
"Sayang." Panggil Ayah kandungnya sambil berjalan ke arah Calista dengan wajah di buat sesedih mungkin seakan dirinya sangat merindukan putrinya.
"Apa yang ingin Anda lakukan?" Tanya Brian sambil melepaskan pelukannya kemudian menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya.
"Ayah ingin memeluk putriku Calista karena Ayah sangat merindukan putri kesayangan Ayah." Ucap Ayahnya tanpa punya rasa malu sedikitpun.
Calista yang berada di belakang Brian berjalan melewati Brian kemudian menatap Ayahnya dengan sambil tersenyum sinis.
"Merindukanku? Apakah Ayah tidak ingat ketika mereka berdua menyiksaku sedangkan Ayah hanya diam saja? Apakah Ayah tidak ingat ketika putri kesayangan Ayah selingkuh dengan calon suamiku dan akhirnya Mereka menikah? Apakah Ayah tidak ingat ketika Mereka menuduhku dengan mengatakan kalau masakan yang aku buat ada kecoa dan belatung?" Tanya Calista beruntun.
"Ayah ..." Ucapan Ayahnya Calista terpotong oleh Calista.
__ADS_1
"Ayah tidak perlu menjawabnya karena Ayah sudah tahu tapi hanya diam tanpa memperdulikan perasaan ku." Ucap Calista dengan mata berkaca-kaca.
"Ketika aku dipermalukan di depan semua orang Ayah hanya diam dan tidak membela diriku sama sekali. Hingga akhirnya Aku memotong rambutku sebagai tanda kalau Kita tidak lagi ada hubungan antara Ayah dan Anak." Ucap Calista.
Mata Calista masih berkaca-kaca dan berusaha agar dirinya tidak menangis di depan Ayahnya dan juga di depan orang lain.
"Kalian lihat, apa yang dilakukan oleh putri kami? Kami sangat sayang padanya tapi dia tega memutuskan hubungan padahal jelas-jelas pria ini adalah Ayah kandungnya." Ucap Ibu tirinya tiba-tiba sambil berusaha menjatuhkan Calista.
"Kakak, aku minta maaf kalau aku ada salah tapi jujur Kak makanan yang tadi aku makan ada belatung dan kecoa nya." Ucap Valen dengan wajah di buat sesedih mungkin hingga akhirnya dirinya mengeluarkan air mata buayanya.
"CUKUP! KALIAN JANGAN BERSANDIWARA DI DEPAN SEMUA ORANG! AKU Calista, SANGAT MEMBENCI KALIAN SEMUANYA TERMASUK KAMU DAN JUGA KALIAN BERTIGA YANG MEMBUAT IBUKU MENINGGAL DUNIA DAN KALIAN JUGA YANG SELALU MEMBUATKU MENDERITA!" teriak Calista untuk pertama kalinya dengan suara menggelegar.
__ADS_1
'Aku tidak perduli jika Kak Brian ataupun keluarganya tidak menyukai diriku. Karena setelah ini Aku akan pergi menjauh dari mereka di mana tidak ada satupun yang menemukan Aku.' Ucap Calista dalam hati.
'Rasakan kamu perempuan yang tidak tahu malu, akhirnya kamu terpancing dengan perkataan kami. Setelah ini bisa dipastikan pria itu tidak akan menyukaimu terlebih orang tuanya.' Ucap Ibu tirinya dalam hati.
'Akhirnya Kamu berteriak karena terpancing dengan omongan Kami dan setelah ini mereka akan membenci dirimu. Sedangkan Aku, Aku akan menggantikan posisimu.' Ucap Valen dalam hati sambil tersenyum devil.
"Aku sangat bersyukur bisa menikah dengan Valen karena kamu ternyata wanita yang sangat jahat. Benar apa yang dikatakan oleh ke dua mertuaku dan istriku kalau kamu wanita yang sangat egois dan tidak menghormati orang tua." Ucap Vincent dengan wajah sinis.
"Aku yang lebih sangat bersyukur tidak menikah dengan pria sampah sepertimu! Kalian berempat memang sampah dan semestinya di buang yang sangat jauh agar tidak ada lagi orang melihat Kalian dan mencium bau busuk Kalian." Ucap Calista dengan nada satu oktaf.
"Sama seperti diriku yang tidak ingin melihat kalian baik hari ini, esok atau selama-lamanya." Sambung Calista dengan nada tegas.
__ADS_1