Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Adelia Awas


__ADS_3

("Adelia awas!!" teriak Clarisa).


("Akhhhh..." teriak Clarisa dan Adelia bersamaan).


("Clarisa, Adelia, ada apa? Kenapa kalian berteriak?" tanya Daddy Brian sambil memberikan kode ke arah Adelio untuk segera pergi dari perusahaan).


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus membuat Daddy Brian sangat terkejut.


"Si*l," ucap Daddy Brian sambil menekan tombol lift setelah pintu lift terbuka Daddy Brian masuk ke dalam kotak persegi empat.


"Ada apa Dad?" tanya Adelio sambil ikut masuk ke dalam lift.


"Perut Mommy sepertinya kram dan ingin di bawa ke rumah sakit tapi ....'' ucap Daddy Brian sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Tapi kenapa Dad?" tanya Adelio dengan wajah sangat kuatir.


"Daddy mendengar suara teriakan Adelia dan Clarisa setelah itu sambungan komunikasi terputus." Jawab Daddy Brian dengan wajah yang juga sangat kuatir.


"Apa?? Sekarang Mommy, Clarisa dan Adelia di mana Dad?" tanya Adelio dengan wajah panik.


"Mereka pergi ke mall," jawab Daddy Brian.


"Apakah Daddy tahu siapa pelakunya?" tanya Adelio sambil menahan amarahnya.


"Orang tuanya Ririn, Daddy akan menyiksanya hingga mereka memohon untuk ma ti," jawab Daddy Brian sambil menahan amarahnya.


Ting


Pintu lift terbuka ke dua pria tampan keluar dari pintu lift khusus CEO. Mereka naik dengan menggunakan satu mobil di mana Adelio yang mengendarai mobil sedangkan Daddy Brian mengotak atik laptopnya untuk meretas cctv mall.

__ADS_1


Di tempat yang berbeda tepatnya di mall tempat kejadian dimana Mommy Calista di gendong oleh salah satu bodyguard milik suaminya dan satu bodyguardnya lagi melindunginya.


Dua bodyguard lainnya milik Adelio menahan ke dua tangan Ayahnya Ririn yang bernama Moko sedangkan ke dua bodyguard nya lagi mengawal Clarisa dan Adelia.


Clarisa dan Adelia berjalan ke arah mobil hingga Clarisa melihat Ibunya Ririn yang bernama Valen membawa pisau lipat dan diarahkan ke Mereka berdua.


Clarisa yang melihat adik iparnya yang bernama Adelia masih menghubungi Daddy Brian membuat Clarisa mendorong tubuh Adelia sambil berteriak.


"Adelia awas!!" teriak Clarisa sambil mendorong Adelia.


Bruk


"Akhhhhhhhh!!" teriak Adelia.


Grep


Jleb


"Akhhhhhhhh!!" teriak Clarisa.


Bruk


Pisau yang seharusnya untuk Adelia kini menusuk pinggang Clarisa membuat Clarisa ikut berteriak dan ambruk bersamaan dari ke dua pahanya mengeluarkan darah segar.


Dua bodyguard yang awalnya melindungi Adelia dan Clarisa namun ke dua bodyguard tersebut di serang oleh orang suruhan ke dua orang tua Ririn dan mempunyai ilmu bela diri yang lumayan tinggi membuat ke dua pria tersebut terdesak dan akhirnya babak belur.


Melihat Adelia dan Clarisa tidak sadarkan diri dan ke dua bodyguard milik Daddy Brian babak belur membuat mereka melihat dua bodyguard yang sedang berjalan ke arah mobil dan salah satunya menggendong Mommy Calista membuat dua di antara mereka mengarahkan pistol ke arah bodyguard tersebut.


Dor


Dor

__ADS_1


"Akhhhhhhhh..." teriak dua bodyguard tersebut ketika timah panas mengenai punggungnya.


Bruk


Bruk


Dua bodyguard tersebut langsung ambruk dan salah satu yang menggendong Mommy Calista menggunakan tubuhnya sebagai tamengnya agar tidak terjatuh di lantai yang sangat keras.


Seperti keadaan Adelia dan Clarisa, Mommy Calista juga mengeluarkan darah segar dari sela ke dua pahanya.


"Bebaskan suamiku atau ke tiga wanita ini di tembak oleh anak buah ku," ancam Ibunya Ibunya Ririn yang bernama Valen.


Dua bodyguard tersebut terpaksa melepaskan Ayah nya Ririn yang bernama Moko. Moko langsung berjalan ke arah istrinya sambil tersenyum menyeringai ke arah Clarisa yang tidak sadarkan diri tanpa ada rasa empati sedikitpun.


"Tembak ke dua pria itu agar tidak membantu ke tiga wanita itu karena aku ingin mereka mati dengan cara mengenaskan," perintah Moko dengan nada dingin tanpa memperdulikan kalau ke dua wanita itu sedang hamil dan nyawanya di ujung tanduk.


"Baik tuan, jawab ke dua pria tersebut.


Dor


Dor


"Akhhhhhhhh..." teriak dua bodyguard tersebut ketika timah panas mengenai salah satu kaki mereka.


Bruk


Bruk


Dua bodyguard tersebut langsung ambruk sambil menahan rasa sakit pada kakinya.


"Tinggalkan mereka, kita pergi dari sini," perintah Moko.

__ADS_1


"Baik Tuan," jawab mereka serempak.


Mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut sedangkan para pengunjung mall hanya bisa melihat tanpa melakukan apa-apa karena mereka sangat sayang dengan nyawa mereka tanpa menyadari kalau hari ini adalah hari terakhir mereka begitu pula dengan ke dua orang tua Ririn dan para anak buahnya.


__ADS_2