja boleh dan itu harus hanya sama aku saja nakalnya," jawab Adelio sambil memainkan salah satu gunung kembar Clarisa.


Adelio menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali hingga setengah jam kemudian Adelio mengeluarkan laharnya dari mulut tombak saktinya bersamaan dua suara merdu tanda mereka mendapatkan pelepasan.


Setelah beberapa saat Adelio menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping istrinya dan memeluknya.


Cup


"Terima kasih sayang, aku sangat puas sekali," ucap Adelio sambil mengecup kening istrinya.


"Sama - sama sayang, aku juga sangat puas," Jawab Clarisa sambil membalas pelukan suaminya.


"Kita membersihkan tubuh kita dulu baru kita tidur," ucap Adelio.

__ADS_1


"Gendong," pinta Clarisa dengan nada manja.


"Istriku kok tumben manja," ucap Adelio sambil tersenyum dan turun dari ranjang.


"Tidak tahu darling, aku ingin sekali di manja sama suamiku," jawab Clarisa.


"Aku sangat senang kalau istriku manja seperti ini," ucap Adelio sambil menggendong istrinya ala bridal style.


Clarisa hanya tersenyum sedangkan Adelio berjalan ke arah kamar mandi sambil menggendong Clarisa. Lima menit kemudian mereka sudah selesai ke kamar mandi.


"Darling," panggil Clarisa sambil mengalungkan ke dua tangannya ke arah leher suaminya.


"Ya," jawab Adelio.


"Bolehkah kita ..."ucap Clarisa menggantungkan kalimatnya.


"Kita apa sayang?" tanya Adelio sambil menatap ke arah wajah cantik istrinya yang seperti ragu ingin mengatakan sesuatu.


"Bolehkah kita tidur seperti ini hanya menggunakan selimut?" tanya Clarisa dengan wajah memerah menahan malu.


"Boleh," jawab Adelio sambil tersenyum walau kadang membuat dirinya bingung karena permintaan istrinya tidak seperti biasanya.


Adelio perlahan meletakkan tubuh polos istrinya ke arah ranjang secara perlahan kemudian menyelimutinya barulah Adelio masuk ke dalam selimut dan memeluk tubuh polos istrinya.


"Permintaanku aneh ya?" tanya Clarisa sambil meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya kemudian membalas pelukan suaminya.


"Aneh sih tidak, hanya saja tidak seperti biasanya," jawab Adelio sambil mengusap rambut istrinya.


"Aku juga bingung sayang kenapa aku seperti ini dan entah kenapa kok perasaanku sangat takut sekali," ucap Clarisa sambil mendongakkan kepalanya ke atas.


"Sangat takut sekali? Takut kenapa?" tanya ulang Adelio sambil menatap wajah cantik istrinya.


"Aku sangat takut suamiku pergi meninggalkanku dan aku pergi jauh sekali hingga kita tidak bertemu kembali," Jawab Clarisa yang bingung dengan perasaannya.


"Itu mungkin hanya perasaan istriku," ucap Adelio sambil mengusap rambut istrinya.


"Sayang, bolehkah aku bertanya?" tanya Clarisa.


"Tanya apa?" tanya Adelio.


"Jika seandainya suamiku bertemu dengan mantan kekasih dan ingin kembali dengan kak Adelio. Siapa yang kak Adelio pilih? Aku atau mantan kekasih?" tanya Clarisa.


"Tentu saja kamu karena Kamu adalah istri yang sangat aku cintai," jawab Adelio tanpa banyak berfikir.


"Terima kasih," jawab Clarisa.


"Terima kasih untuk apa?" tanya Adelio dengan bingung.


"Terima kasih karena tetap memilihku," jawab Clarisa sambil berbaring kembali di dada bidang suaminya.


"Aku juga terima kasih karena memilihku menjadi suamimu," jawab Adelio kemudian mengecup pucuk kepala istrinya.


"Sama-sama darling, bolehkah aku tanya satu lagi?" tanya Clarisa sambil menguap.


"Tanya sampai sebanyak apa pun tidak apa-apa sayang," jawab Adelio sambil membelai punggung polos istrinya.


"Jika seandainya aku hamil dan ingin melahirkan, suamiku di minta untuk memilih satu di antara dua pilihan yaitu memilihku atau mempertahankan anak kita tapi aku harus pergi untuk selamanya. Siapa yang akan di pilih suamiku?" tanya Clarisa.


"Aku tidak mau menjawabnya," jawab Adelio.


"Memangnya kenapa? Aku hanya ingin tahu," pinta Clarisa.


"Karena aku sangat mencintaimu dan juga mencintai anak kita jika kamu hamil," jawab Adelio dengan nada tegas.


"Tapi bolehkah aku minta satu hal?" tanya Clarisa.


"Minta apa?" tanya Adelio.


"Jika seandainya itu terjadi aku minta suamiku memilih anak kita," ucap Clarisa sambil memejamkan matanya.


"Maaf aku tidak bisa, karena aku sangat mencintaimu dan aku tidak sanggup untuk kehilangan mu," jawab Adelio.


Adelio menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya walau dalam hati kecilnya ingin menolaknya namun dirinya tidak tega melihat tatapan permohonan istrinya yang sangat dicintainya.


"Terima kasih sayang, sekarang kita tidur," ucap Clarisa.


Clarisa kembali berbaring sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"Tidurlah sayang," ucap Adelio sambil mengusap punggung istrinya berulang kali.


"I Love You Darling," ucap Clarisa sambil memejamkan matanya.


"I Love You Too My Heart," jawab Adelio.


Tanpa membutuhkan waktu lama Clarisa tidur dengan pulas sedangkan Adelio yang sebenarnya sudah mengantuk tidak bisa tidur karena ucapan Clarisa mengusik perasaannya.


Adelio perlahan melepaskan pelukannya kemudian memindahkan kepala Clarisa dengan perlahan di bantal. Adelio turun dari ranjang kemudian mengambil jubah handuk dan memakainya.


Adelio mengambil ponselnya yang berada di atas meja kemudian berjalan ke arah balkon karena tidak ingin mengganggu istirahat istrinya.


Adelio mencari nomer kontak seseorang setelah ketemu Adelio menghubungi nomer tersebut.


("Hallo tuan," sapa seorang pria).


("Bagaimana dengan wanita itu?" tanya Adelio dengan nada dingin dan datar).


("Wanita itu masih menjadi pemuas ranjang dua pria yang tinggal di mansion," jawab pria tersebut).


("Apakah kamu sudah mendapatkan bukti rekamannya?" tanya Adelio sambil tersenyum menyeringai).


("Sudah tuan," jawab pria tersebut).


("Bagus, kirim bukti rekamannya padaku," pinta Adelio).


("Baik tuan," jawab pria tersebut).


("Satu lagi keluarlah dari mansion itu karena aku sudah mendapatkan apa yang aku butuhkan," ucap Adelio).


("Baik tuan," jawab pria itu kembali).


Tut Tut Tut


Adelio langsung mematikan sambungan komunikasi secara sepihak kemudian menatap ke arah langit melihat bintang 🌟 - bintang 🌟 bertaburan.


'Ririn, aku sudah mendapatkan kartu as mu untuk berjaga - jaga jika kamu berani mengusik hubungan kami dan jangan pernah berharap kamu kembali padaku karena aku sangat mencintai sahabat mu jadi salahkan dirimu sendiri kenapa kamu memberikan sahabat mu padaku," ucap Adelio dalam hati).


Ting


Ponsel milik Adelio berdering sekali tanda pesan masuk. Adelio membuka ponsel tersebut dan melihat rekaman video adegan suami istri di mana dua lawan satu. Di mana Ririn berada di tengah - tengah bersama dua pria depan dan belakang hal itu membuat Adelio semakin merasa jijik melihatnya dan langsung mematikan rekaman video tersebut.


'Aku bersyukur mendapatkan istri seperti Clarisa dengan bukti ini aku bisa mengancam mu dengan cara menyebar luaskan video ini jika berani mengusik Clarisa. Aku sangat mencintai Clarisa dan aku tidak akan ijinkan siapapun menyakitinya," ucap Adelio dalam hati sambil tersenyum devil.


Adelio sangat lelah kemudian berjalan ke arah pintu balkon yang tertutup rapat. Adelio sengaja menutup pintu balkon agar angin malam tidak masuk ke dalam karena tidak baik untuk kesehatan Clarisa.


Adelio membuka pintu balkon dan melihat Clarisa masih tidur dengan pulas kemudian Adelio menutup pintu balkon dan menguncinya bersamaan suara khas bangun tidur yang sangat familiar di telinga nya.


"Darling kenapa malam - malam ke balkon?" tanya Clarisa sambil menatap punggung suaminya.


'Untung istriku tidak tahu kalau aku sudah ke balkon," ucap Adelio dalam hati sambil membalikkan badannya.


"Aku tidak bisa tidur makanya mau ke balkon," jawab Adelio berbohong sambil berjalan ke arah istrinya.


"Tapi kenapa membawa ponsel?" tanya Clarisa dengan nada curiga.


"Aku ingin .... (men jeda kalimatnya untuk berfikir) ... main game karena itulah aku ke balkon takut suara game mengganggu istirahat istriku," jawab Adelio beralasan sambil meletakkan ponselnya di meja kemudian berjalan ke arah ranjang dan duduk di sisi ranjang.

__ADS_1


"Sudah malam jangan main game tidak bagus untuk kesehatan." ucap Clarisa.


"Iya aku tidak akan melakukan lagi," jawab Adelio.


"Syukurlah kalau suamiku tidak akan melakukan lagi, kenapa darling tidak bisa tidur?" tanya Clarisa sambil duduk di kepala ranjang tanpa menyadari tubuh polos bagian atas menyembul keluar.


Glek


Adelio menelan saliva nya dengan kasar menatap dua bukit kembar milik istrinya yang semakin menantang membuat bagian bawahnya langsung menegang.


"Karena aku ingin memakan mu kembali tapi melihatmu tidur tidak tega," jawab Adelio beralasan.


Selesai mengatakan hal itu Adelio langsung berdiri kemudian menarik tali jubahnya kemudian membuangnya secara asal.


Adelio naik ke atas ranjang sedangkan Clarisa yang melihat apa yang dilakukan oleh suaminya langsung tersadar kalau tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun dan bagian atasnya terlihat jelas.


'Aduh kenapa Aku lupa? Kenapa Aku baru ingat kalau Aku tidak memakai pakaian.' ucap Clarisa dalam hati sambil berbaring di ranjang).


"Darling aku lelah dan mengantuk," ucap Clarisa ketika suaminya menarik selimutnya dan membuangnya secara asal.


"Sayangku tidurlah biarkan suami mu yang tampan ini yang berkerja sendiri," ucap Adelio sambil menaiki tubuh polos istrinya.


"Pffftttt,"


"Kenapa sayang ku tertawa?" tanya Adelio bingung.


"Darling habis narcis," ucap Clarisa sambil tersenyum.


Adelio hanya tersenyum dan merekapun melakukan hubungan suami istri hingga setengah jam kemudian mereka selesai melakukan hubungan suami istri.


Adelio turun dari ranjang kemudian menggendong Clarisa ala bridal style menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan sisa per cin taan yang tadi mereka lakukan.


Hingga lima menit kemudian mereka keluar dari kamar mandi. Adelio meletakkan tubuh polos istrinya kemudian menyelimutinya dan berlanjut dirinya masuk ke dalam selimut.


"Tidurlah," ucap Adelio sambil memeluk istrinya dari arah samping.


"Suami ku juga tidur jangan main game karena tidak bagus untuk mata," jawab Clarisa sambil membaringkan kepalanya di dada bidang suaminya dan membalas pelukan suaminya.


"Aku sangat senang istriku memperhatikan aku," ucap Adelio bahagia.


Clarisa hanya tersenyum dan tidak membutuhkan waktu lama terdengar suara dengkuran halus dari mulut istrinya.


"Terima kasih kamu hadir dalam kehidupan aku dan aku tidak akan mengijinkan seorang menyakitimu," ucap Adelio yang sangat mencintai istrinya sambil memejamkan matanya.


Tidak membutuhkan waktu lama Adelio tidur dengan pulas menyusul mimpi indah istrinya.


Malam menjelang pagi, perlahan Clarisa membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya yang masih tidur dengan pulas nya.


Perlahan Clarisa mengulurkan tangan kanannya ke arah wajah Adelio menyentuh alis, hidung, pipi dan terakhir bibir.


"Kok aku ingin mencium bibir suamiku?" tanya Clarisa pelan.


Clarisa dengan perlahan bangun dari ranjang kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya.


Cup


Clarisa mencium bibir suaminya kemudian tersenyum bahagia sambil menatap kembali wajah tampan suaminya.


"Aku sangat mencintaimu," ucap Clarisa dengan suara masih pelan.


Clarisa kembali mencium bibir suaminya namun tidak ciuman singkat melainkan berupa lu ma tan namun tiba - tiba Adelio membalas ciuman istrinya sambil tangan kirinya memegang tengkuk Clarisa sedangkan tangan kanannya memeluk tubuh Clarisa yang semakin bertambah berisi.


Mereka saling berciuman hingga beberapa saat Clarisa kehabisan nafas membuat Clarisa memukul dada Adelio dengan perlahan dan Adelio yang mengerti langsung melepaskan tangan kirinya yang memegang tengkuk Clarisa.


"Hah .... Hah ... Hah ..." Clarisa menghirup udara sebanyak-banyaknya.


Adelio yang melihatnya hanya tersenyum melihat Clarisa.


"Dasar pencuri," ledek Adelio.


"Aku mencuri apa?" tanya Clarisa dengan nada kesal.


"Aku lagi tidur ciumanku di curi," jawab Adelio.


Bugh


Clarisa yang sedang kesal memukul bahu11 Adelio membuat Adelio pura - pura berteriak kesakitan.


"Aduh sakit," ucap Adelio dengan wajah meringis menahan rasa sakit.


"Maaf, aku tidak sengaja ... Masih sakit?" tanya Clarisa merasa bersalah sambil membelai dada Adelio dengan wajah kuatir.


Grep


"Bukan itu yang sakit," ucap Adelio sambil menahan tangan istrinya.


"Terus mana yang sakit?" tanya Clarisa dengan wajah masih kuatir tanpa menyadari kalau tubuhnya polos terekspos dan di lihat oleh Adelio.


"Ini yang sakit," bisik Adelio sambil mengarahkan tangan Clarisa ke arah tombak saktinya yang panjang dan besar.


Adelio membelai tombak saktinya dengan menggunakan tangan Clarisa sedangkan Clarisa yang mengerti menggenggam dengan perlahan dan mulai me maju mundurkan tangannya.


"Sayang .... Terus... " ucap Adelio sambil merem melek.


"Darling aku ingin tapi darling yang pimpin ya," pinta Clarisa sambil masih menggenggam dengan perlahan dan mulai me maju mundurkan tangannya.


"Ok," jawab Adelio singkat.


Adelio membalikkan tubuhnya kemudian mulai melakukan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup Adelio mulai menyatukan tubuhnya.


Jleb


"Ahhhhhhh..." suara merdu Clarisa.


Adelio memasukkan tombak saktinya ke dalam goa milik istrinya hingga Clarisa mengeluarkan suara merdunya. Adelio yang mendengarnya semakin bersemangat dan mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga setengah jam kemudian mulut tombak saktinya ke luar lahar dan dimasukkan ke dalam rahim istrinya.


Cup


"Aku sangat puas jika bermain denganmu, istriku yang sangat aku cintai," ucap Adelio kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut tanpa melepaskan tombak saktinya.


"Aku juga sangat puas jika bermain dengan suamiku yang sangat dan sangat aku cintai," ucap Clarisa sambil membelai wajah tampan suaminya.


Adelio tersenyum kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping Clarisa. Adelio menggendong tubuh polos Clarisa dan membawanya ke arah kamar mandi.


"Perasaan tubuh istriku mulai agak berat," ucap Adelio.


"Betulkah? Kalau begitu aku akan diet," ucap Clarisa sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.


"Jangan, aku suka jika istriku agak gemuk," jawab Adelio.


"Tapi aku tidak mau gemuk," ucap Clarisa dengan wajah sedih.


"Memangnya kenapa?" tanya Adelio sambil mendudukkan tubuh Clarisa di closed kemudian memutar kran untuk mengisi bathub.


"Kalau aku gemuk pasti suamiku berpaling dengan wanita lain," jawab Clarisa dengan mata berkaca-kaca.


Adelio sangat terkejut dengan perubahan wajah istrinya membuat Adelio berjalan ke arah Clarisa dan duduk berlutut. Adelio menangkap ke dua pipi Clarisa dengan ke dua tangannya.


"Apapun kamu, aku akan selalu setia dan mencintaimu. Tidak ada wanita lain selain istriku yang aku cintai dan aku harap kamu selalu percaya padaku," ucap Adelio dengan wajah serius.


"Tapi aku sangat takut jika suamiku ..."ucapan Clarisa terputus ketika wajah Adelio mendekati wajah Clarisa.


Cup


"Sayang, bisa melihat ke dua orang tuaku?" tanya Adelio.

__ADS_1


"Ya," jawab Clarisa singkat walau wajahnya masih bingung.


"Daddy dan Mommy saling mencintai dan selalu romantis. Walau ada orang ke tiga yang ingin menghancurkan hubungan Mommy dan Daddy namun Daddy selalu setia sama Mommy," ucap Adelio dengan wajah serius.


__ADS_2