Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Memangnya kenapa?


__ADS_3

"Bisa tidak kalau tidur pakai pakaian?" Tanya Calista.


"Memangnya kenapa?" Tanya Brian dengan wajah bingung.


"Aku sangat malu jika Kak Brian tidak memakai pakaian terlebih jika seandainya tiba-tiba ada tamu datang dan kak Brian tidak memakai pakaian." Jawab Calista sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Ok, nanti Kakak pakai pakaian." Ucap Brian.


Calista hanya menganggukkan kepalanya kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah dapur sedangkan Brian juga ikut membalikkan badannya dan berjalan ke arah ruang kerjanya.


Tiga puluh lima menit kemudian Calista sudah selesai masak dan meletakkan masakannya di meja makan. Tidak berapa lama datang Brian yang sudah memakai pakaian santai.


"Baunya sangat harum bikin Kakak lapar." Ucap Brian sambil menarik kursi makan kemudian duduk.


"Kak Brian tidak mandi dulu baru makan?" Tanya Calista.


"Nanti saja, Kakak sangat lapar." Jawab Brian sambil mengambil centong nasi 🍚 tapi Calista menggenggam tangan Brian.


"Mandi dulu baru makan." Ucap Calista dengan nada lembut.


Brian menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menatap kesal ke arah Calista tapi Calista tanpa merasa takut mendelik kan matanya membuat Brian cemberut.


"Iya bawel." Ucap Brian sambil berdiri kemudian membalikkan badannya meninggalkan ruang makan sambil menghentak - hentakkan ke dua kakinya ke lantai seperti anak kecil.


Calista hanya tersenyum hingga Calista merasakan getaran seperti getaran gempa ketika Brian menghentakkan kakinya di setiap Brian melangkahkan kakinya di anak tangga. Calista hanya menggelengkan kepalanya kemudian berjalan ke arah kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Lima belas menit kemudian Calista sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai. Calista berjalan ke arah ruang makan namun tidak melihat Brian datang. Calista duduk di kursi makan sambil menunggu kedatangan Brian.


Hampir lima belas menit Brian belum juga turun membuat Calista menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian berdiri dan berjalan ke arah tangga menuju ke arah kamar Brian.


Tok tok tok tok


Ceklek


Calista mengetuk pintu namun tidak ada jawaban membuat Calista perlahan membuka pintu kamar Brian.


"Kak Brian." Panggil Calista.

__ADS_1


Calista melihat Brian berbaring di ranjang dengan tubuhnya ditutupi selimut dan membelakangi Calista. Brian yang mendengar suara panggilan Calista hanya tersenyum tanpa diketahui oleh Calista.


Calista duduk di sisi ranjang kemudian menyentuh punggung Brian dan menggoyangkan perlahan.


"Kak Brian, makan yuk " Ajak Calista dengan nada lembut.


"Makan saja sendiri, Kakak tidak lapar." Ucap Brian.


"Kalau Kakak tidak makan maka aku juga tidak makan." Jawab Calista.


"Terserah." ucap Brian pura-pura ngambek.


Calista menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menarik tangannya yang tadi menyentuh punggung Kak Brian.


"Baiklah kalau begitu, mulai sekarang dan seterusnya aku tidak akan masak lagi." Ucap Calista.


"Terserah, Kakak bisa menyuruh orang untuk masakin Kakak." Jawab Brian.


"Baguslah kalau begitu." Jawab Calista sambil turun dari ranjang.


"Kok bagus?" Tanya Brian dengan nada kesal karena Calista tidak berusaha membujuk dirinya.


"Karena mulai sekarang dan seterusnya sudah ada yang menggantikan diriku." Jawab Calista dengan mata berkaca-kaca.


"Terima kasih sudah memberikan aku tumpangan dan perlindungan. Semoga Kak Brian bahagia dengan orang yang Kak Brian cintai." Sambung Calista sambil berjalan ke arah pintu.


Calista yang tidak kuat menahan kesedihannya akhirnya mengeluarkan air matanya sedangkan Brian yang mendengar ucapan Calista langsung membalikkan badannya.


Grep


Brian turun dari ranjang dan berjalan ke arah Calista kemudian memeluknya sedangkan Calista hanya diam dan tidak membalas pelukan Brian.


Air mata Calista jatuh kembali dan mengenai tangan Brian membuat Brian sangat terkejut. Brian membalikkan badan Calista agar menghadap dirinya.


"Kenapa kamu menangis? Apa maksudmu dengan mengatakan mulai sekarang dan seterusnya sudah ada yang menggantikan diriku?" Tanya Brian sambil menghapus air mata Calista dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


"Kak Brian bilang bisa menyuruh orang untuk masakin Kakak, berarti Kakak akan mencari pengganti diriku karena itulah aku pergi dari kehidupan Kak Brian." Jawab Calista.

__ADS_1


"Maaf kalau itu membuatmu menangis, jujur tidak ada di benak Kakak untuk mencari pengganti dirimu karena Kakak sangat mencintai dirimu." Ucap Brian.


Calista menatap mata Brian dan tidak ada kebohongan dimatanya sedangkan Brian mengusap rambut Calista dengan lembut.


"Sekarang kita makan karena Kakak sangat lapar." Ucap Brian mengalihkan pembicaraan.


"Tapi makanannya sudah mulai agak dingin." Ucap Calista.


"Kakak tidak perduli karena Kakak suka masakan orang yang Kakak cintai." Ucap Brian sambil memeluk pinggang Calista dari arah samping.


Calista hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan keluar dari kamar Brian menuju ke ruang makan.


Calista seperti biasa mengambilkan makanan untuk Brian setelah itu baru dirinya. Brian tersenyum bahagia karena Calista sangat perhatian pada dirinya.


Mereka berdoa terlebih dahulu setelah itu barulah mereka makan. Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


Seperti biasa Calista mencuci piring sedangkan Brian menlap meja makan hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai dan kini berada di ruang keluarga.


"Kak Brian." Panggil Calista sambil duduk di samping Brian dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Brian.


"Ya." jawab Brian singkat sambil memeluk Calista dari arah samping dan menatap ke arah televisi sama seperti Calista yang juga menonton televisi.


"Aku baru ingat di lemari ada dress dan tas serta sepatu, semuanya itu milik siapa?" Tanya Calista penasaran.


"Milikmu." Jawab Brian singkat sambil menggulung rambut Calista dengan menggunakan jarinya.


"Milikku?" Tanya ulang Calista sambil mendongakkan kepalanya ke atas.


Cup


"Iya milikmu jadi pakailah." Jawab Brian kemudian mencium bibir Calista dengan singkat.


"Tapi aku lihat pakaian, sepatu dan tas semuanya barang branded terlebih semuanya masih baru. Bukankah Kak Brian ..." Ucap Calista menggantungkan kalimatnya.


Brian yang mengerti kalimat selanjutnya beberapa saat terdiam karena tidak mungkin kalau dirinya mengatakan sengaja membelikan untuk Calista.


'Haruskah aku jujur sekarang?' Tanya Brian dalam hati sambil berpikir.

__ADS_1


__ADS_2