
"Biasanya jika aku sakit maka Ibuku selalu memelukku jadi mau kan memelukku?" pinta Brian penuh harap.
"Tapikan Kak Brian sudah besar masa masih di peluk? Apalagi kalau kita tidur saling berpelukan nanti kita dinikahkan setelah itu di usir." Ucap Calista menjelaskan sekaligus menolak secara halus.
"Kalau kamu merasa keberatan, pergilah biarkan Kakak sakit." Ucap Brian sambil membalikkan badannya.
'Kalau Kita di usir maka Kita akan pindah kontrakan atau kita pindah ke apartemen milikku dengan mengatakan kalau apartemen itu milik temanku.' Sambung Brian dalam hati.
Calista menghembuskan nafasnya dengan perlahan ketika Brian membelakangi dirinya membuat Calista berbaring di ranjang kemudian memeluk Brian dari arah belakang.
"Sekarang tidurlah dan jujur aku baru pertama kali tidur bersama laki - laki jadi jangan pernah berpikiran negatif tentangku.'' Ucap Calista yang terpaksa melakukannya.
Brian hanya terdiam dan tersenyum bahagia karena Calista hanya melakukan bersama dirinya. Brian memejamkan matanya dan tidak berapa lama dirinya tidur dengan pulas karena efek dari obat yang baru diminumnya.
Calista yang mendengar suara dengkuran halus, perlahan melepaskan pelukannya. Dengan perlahan Calista turun dari ranjang kemudian mengambil mangkok dan gelas untuk di cuci.
Setelah beres, Calista mengambil baskom dan kain yang tadi digunakan untuk mengompres Brian. Calista melihat sekeliling kamar Brian yang lumayan berantakan, pakaian berserakan dan buku-buku diletakkan sembarangan.
Calista mulai mengambil satu persatu pakaian milik Brian untuk di rendam di bak kemudian berlanjut membereskan barang-barang milik Brian dengan perlahan karena takut mengganggu tidurnya. Setelah selesai Calista mulai mengepel hingga kamar milik Brian rapi dan bersih.
__ADS_1
'Sudah beres semua tinggal mencuci pakaian.' Ucap Calista dalam hati sambil berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci pakaian Brian.
Calista mencuci pakaian Brian dengan menggunakan tangan hingga setengah jam kemudian dirinya sudah selesai mencuci pakaian dan tinggal menjemur pakaian.
Ketika Calista menjemur pakaian seseorang tanpa sengaja melihat Calista keluar dari kamar Brian membuat orang tersebut memanggil para tetangganya.
"Itu lihat ada perempuan tidak punya malu barusan keluar dari kamar Brian, pasti mereka habis melakukan hubungan suami istri." Ucap wanita yang tadi melihatnya.
"Betul sekali, sekarang dia lagi jemur bajunya lebih baik kita usir mereka." Ucap wanita ke dua.
"Eh katanya kalau ketahuan mereka akan dinikahkan setelah itu di usir." Ucap wanita ke tiga.
"Enak kenapa?" tanya wanita ke empat.
"Ya enaklah, kan dia jelek menikah dengan pria tampan. Aku tidak setuju pangeran pujaan ku menikah dengan gadis lusuh itu." Ucap wanita ke tiga.
"Kita ke sana dan usir tetangga baru kita." Ucap wanita pertama.
"Ayo." Jawab mereka bersamaan.
__ADS_1
Mereka pun berjalan ke arah Calista yang masih menjemur pakaian milik Brian hingga akhirnya sudah selesai.
Grep
"Berhenti!" teriak wanita pertama sambil menahan tangan Calista.
Ketika Calista membalikkan badannya seseorang menarik tangan nya membuat Calista menepis tangan wanita tersebut kemudian membalikkan badannya.
"Ada apa ya?" Tanya Calista yang melihat kawanan emak-emak berdiri sambil bertolak pinggang dan menatap tajam ke arah Calista.
"Tanya ada apa ... Ada apa... Hei perempuan ja x lang ... Perempuan ga x tal!" teriak wanita pertama.
"Usir wanita itu!" Teriak wanita ke dua.
"Kenapa aku di usir? Salahku apa? Apa yang kalian katakan padaku?" Tanya Calista dengan beruntun.
"Usir!" teriak mereka bersamaan tanpa menjawab ucapan Calista.
Teriakan para wanita membuat para penghuni kontrakan yang tidak bekerja keluar termasuk pemilik kontrakan sedangkan Brian memaksakan membuka matanya karena mendengar suara-suara yang mengganggu tidurnya.
__ADS_1
"Ada apa sih ribut-ribut?" Tanya Brian dengan nada kesal sambil turun dari ranjang.