Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Suasana Gelap


__ADS_3

"Punya Paman, mau memakainya?" tanya Clarisa sambil turun dari ranjang.


"Punya Paman?" Tanya ulang Arsenio.


"Ayahnya Ririn dan Aku memanggilnya Paman." Jawab Clarisa.


"Apa Ayahnya Ririn tidak marah?" Tanya Arsenio.


"Tidak, sebenarnya Paman cepat bosan dengan pakaiannya jika dua atau tiga kali pakai langsung di buang lalu Aku berinisiatif mengambilnya dan menyimpannya sampai banyak." Jawab Clarisa.


"Buat apa menyimpannya sampai banyak?" Tanya Arsenio penasaran.


"Aku akan berikan ke orang - orang yang membutuhkan tapi sebelumnya Aku cuci dulu karena Paman memberikannya sudah di pakai." Jawab Clarisa.


"Apa Kak Adelio mau memakainya?" Tanya Clarisa agak ragu.


"Boleh," jawab Adelio sambil tersenyum.


Awan hitam itu pun langsung berubah dengan cepatnya berganti dengan matahari. Entah kenapa biasanya Arsenio tidak akan mau memakai pakaian bekas tapi mendengar cerita Clarisa membuat dirinya tidak tega untuk menolaknya.


Clarisa berjalan ke arah pintu dengan perlahan karena bagian privasinya masih perih. Adelio yang mengikutinya dari belakang menatap Clarisa dengan bingung.


"Mengapa cara jalan mu seperti itu?"tanya Adelio.


"Seperti yang tadi aku katakan kalau bagian privasi ku seperti ada yang mengganjal makanya jalanku seperti ini," jawab Clarisa sambil menghentikan langkahnya.


'Kenapa aku bisa melupakan itu kalau pertama kali melakukan itu bagian privasi nya pasti terasa perih. Cara jalannya jadi beda dan buang air kecil terasa tidak enak selama hampir seminggu," ucap Adelio dalam hati.


"Maafkan aku," ucap Adelio merasa bersalah.


"Maaf kenapa?" tanya Clarisa.


Whushh


"Karena aku tidak bisa menahan nya punya mu menjadi sakit," jawab Adelio selesai mengatakan hal itu Adelio menggendong Clarisa.


"Kak Adelio, apa yang kak Adelio lakukan?" tanya Clarisa ketika Adelio menggendongnya ala bridal style sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher Adelio.


"Menggendong mu agar kamu tidak merasakan sakit karena ulah ku," jawab Adelio.


"Tapi ini bukan salah kak Adelio tapi ini salah ..." ucap Clarisa menggantungkan kalimatnya.


'Ulah pria asing.' sambung Clarisa dalam hati yang merasa dirinya kotor.


'Aku tahu lanjutan nya yaitu pria asing yang membuatmu kehilangan kehormatan mu yang selama ini kamu jaga dan orang asing itu adalah Aku. Maaf Aku belum bisa mengatakannya karena Aku takut kamu akan membenciku.' ucap Adelio dalam hati.


"Tolong buka kan pintunya," pinta Adelio mengalihkan pembicaraan.


"Baik," jawab Clarisa singkat.


Adelio yang menggendong Clarisa tidak bisa membuka pintu kamar milik Clarisa karena itulah Adelio meminta Clarisa untuk membukanya.


Ceklek


Clarisa membuka pintu kamarnya dan Adelio mendorong pintu kamarnya dengan lebar agar dirinya bisa keluar.


"Aku menyimpannya di kamar tamu dan ada di lantai satu.' ucap Clarisa.

__ADS_1


"Ok," jawab Adelio singkat.


Adelio berjalan menuju ke arah tangga membuat Clarisa masih mengalungkan ke dua tangannya ke leher Adelio agar tidak jatuh sambil menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Adelio.


Satu demi satu Adelio menuruni anak tangga hingga ke lantai satu. Ke dua jantung mereka berdetak kencang setiap Adelio melangkahkan ke dua kakinya.


'Kenapa dekat dengan Clarisa jantung ku berdetak kencang? Tapi jika aku dengan Ririn jantung ku biasa saja? Apakah memang Clarisa adalah jodohku? Kalau iya berarti aku sangat bersyukur mendapatkan Clarisa.' ucap Adelio dalam hati.


'Kenapa jantung ku ber detak kencang sama seperti suara detak jantung kak Adelio?Apakah kami memang ditakdirkan untuk berjodoh? Tapi secepat itukah? Aku baru kenal dan parahnya kami melakukan hubungan suami istri.' ucap Clarisa dalam hati.


"Kak Adelio," panggil Clarisa.


"Ya," jawab Adelio singkat.


"Boleh aku bertanya dua hal?" tanya Clarisa.


"Silahkan," jawab Adelio.


"Kata kak Adelio, kalau selama ini kak Adelio selalu mengagumi diriku secara diam - diam dan baru sekarang ada keberanian untuk mengatakannya, benar bukan?" tanya Clarisa.


"Benar, memangnya kenapa?" tanya Adelio.


"Kak Adelio mengagumi diriku ketika aku sedang apa? Di mana?" tanya Clarisa.


'Jawabanku apa ya?' tanya Adelio dalam hati.


"Ketika kamu makan bersama sahabatmu di rumah makan," jawab Adelio berbohong.


"Oh," jawab Clarisa percaya.


'Untung otak ku encer.' ucap Adelio dalam hati).


Deg


Jantung Adelio berdetak kencang ketika Clarisa menanyakan hal itu karena Adelio tidak mungkin mengatakan kalau awalnya ingin bertemu dengan Ririn tapi karena tidak ada maka Adelio bertemu dengan Clarisa.


"Kamarnya yang mana?" tanya Adelio mengalihkan pembicaraan ketika Adelio sudah sampai di lantai satu.


"Belok kiri terus lurus itu kamar tamu," jawab Clarisa.


"Ok," jawab Adelio singkat.


"Dari tadi Aku lihat mansion ini sepi, pemilik mansion pergi kemana?" tanya Adelio ketika Clarisa ingin membuka mulutnya.


'Maaf, untuk sementara aku belum bisa mengatakannya dan untung lah ketika aku bingung mau menjawab apa kami sudah berada di lantai satu.' ucap Adelio dalam hati.


"Paman dan Tante sekaligus orang tua Ririn ada bisnis di luar negri." jawab Clarisa.


"Sedangkan Ririn pergi katanya ada syuting di luar negri. Aku masih kesal sama Ririn karena itulah Aku berencana minggu depan mau pergi dari mansion ini." Sambung Clarisa.


"Kesal kenapa?" Tanya Adelio penasaran.


"Dia meninggalkan Aku di kamar hotel xxxxx hingga Aku kehilangan harta berhargaku yang selama ini Aku jaga." Jawab Clarisa dengan wajah sedih.


Adelio terdiam beberapa saat, di satu sisi dirinya sangat marah terhadap Ririn karena telah membohongi dirinya dan juga Clarisa hingga Mereka berdua melakukan hubungan suami istri.


Di sisi satunya lagi dirinya bahagia karena Adelio tahu ternyata Ririn memang tidak pantas untuk menjadi istrinya dan yang pantas adalah Clarisa.

__ADS_1


"Kamu katanya mau pergi dari mansion ini, lalu mau pergi kemana?" tanya Adelio sambil berusaha menahan amarah terhadap Ririn.


"Sebenarnya aku mempunyai rumah peninggalan orang tuaku dan Aku tinggal bersama adik sepupu ku tapi sudah satu bulan Adik sepupuku belum pulang juga," jawab Clarisa.


"Lalu kemana adik sepupu mu?" tanya Adelio.


"Maaf itu kamarnya," ucap Clarisa yang sudah dekat dengan kamar tamu tanpa menjawab pertanyaan Adelio.


"Ok, nanti buka pintu ya," pinta Adelio.


"Ok," jawab Clarisa singkat.


Ceklek


Clarisa membuka pintu kamar tamu yang tidak di kunci kemudian Adelio masuk ke dalam kamar sambil masih menggendong Clarisa.


"Mengenai adik sepupu ku aku tidak tahu kemana dia pergi," ucap Clarisa.


"Oh ya kak, pakaiannya ada di lemari sebelah kiri, buka saja kak," Sambung Clarisa.


"Ok," Jawab Adelio sambil berjalan ke arah lemari.


"Kok bisa tidak tahu? Apakah adik sepupu mu pergi tidak bilang - bilang?" tanya Adelio sambil meletakkan Clarisa di ranjang tamu.


"Dia sama seperti Ririn menjadi seorang artis dan model," jawab Clarisa.


Hening


Hening


"Oh ya, ceritakan kenapa Kamu bisa berada di hotel bersama sahabatmu?" Tanya Adelio setelah beberapa saat mereka terdiam sambil menghentikan langkahnya tanpa membuka lemari pakaian.


"Aku di ajak makan di restoran xxxx sebagai ucapan syukuran karena Ririn syuting di luar negri dan Aku bilang lebih baik uangnya di simpan saja, kan makan di retoran xxxx terkenal dengan harga paling mahal," ucap Clarisa mengulangi perkataannya waktu bersama Ririn.


"Lalu?" Tanya Adelio sambil menahan amarahnya karena Ririn berbohong.


"Kata Ririn, dirinya tidak keluar duit dan kebetulan salah satu produsernya memberikan fasilitas untuk menginap dan makan di hotel xxxx dan Aku bilang aku tidak mempunyai pakaian bagus dan Ririn bilang akan meminjamkan pakaiannya serta akan men dadani wajah ku karena aku tidak suka dandan." Jawab Clarisa menjelaskan.


"Lalu selanjutnya apa yang terjadi?" tanya Adelio sambil membuka pintu lemari pakaian.


"Kami pergi ke restoran tersebut ketika kami menunggu pesanan datang sahabatku pergi ke toilet setelah beberapa menit kemudian sahabatku datang dan tidak lama pesanan Ririn dan Aku datang," jawab Clarisa.


"Kami makan setelah selesai makan dan minum kami kembali mengobrol tapi setelah setengah jam tubuhku sangat panas dan Ririn mengajak Aku untuk istirahat di kamar hotel yang sudah disiapkan," sambung Clarisa.


"Lalu bagaimana kamu bisa masuk ke kamar hotel? Karena setahuku masuk ke dalam kamar hotel menggunakan kartu akses?" tanya Adelio sambil menahan amarahnya terhadap Ririn yang tega menjebak sahabatnya.


"Kami pergi ke resepsionis dan Ririn meminta kartu akses. Kemudian kami pergi ke kamar tersebut namun Ririn mengatakan ada urusan dan meminta ku untuk menunggu di kamar." Ucap Clarisa.


"Lalu?" tanya Adelio sambil berjalan ke arah Clarisa sambil membawa satu Steel milik ayahnya Ririn.


Clarisa menghembuskan nafasnya dengan berat dan tidak berapa lama air matanya keluar.


"Tubuhku terasa terbakar membuatku melepaskan satu persatu pakaian ku hingga tubuhku polos tanpa sehelai benang pun dan ..."ucap Clarisa menggantungkan kalimatnya.


"Dan apa?" tanya Adelio pura - pura tidak tahu sambil duduk di samping Clarisa.


Grep

__ADS_1


"Pria asing itu memelukku dari belakang karena suasana gelap membuatku tidak mengenalinya dan kami melakukan hiks ... hiks ..." ucap Clarisa menggantungkan kalimatnya sambil terisak dan memeluk tubuh kekar Adelio.


__ADS_2