
Dua belas pegawai restoran berjalan ke arah Calista sedangkan Calista yang akan di keroyok memasang kuda-kuda hingga akhirnya terjadilah perkelahian yang tidak seimbang hingga tiba-tiba datang dua orang yang sejak tadi diam-diam mengikuti Calista membantu Calista.
Bantuan yang mereka berikan sangat berarti buat Calista hingga tidak membutuhkan waktu lama Calista dan dua orang tersebut berhasil mengalahkan mereka.
"Cihhhhh ... Beraninya main keroyokan." Ucap Calista sambil tersenyum sinis.
"Terima kasih atas bantuannya." Ucap Calista ke arah empat pria tersebut.
"Sama-sama Nona." Jawab ke dua pria tersebut.
'Untung Nona tidak apa-apa kalau tidak bisa-bisa kami mendapatkan hukuman dari Tuan.' ucap ke pria pertama dalam hati.
'Untung Nona jago bela diri jadi Kami dengan mudah mengalahkan mereka.' Ucap pria ke dua dalam hati.
Selesai mengatakan hal itu Calista membalikkan badannya dan meninggalkan tempat tersebut berikut ke dua pria tersebut.
Wanita dan manager restoran tersebut menatap kepergian Calista sambil menahan amarahnya dan ingin membalas apa yang sudah dilakukan oleh Calista.
xxxxxxx
Calista berjalan sambil menahan amarahnya pasalnya dirinya di pecat padahal dirinya tidak melakukan kesalahan.
'Dasar wanita tidak tahu malu tidak dapat Kak Brian, pria bau tanah di embat juga demi membalaskan dendam. Padahal Kak Brian orang biasa saja sudah jadi incaran para wanita, bagaimana kalau Kak Brian jadi pria kaya? Pasti banyak wanita yang mengejar-ngejar.' Ucap Calista dalam hati sambil masih berjalan.
'Jika Kak Brian ternyata pria kaya maka aku tidak mau dekat dengan Kak Brian karena aku ingin hidup damai dan tidak jadi sasaran kebencian para wanita.' Sambung Calista dalam hati.
'Lebih baik aku pulang saja ke apartemen ingin istirahat. Mencari kontrakan nanti saja karena saat ini Aku lagi malas jalan-jalan. ' ucap Calista setelah beberapa saat berpikir.
Tidak berapa lama Calista menghentikan langkahnya karenq sudah berada di halte. Calista menghentikan bus lalu naik bus tersebut menuju ke apartemen milik Brian untuk menenangkan diri.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda tepatnya di perusahaan milik Brian di mana ke dua orang tuanya datang ke perusahaannya untuk berbicara.
"Sudah ketemu belum?" tanya Mommy Felicia.
"Pasti belum." Jawab Daddy Alvaro.
"Kalau belum lebih baik kami jodohkan saja dengan anak sahabat Mommy dan bisa dipastikan kamu dan anak sahabat Mommy cocok." Sambung Mommy Felicia.
"Jodohkan saja Mom karena Daddy ingin menggendong cucu." Ucap Daddy Alvaro.
"Mommy dan Daddy." Panggil Brian sambil tersenyum manis.
"Ya sayang." Jawab Mommy Felicia dan Daddy Alvaro bersamaan sambil tersenyum.
"Aish ... Brian bukan anak kecil lagi." Ucap Brian dengan wajah kesal.
"Pffftttt ... " Tawa ke dua orang tuanya.
__ADS_1
Brian hanya menatap kesal ke arah ke dua orang tuanya karena telah menertawakan dirinya sedangkan ke dua orang tuanya sangat senang menggoda anak-anak mereka.
"Bagi kami kamu masih anak kecil." ucap Daddy Alvaro.
"Brian bukan anak kecil Dad." Ucap Brian sambil memutar bola matanya dengan malas.
"Daddy tahu kamu memang sudah besar dan dewasa tapi bagi kami kamu tetap masih anak kecil." Ucap Daddy Alvaro bersikeras.
"Brian sudah menemukan jodoh, Mom, Dad." Ucap Brian tiba-tiba karena dirinya tidak ingin ditertawakan oleh ke dua orang tuanya dan di panggil anak kecil.
"Benarkah? kapan dikenalkan ke kami?" Tanya Mommy Felicia dengan wajah terkejut sekaligus senang.
"Suatu saat nanti Brian akan mengenalkan ke Mommy dan Daddy." Jawab Brian.
"Kenapa tidak sekarang saja? Tinggal di mana? Namanya siapa? Sejak kapan kenalnya?" Tanya Mommy Felicia dengan beruntun.
"Brian menyamar menjadi pria miskin jadi belum saatnya diperkenalkan sama Mommy dan Daddy. Mengenai tinggal dimana? Namanya Calista, Calista tinggal di apartemen milik Brian dan kami kenal baru kemarin." Jawab Brian.
"Apa kalian tinggal bersama?" Tanya Mommy Felicia memastikan.
"Iya Mom." Jawab Brian.
"Apa kalian sudah melakukan hubungan suami istri? Ingat Brian kalian berdua baru kenal, kalau wanita mau menyerahkan kehormatannya berarti bukan wanita baik-baik." Ucap Mommy Felicia.
"Sejujurnya kami hampir saja melakukan hubungan suami istri, Mom." Jawab Brian yang tidak bisa berbohong dengan ke dua orang tuanya.
Brian pun menceritakan kenapa dirinya dan Calista hampir melakukan hubungan suami istri sedangkan ke dua orang tuanya hanya diam mendengarkan cerita Brian.
"Itulah yang terjadi Mom." Jawab Brian mengakhiri ceritanya.
"Coba ceritakan awal kalian bertemu." Pinta Mommy Felicia.
Brian kembali bercerita awal bertemunya dengan Calista hingga mereka tinggal di apartemen milik Brian sedangkan ke dua orang tuanya menahan amarahnya terhadap para penghuni kontrakan karena telah mencaci maki Calista.
"Itulah Mom, Dad kenapa Brian membawa Calista ke apartemen milik Brian." Jawab Brian mengakhiri ceritanya.
"Kamu sudah selidiki masa lalu Calista?" Tanya Mommy Felicia.
"Sudah Mom, hidup Calista sangat menyedihkan sejak ibunya meninggal Ayah kandungnya menikah lagi dan Calista diperlakukan seperti pelayan." Jawab Brian.
"Ibunya Calista meninggal dunia disebabkan dirinya sangat terkejut sekaligus terpukul karena tidak mengira kalau suaminya selingkuh dan membawa selingkuhannya bersama anak mereka
"Apakah Ayahnya sama sekali tidak memarahi istrinya?" Tanya Mommy Felicia sambil menahan amarahnya terhadap keluarga Calista.
"Tidak Mom, Ayahnya sama sekali tidak perduli bahkan Ayahnya lebih perduli dengan anak dari selingkuhannya dan membiarkan istri dan anaknya menindas Calista." Jawab Brian sambil menahan amarahnya.
"Apa? Jahat banget mereka." Ucap Mommy Felicia sambil menahan amarahnya dan sedih karena hidup Calista penuh dengan kesedihan dalam waktu bersamaan.
"Bukan itu saja Mom, ketika Calista satu hari sebelum menikah calon suaminya selingkuh dengan adik tirinya.'' Ucap Brian.
__ADS_1
''Keluarga yang sangat cocok ibunya merebut Ayahnya Calista dan anaknya merebut calon suaminya Calista." Ucap Daddy Alvaro sambil masih menahan amarahnya.
"Betul kata Daddy." Jawab Mommy Felicia dan Brian bersamaan.
Ting
Ting
Tiba-tiba ponsel Brian berdering dua kali tanda ada dua pesan masuk membuat Brian mengambil ponselnya dari saku jasnya untuk melihat siapa yang mengirim pesan ke dirinya.
Brian membaca pesan dan juga gambar dari anak buahnya, setelah selesai membaca dan melihat gambar rahang Brian mengeras dengan wajah yang sangat menyeramkan. Brian mengetik sesuatu kemudian pesan tersebut terkirim.
"Ada apa Brian?" Tanya Daddy Alvaro yang melihat putranya menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya sambil menahan amarahnya.
"Calista hari ini seharusnya sudah bekerja menjadi koki di sebuah restoran tapi tiba-tiba manager restoran tersebut memecat Calista." Jawab Brian.
"Memang apa kesalahannya?" Tanya Mommy Felicia penasaran begitu pula dengan Daddy Alvaro.
"Tidak ada." Jawab Brian.
"Ceritakan lebih jelas." Pinta Daddy Alvaro yang ingin tahu lebih jelas dengan apa yang di alami oleh calon menantunya.
Daddy Alvaro dan Mommy Felicia sudah menyetujui hubungan putranya dengan Calista walau mereka belum mengenal dan bertemu dengan Calista.
"Ketika Calista datang dan bersiap untuk bekerja tiba-tiba datang manager restoran bersama seorang wanita. Manager tersebut mengatakan kalau Calista tidak boleh bekerja karena wanita di sebelahnya tidur bersamanya dan kalau Calista mau menjadi penghangat ranjangnya maka akan dipertimbangkan lagi." Ucap Brian sambil menggenggam erat ke dua tangannya untuk mengurangi emosinya.
"Calista tentu saja menolak dan menghina wanita itu hingga akhirnya Calista di keroyok sebanyak dua belas pegawai restoran." Sambung Brian.
"Apa? Kurang aj*r restoran itu harus kita beli kemudian mengusir mereka agar menjadi gemb*l." Ucap Daddy Alvaro sambil menahan amarahnya.
"Apa yang dikatakan Daddy benar terlebih Brian ingin membalas dendam ke wanita itu karena telah berani mengusik Calista." Ucap Brian.
"Apakah kamu mengenalnya?" Tanya Mommy Felicia karena melihat Brian sedang menahan amarahnya.
"Tentu saja Brian mengenalnya, wanita itu yang mengejar - ngejar Brian dan wanita itu pula yang membuat Calista terpaksa pergi dari rumah kontrakan karena wanita itu mengompori semua warga agar mengusir Calista." Jawab Brian.
"Mengenai wanita itu dan manager restoran biar Daddy dan Mommy yang urus karena yang lebih penting kamu sekarang pulang dan temani Calista karena saat ini pasti Calista sangat sedih." Ucap Daddy Alvaro.
"Betul sekali apa yang dikatakan oleh Daddy dan mengenai kalau Calista ingin bekerja di restoran menjadi koki, lebih baik pekerjakan Calista di restoran kita dan mulai besok bisa bekerja." Sambung Mommy Felicia.
"Oh ya mengenai kamu ingin memberikan pelajaran ke keluarganya Calista lebih baik di tahan dulu karena Daddy punya rencana untuk menjatuhkan mereka termasuk mantannya yang tidak tahu malu itu." Sambung Daddy Alvaro.
"Terima kasih banyak Mom, Dad." Jawab Brian sambil tersenyum bahagia karena ke dua orang tuanya tidak melarang dengan siapa dirinya mencintai seorang gadis terlebih ke dua orang tuanya melindungi Calista.
"Sama-sama." Jawab Daddy Alvaro.
"Tapi kami minta satu syarat dari mu." ucap Mommy Felicia tiba-tiba.
"Apa itu Mom?" Tanya Brian penasaran.
__ADS_1