
"Mereka pasti baik - baik saja, apalagi Daddy masih bingung kenapa Mommy bisa meretas cctv kamar hotel? Karena setahu Daddy bukankah setiap kamar hotel tidak ada cctv?" tanya Daddy Brian penasaran.
"Sebenarnya Adelio memasang cctv di tas dan anting milik Clarisa sedangkan Adelio putra kita Mommy memasangnya di dasi dan kemeja karena itulah Mommy bisa meretasnya milik Clarisa dan juga bisa melihat apa yang dilakukan putra kita," jawab Mommy Calista menjelaskan.
"Istriku memang sangat pintar," puji Daddy Brian sambil menarik perlahan hidung istrinya.
"Iya dong, sekarang suamiku mandi dan bersiap-siap jika ada apa-apa kita tinggal pergi," ucap Mommy Calista sambil menarik lilitan handuknya dan memakai pakaian di depan suaminya.
"Satu ronde ya?" pinta suaminya.
"Maaf sayang, lebih baik suamiku yang sangat tampan mandi nanti malam Mommy kasih double," ucap Mommy Calista merayu suaminya.
"Janji ya," ucap Daddy Brian sambil tersenyum bahagia.
"Iya Mommy janji," jawab Mommy Calista.
Daddy Brian tersenyum kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket sedangkan Mommy Calista sudah selesai memakai pakaian.
Mommy Calista menyisir rambutnya yang panjang kemudian mengikatnya berbentuk mirip konde hingga menampilkan leher mulus Mommy Calista.
Mommy Calista berjalan ke arah meja dekat sofa untuk mengambil laptopnya kemudian berjalan ke arah ranjang untuk duduk di sisi ranjang.
Mommy Calista menyalakan laptopnya sambil menunggu menyala dan siap untuk digunakan, Mommy Calista turun dari ranjang dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil satu stell pakaian untuk suaminya dan diletakkan di ranjang.
Mommy Calista kembali duduk di sisi ranjang kemudian jari jemarinya yang lentik mengotak atik laptopnya hingga lima belas menit kemudian terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.
"Apakah mereka ada masalah?" tanya Daddy Brian sambil berjalan ke arah Mommy Calista.
"Saat ini belum," jawab Mommy Calista sambil menatap ke arah laptop.
Daddy Brian kini tepat di samping ranjang istrinya dan mengambil pakaian bersamaan terdengar suara merdu dari mulut Adelio dan Clarisa membuat Mommy Calista memiringkan laptopnya agar suaminya tidak melihat tubuh polos menantunya.
"Tuh kan mereka enak - enak sedangkan Daddy tidak,'' gerutu Daddy Brian dengan wajah cemberut.
"Nanti malam double 3," bujuk Mommy Calista sambil mengurangi suaranya agar tidak terdengar suara merdu mereka.
"Benar ya mom," ucap Daddy Brian sambil memakai pakaian di depan istrinya.
"Iya benar," jawab Mommy Calista pasrah.
'Perih-perih deh punyaku.' keluh Mommy Calista dalam hati.
'Demi kalian, Mommy terpaksa berkorban walau sebenarnya enak tapi kalau kebanyakan punyaku pasti perih banget.' keluh Mommy Calista dalam hati sambil memijat keningnya yang tidak pusing.
"Mommy kenapa pusing? Pengen ya? Ya sudah sekarang bayar satu dulu nanti sisanya malam," ucap Daddy Brian.
"Mommy tidak pusing itu," jawab Mommy Calista.
"Terus, pusing kenapa?" tanya Daddy Brian.
__ADS_1
"Pusing mikirin Daddy," jawab Mommy Calista asal.
"Kenapa pusing mikirin Daddy?" tanya Daddy Brian dengan wajah bingung.
"Daddy sudah tua, sudah punya cucu masih saja suka gituan," ucap Mommy Calista jujur.
"Memangnya Mommy tidak suka?" tanya daddy Brian dengan nada berbeda.
"Suka sih tapi ... ( menjeda kalimatnya ) ... Daddy sepertinya Clarisa pingsan," ucap Mommy Calista mengalihkan pembicaraan.
"Memang menantu kita kenapa?" tanya Daddy Brian.
"Tidak tahu setelah mereka melakukan hubungan suami istri dan saling memeluk tiba - tiba Adelio menggoyangkan tubuh Clarisa dan sepertinya tidak sadarkan diri." jawab mommy Calista sambil mengotak-atik laptopnya.
"Dari dua sela pahanya mengeluarkan darah segar kemungkinan Clarisa hamil, kita pergi sekarang ke hotel Dad," ajak Mommy Calista sambil membawa laptopnya.
"Ayo Mom," jawab Daddy Brian dengan wajah kuatir begitu pula dengan istrinya.
Mereka pun pergi meninggalkan kamar mereka menuju ke garasi mobil. Daddy Brian mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke hotel sedangkan Mommy Calista masih menatap laptop tersebut hingga Mommy Calista melihat kedatangan dokter dan mulai memeriksa kondisi Clarisa.
"Sudah datang dokter Dad, tapi kita tetap ke hotel," ucap mommy Calista.
"Ok," jawab Daddy Brian.
Mommy Calista melihat Adelio sedang menggendong istrinya meninggalkan dokter tersebut dan dokter tersebut berbicara sendiri karena penasaran Mommy Calista memperbesar volume suara dokter tersebut bersamaan mereka sudah sampai di hotel.
"Kurang aj*r dokter itu," ucap Mommy Calista dengan nada kesal sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter pribadi milik suaminya yang paling setia.
"Mommy ingin memberikan pelajaran untuk dokter itu," sambung mommy Calista sambil turun dari mobil dan berjalan keluar menuju ke arah lift.
Mommy Calista berjalan dengan langkah cepat ke arah lift dan di susul oleh suaminya Daddy Brian.
"Daddy, biar Mommy memberikan pelajaran untuk dokter yang tidak tahu diri itu,'' ucap Mommy Calista sambil menahan amarahnya.
"Iya Mom," jawab Daddy Brian sambil menekan tombol lift.
'Selama ini aku tidak pernah melihat istriku bisa semarah itu. Apakah Aku kalau marah seperti itu sangat menakutkan?' tanya Daddy Brian dalam hati yang sudah jarang keluar jiwa psychophat nya karena sudah lama tidur dengan tenang.
Ting
Pintu lift terbuka mereka keluar dari kotak persegi empat tersebut kemudian berjalan ke arah kamar yang di tunjuk oleh Daddy Brian karena kemarin Daddy Brian sudah pergi ke kamar itu untuk menolong putra sulungnya.
"Daddy, di sini saja biar Mommy yang memberikan pelajaran ke wanita itu," ucap mommy Calista.
"Ok," jawab Daddy Brian singkat sambil menjentikkan jarinya agar bodyguard yang mengikuti dirinya dari belakang untuk mengikuti istrinya.
''Kalian masuk ke dalam kamar untuk memegang tangan dokter yang tidak tahu diri itu!' perintah Mommy Calista.
"Baik Nyonya," jawab dua bodyguard dengan patuh sambil berjalan mendahului Mommy Calista.
__ADS_1
Setelah ke dua bodyguard milik Daddy Brian mendobrak pintu dengan paksa dan masuk ke dalam barulah Mommy Calista masuk ke dalam kamar yang awalnya di tempati oleh Adelio dan Clarisa. Mommy Calista masuk ke dalam kamar dan langsung menampar dokter tersebut kemudian memakinya.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxx
"Kamar hotel ini ada cctv jadi, Tante tahu apa yang kamu katakan ketika putraku dan menantuku pergi menuju ke rumah sakit dari pertama kamu katakan hingga akhir," ucap Mommy Calista sambil menatap tajam ke arah dokter tersebut.
"Itu tidak mungkin," jawab dokter cantik tersebut tidak percaya namun terlihat wajahnya pucat pasi.
"Baiklah, dengarkan ini, ucap Mommy Calista memperlihatkan rekaman di mana dokter cantik tersebut bicara sendiri.
"Aku harap istrinya segera ma ti ketika dalam perjalanan menuju ke rumah sakit."
"Sebenarnya aku bisa memberikan obat yang bisa menguatkan kandungan dan istrinya tapi karena aku sangat mencintai Adelio sejak kami masih sekolah hingga lulus kuliah tapi Adelio tidak pernah melihat apa yang aku lakukan selama itu. Aku selalu perhatian dan selalu ada untuknya tapi Adelio tidak pernah tertarik padaku."
"Setelah istrinya meninggal maka aku akan datang dan menghiburnya. Aku sangat yakin Adelio akan menyukai diriku."
"Hahahaha ... Aku akan menjadi Nyonya Adelio, istri yang sangat kaya raya dan aku langsung berhenti berkerja karena Aku akan menghabiskan uang Adelio dengan cara berfoya-foya."
Deg
Deg
Jantung dokter tersebut berdetak sangat kencang dan dirinya sangat - sangat terkejut ketika mendengar hal itu membuat wajahnya langsung pucat pasi seperti mayat. Dirinya tidak pernah menduga kalau dirinya bicara sendiri dapat diketahui oleh Mommy Calista.
"Itu bukan suaraku, itu suara orang lain. Aku di fitnah Nyonya,'' ucap dokter tersebut berbohong.
"Aku tidak percaya, bawa wanita ini ke markas," ucap Mommy Calista sambil menahan amarahnya.
"Baik Nyonya," jawab ke dua bodyguard dengan serempak.
"Jika terjadi sesuatu dengan menantu kesayanganku maka aku tidak akan segan - segan menyiksa mu sampai kamu meminta untuk ma ti," ucap Mommy Calista sambil menatap tajam ke arah dokter cantik tersebut.
Deg
Deg
Deg
Jantung dokter cantik tersebut sangat kencang karena Mommy Calista yang terkenal dengan lembutnya ternyata sangat kejam dan mirip dengan psychophat.
'Aku tidak menyangka Nyonya Calista yang terkenal dengan keramahannya ternyata sangat menyeramkan.' ucap dokter cantik tersebut dalam hati.
"Bawa wanita ini keluar!" perintah Mommy Calista mengulangi perkataannya karena wanita itu berusaha memberontak.
"Baik Nyonya," jawab ke dua bodyguard tersebut dengan patuh.
Ke dua bodyguard berjalan keluar meninggalkan ruangan tersebut dengan diikuti oleh Mommy Calista. Mommy Calista melihat suaminya diam membatu hanya menatap istrinya seperti melihat hantu membuat Daddy Brian menunduk takut seperti anak kecil.
Grep
__ADS_1
"Kenapa suamiku yang paling tampan menunduk seperti takut sama Mommy?" tanya Mommy Calista sambil memeluk tubuh kekar suaminya.