
"Iya jadi jangan tebar pesona," ucap Clarisa jujur sambil melirik Adelio dengan tatapan kesal.
cup
"Jangan cemburu karena aku tidak memperdulikan mereka kecuali satu yaitu kamu," ucap Adelio kemudian mengecup bibir Clarisa tanpa memperdulikan tatapan gadis dan wanita lain.
"Malu," ucap Clarisa dengan pelan sambil mencubit pinggang Adelio.
Adelio sama sekali tidak merasakan sakit sama sekali, Adelio hanya tersenyum sambil mengacak rambut Clarisa dan tatapan matanya hanya menatap Clarisa membuat Clarisa bahagia dan nyaman bersama Adelio.
"Antriannya panjang sayangku duduk saja biar aku yang antri," ucap Adelio.
"Tidak apa-apa, santai saja," jawab Clarisa sambil tersenyum.
'Memang jauh banget kamu sama Valen kalau Valen mana mau mengantri seperti ini yang ada aku di suruh mengantri sedangkan Valen duduk sambil memainkan ponselnya.' ucap Adelio dalam hati.
"Darling kalau lelah, biar aku saja yang antri karena aku sudah terbiasa mengantri," ucap Clarisa.
"Sama aku juga terbiasa mengantri," jawab Adelio.
'Dulu demi Valen aku terpaksa mengantri karena menutupi identitas diriku sama seperti sekarang ini tapi setelah nanti kita bertemu dengan orang tuaku aku akan katakan siapa aku sebenarnya dan kita tidak akan mengantri seperti ini lagi," ucap Adelio dalam hati.
Setelah lama mengantri kini tiba giliran Adelio dan Clarisa, Clarisa membeli dua kue kesukaan ke dua calon mertuanya yang paling mahal di toko kue.
"Pakai ini ya pak," ucap Clarisa sambil membuka dompetnya kemudian memberikan kartu debit.
"Tidak usah biar aku yang membayarnya," ucap Adelio sambil membuka dompetnya.
"Jadi pakai yang mana nona, tuan?" tanya pemilik toko kue.
"Pakai ini aja pak," jawab Clarisa.
"Tidak pakai yang i..." ucapan Adelio terpotong oleh Clarisa.
"Darling, kalau darling yang membayar berarti darling yang membelinya padahal aku ingin sekali membelinya untuk diberikan ke dua calon mertuaku dengan menggunakan uangku sendiri," Ucap Clarisa.
"Baiklah, tapi lain kali pakai uangku," ucap Adelio.
"Ok," jawab Clarisa sambil tersenyum.
'Tidak salah aku memilihmu menjadi pendamping hidup ku," ucap Adelio dalam hati sambil mengusap rambut Clarisa dengan lembut.
Selesai membayar mereka keluar dari toko roti menuju ke arah mobil. Kini mereka sudah berada di mobil, Clarisa meletakkan 2 box kue di kursi belakang sedangkan Adelio mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah orangtuanya.
"Clarisa jika aku jujur apakah kamu marah?" tanya Adelio.
__ADS_1
"Justru aku sangat tidak suka jika aku dibohongi, aku sudah menjawab semua pertanyaan darling dengan jujur karena aku tidak ingin ada kebohongan dengan hubungan kita," Jawab Clarisa.
glek
Adelio menelan saliva nya dengan kasar karena dirinya banyak berbohong membuat Adelio terpaksa mengatakan siapa dirinya yang sebenarnya tapi mengenai Valen dirinya belum siap.
"Sebenarnya orang tua ku sangat kaya begitu pula dengan ku," ucap Adelio.
Clarisa sangat terkejut membuat Clarisa memalingkan wajahnya ke arah Adelio.
"Darling tidak bercanda?" tanya Clarisa tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya.
"Aku serius," jawab Adelio.
"Kenapa darling membohongi aku?" tanya Clarisa dengan wajah kecewa.
"Maaf, aku tidak bermaksud membohongi dirimu. Aku melakukan itu ingin mengetes apakah kamu mencintaiku apa adanya atau hanya karena hartaku," jawab Adelio.
"Apakah selain aku ada juga wanita yang kak Adelio kenal di tes juga?" tanya Clarisa dengan wajah kecewa dan langsung merubah panggilan Adelio dari darling menjadi kak Adelio.
"Kenapa sayangku merubah panggilan darling jadi kak Adelio?" tanya Adelio yang tidak menjawab pertanyaan Clarisa.
"Jawab saja pertanyaan aku dulu selain aku apakah ada wanita lain yang di tes oleh kak Adelio? Ingat kak aku paling tidak suka dibohongi," ucap Clarisa.
"Ada satu orang lagi," jawab Adelio dengan jujur.
"Dia diam saja tanpa ada komentar," jawab Adelio.
"Apakah kak Adelio mencintainya dan pernah melakukan hubungan suami istri seperti yang kita lakukan?" tanya Clarisa dengan suara gemetar sambil menahan agar air matanya tidak keluar.
"Awalnya iya tapi perasaan itu hilang sejak aku mengenalmu dan mengenai hubungan suami istri hanya sama kamu," jawab Adelio dengan jujur sambil menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Adelio melepaskan seat belt nya kemudian memeluk tubuh mungil Clarisa hingga akhirnya Clarisa mengeluarkan air mata nya yang sejak tadi di tahannya.
"Sebelum kita memutuskan untuk menikah pikirkan sekali lagi karena aku tidak ingin terluka. Aku tidak akan marah jika kak Adelio menikah dengan wanita lain," ucap Clarisa dengan suara tercekat dan air matanya tidak berhenti keluar.
"Maafkan aku kalau tidak jujur padamu dan aku tetap akan menikah dengan mu dan setia padamu," jawab Adelio sambil mendorong tubuh Clarisa kemudian menghapus ke dua air matanya.
"Aku sangat mencintaimu dan tidak ada wanita lain selain dirimu. Aku ingin kita menikah secepatnya dan hidup bahagia bersama anak - anak kita nantinya." sambung Adelio sambil menatap mata indah Clarisa.
Clarisa menatap mata Adelio yang sedang menatapnya dan tidak ada kebohongan di matanya membuat Clarisa memeluk Adelio dan Adelio pun membalas pelukannya.
"Aku percaya padamu dan aku mohon jangan lukai aku," Mohon Clarisa.
"Terima kasih sudah percaya padaku dan Aku janji tidak akan mungkin melukaimu karena Aku sangat mencintaimu," ucap Adelio.
__ADS_1
Clarisa hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama mereka melepaskan pelukannya. Adelio kembali memasang sealt belt kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke rumah orang tuanya.
'Untuk sementara ini Aku belum bisa mengatakan masalah Valen. Tapi Aku akan menghubungi anak buah ku yang di sana apa yang dilakukan oleh Valen untuk berjaga - jaga jika Valen mengusik hubungan kami.' ucap Adelio dalam hati.
Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai. Clarisa menatap mansion yang sangat mewah dan lebih besar dari miliknya kemudian mereka berdua turun dari mobil.
"Apakah orang tua darling menyetujui hubungan kita?" tanya Clarisa sambil mengambil dua kotak kue.
"Aku saja yang membawanya," ucap Adelio sambil mengambil dua kotak kue yang di pegang oleh Clarisa setelah dirinya menutup pintu mobil.
"Tenang saja, orang tuaku tidak pernah mempermasalahkan dengan siapa Aku akan menikah," sambung Adelio sambil berjalan di samping Clarisa.
"Syukurlah karena aku sangat takut jika orang tua darling menolak diriku," ucap Clarisa.
"Tidak perlu takut, orang tuaku tidak makan orang kok," ucap Adelio sambil tersenyum.
"Kalau makan orang serem dong," ucap Clarisa sambil tersenyum.
Adelio hanya tersenyum mendengar ucapan Clarisa sambil masih berjalan hingga di depan pintu utama.
"Selamat datang tuan muda dan nona muda," sapa dua bodyguard sambil membuka pintu utama.
"Terima kasih," jawab Clarisa dengan ramah sambil tersenyum.
"Sama-sama nona," jawab bodyguard tersebut.
'Baru kali ini tuan muda membawa seorang gadis dan gadis itu sangat sopan dan ramah sama seperti nyonya besar dan aku harap Tuan Muda dan Nona Muda segera menikah karena wajah Tuan tidak seperti biasanya yang selalu dingin dan datar.' ucap bodyguard tersebut dalam hati.
"Selamat datang Tuan Muda dan Nona Muda," sapa kepala pelayan yang menunggu di depan pintu utama.
"Mommy dan Daddy ada di mana?" tanya Adelio.
"Ada di ruang keluarga tuan muda," jawab kepala pelayan.
"Ok," jawab Adelio singkat.
"Mari paman," ucap Clarisa sambil tersenyum.
"Silahkan nona," ucap kepala pelayan dengan wajah terkejut.
'Baru kali ini Tuan Muda membawa seorang gadis dan gadis itu sangat sopan dan ramah sama seperti nyonya besar dan aku harap tuan dan nona segera menikah karena wajah tuan tidak seperti biasanya yang selalu dingin dan datar," ucap kepala pelayan tersebut dalam hati.
Adelio dan Clarisa berjalan ke arah ruang keluarga hingga mereka melihat sepasang suami istri sedang mengobrol sambil berpelukan dari arah samping.
"Adelio," panggil ke dua orang tuanya serempak dengan wajah terkejut karena putra sulungnya jarang datang ke mansion terlebih membawa seorang gadis.
__ADS_1
"Halo Mommy dan Daddy." panggil Adelio sambil tersenyum manis.
Adelio dan Clarisa berjalan ke arah mereka kemudian Adelio meletakkan dua dus kue di meja lalu mencium punggung tangan ke dua orang tuanya begitu pula dengan Clarisa secara bergantian.