Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Bagian Dari Keluarga


__ADS_3

"Kenapa harus menyesal? Kami sangat bahagia jika Kak Calista bisa menikah dengan Kak Brian." Jawab Brigitha sambil tersenyum.


"Betul apa yang dikatakan Kak Brigitha kalau Kami maupun keluarga Kami sangat setuju jika Kak Calista bisa menikah dengan Kak Brian." Sambung Briana.


"Bukankah Kakak tidak memberikan contoh yang baik buat Kalian?" Tanya Calista.


"Maksud Kakak?" Tanya Brigitha dan Briana bersamaan.


"Kakak berbicara dengan orang tua dengan suara keras dan memaki orang tua. Bukankah itu contoh yang tidak baik?" Tanya Calista dengan mata berkaca-kaca.


Grep


"Tergantung Kak, kalau mempunyai Ayah seperti itu sudah sepantasnya dimarahin karena tidak bersikap adil dengan ke dua putrinya dan ..." ucapan Briana terputus ketika tangannya di genggam oleh Brigitha.


Briana yang mengerti langsung terdiam terlebih terlihat jelas ketika melihat wajah kesedihan Calista.


"Kami mengerti kenapa Kak Calista seperti itu jadi lupakan saja apa yang telah terjadi. Mulai sekarang Kak Calista menatap masa depan bersama Kak Brian dan keluarga baru Kakak yang sangat tulus menyayangi Kak Calista." Ucap Brigitha.


"Apa yang dikatakan Brigitha benar, lupakan apa yang telah terjadi dan menatap lah masa depan Kita yang penuh kebahagiaan." Ucap Brian.

__ADS_1


"Aku setuju dengan apa yang dikatakan Kak Brian dan Kak Brigitha. Mulai sekarang dan seterusnya Kak Brigitha merupakan bagian dari keluarga Kami." Sambung Briana.


"Terima kasih banyak karena telah menerima diriku sebagai bagian dari keluarga Kalian." Ucap Brigitha terharu.


"Sama-sama Kak." Jawab Brigitha dan Briana bersamaan.


"Sekarang Kita sudah sampai di apartemen milik Kami." Ucap Brigitha sambil mematikan mesin mobil.


"Oh ya Kak Brian dan Kak Calista, maaf Kami pergi dulu jadi Kak Brian dan Kak Calista masuk saja dulu ke apartemen milik Kami." Ucap Briana.


"Kalian mau kemana?" Tanya Brian.


"Ok." Jawab Brian singkat sambil membuka pintu mobil begitu pula dengan Calista.


"Hati-hati di jalan." Ucap Calista sambil turun dari mobil kemudian menutup pintu belakang pengemudi begitu pula dengan Brian.


"Baik Kak, terima kasih." Ucap Brigitha dam Briana bersamaan sambil melambaikan tangannya.


Brian dan Calista masuk ke dalam apartemen milik Brigitha dan Briana namun sebelumnya Brian menekan tombol pin apartemennya.

__ADS_1


Ke lima anak kembar dan orang tuanya tahu nomer pin apartemen masing-masing karena mereka tidak menyembunyikan rahasia. Jadi siapa saja boleh masuk ke apartemen milik mereka.


"Kak Brian." Panggil Calista sambil masuk ke dalam apartemen.


"Ya." Jawab Brian.


"Kak Brian hapal nomer pin apartemen Brigitha dan Briana?" Tanya Calista.


"Tentu saja karena Kakak kadang menginap di sini bersama Bruno dan Benediktus untuk membicarakan kerja sama bisnis atau membicarakan tentang acara ulang tahun pernikahan orang tua Kakak dan lain sebagainya." Jawab Brian.


"Kadang Kami menginap di sini, kadang di apartemen Kakak dan kadang di apartemen Kak Bruno atau Benediktus." Sambung Brian.


"Senang banget ya punya saudara akur." Ucap Calista.


"Tentu saja, Kamu tidur di kamar Kakak saja." Ucap Brian sambil menaiki anak tangga satu demi satu.


"Nanti kalau Kak Brian menginap bagaimana?" Tanya Calista.


"Sepertinya Kakak tidak boleh menginap di apartemen ini." Ucap Brian.

__ADS_1


"Lho kenapa?" Tanya Calista dengan wajah terkejut.


__ADS_2