Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Menahan Amarah


__ADS_3

Calista tersenyum kemudian meletakkan kepalanya di dada bidang Brian sambil menatap ke arah taman bunga. Tanpa sepengetahuan mereka sepasang mata menatap ke arah Calista dengan tatapan kebencian.


"Kita ke ruang keluarga yuk." Ajak Calista setelah beberapa saat mereka terdiam.


Brian hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan ke arah ruang keluarga. Brian memeluk pinggang Calista sedangkan Calista menyandarkan kepalanya di dada bidang Brian sambil memeluk pinggang Brian.


"Kakak tidak sabar menikah denganmu." Ucap Brian.


"Aku juga." Ucap Calista sambil tersenyum.


"Kebetulan kalian sudah datang ada yang ingin kami bicarakan." Ucap Daddy Alvaro ketika melihat Calista dan Brian berjalan ke arah mereka.


"Apa itu Dad?" Tanya Brian sambil duduk di sofa begitu pula dengan Calista.


"Hari ini kalian pergi ke butik langganan Mommy untuk mencoba pakaian pengantin." Ucap Mommy Felicia yang menjawab pertanyaan Brian.


"Baik Mom." Jawab Brian dan Calista bersamaan.


"Tiga hari lagi kalian langsung menikah di hotel milik keluarga besar kita." Ucap Daddy Alvaro.


"Kenapa tidak besok saja Dad, menikahnya?" Tanya Brian yang tidak sabar ingin menikah dengan Calista.

__ADS_1


Peletak


"Aduh, Daddy sakit." Protes Brian sambil mengusap kepalanya karena di jitak oleh Daddy Alvaro.


"Biarin." Jawab Daddy Alvaro dengan nada santai.


"Mommy, Daddy nakal." Adu Brian.


"Karena Daddy nakal sama Brian maka acara pernikahan kalian sebulan lagi." Ucap Mommy Felicia usil.


"Akhhhhhhhh.... Tidak ... Mommy kok gitu Brian kan ingin secepatnya menikah dengan Calista. Apalagi Daddy yang nakal kenapa pernikahan kami jadi lama?" Tanya Brian dengan nada protes.


"Kalau begitu acara pernikahannya mau tiga hari atau sebulan lagi?" Tanya Mommy Felicia dengan nada menggoda.


"Ayo sayang kita pergi ke butik untuk mencoba pakaian pengantin kita." Sambung Brian.


Calista hanya menganggukkan kepalanya kemudian Brian dan Calista mencium punggung tangan Mommy Felicia dan Daddy Alvaro secara bergantian kemudian berpamitan dengan ke dua orang tua Valen dan Valen dan adiknya Valen. Setelah itu barulah mereka pergi meninggalkan tempat tersebut.


Valen hanya bisa mengepalkan ke dua tangannya dengan erat untuk menahan amarahnya melihat keromantisan Brian dan Calista.


"Valen." Panggil Mommy Velicia.

__ADS_1


"Iya Tante." Jawab Valen sambil memaksakan dirinya untuk tersenyum.


Valen dan orang tua Valen hanya bisa menggenggam erat ke dua tangannya menahan amarahnya karena ke dua orang tua Brian merestui Brian menikah dengan Calista. Mereka tidak berani protes karena mereka tahu siapa Daddy Alvaro.


"Tante tahu kamu sangat menyukai putra Kami Brian tapi cinta tidak dapat dipaksakan." Ucap Mommy Felicia berusaha menasehati Valen.


"Tante dan Paman menyukaimu dan berharap kamu menjadi menantu kami tapi putra kami tidak menyukaimu." Ucap Mommy Felicia.


"Kami sebagai orang tuanya membebaskan ke dua anak kami dalam mencari jodoh. Putra kami Brian sudah menemukan jodohnya yaitu Calista dan kami melihat Calista sangat tulus mencintai putra kami selain itu Calista sangat menghormati kami sebagai orang tua." Sambung Mommy Felicia.


"Sifat putra kami sangat mirip denganku dan hanya bersama Calista, putra kami bisa mengendalikan emosi. Calista tidak seperti wanita diluaran sana yang hanya menyukai Brian karena harta. Hal itulah membuat kami menyetujui hubungan putra kami dengan Calista." Ucap Daddy Alvaro.


"Kami sangat menyukai Calista dan menganggap Calista sebagai putri kami jadi jangan pernah mempunyai pikiran untuk merusak hubungan putra kami dengan Calista karena jika sampai kami tahu maka kami tidak segan-segan untuk menghukum mu ataupun menghukum orang-orang yang berniat mencelakai Calista." Ucap Mommy Felicia dengan nada tegas.


"Kami tidak memperdulikan hubungan baik sahabat ataupun rekan bisnis karena bagi kami anak-anak Kami dan Calista adalah harta yang tidak ternilai begitu pula dengan keluarga besar Kami. Jadi jangan pernah mengusiknya ataupun mempunyai pikiran untuk memisahkannya." Ucap Daddy Alvaro dengan nada tegas.


"Jika itu terjadi bersiaplah kamu kehilangan nyawamu." Ancam Daddy Alvaro sambil menjentikkan jarinya.


Tidak berapa lama datang dua bodyguard sambil menarik dua Pria berpakaian pelayan.


"Mereka kenapa Dad?" Tanya Mommy Felicia dengan wajah terkejut.

__ADS_1


"Mereka adalah orang suruhan Valen untuk memata-matai Brian." Jawab Daddy Alvaro.


__ADS_2