
"Mommy tahu akan kesedihan Daddy tapi Mommy mohon agar jiwa psychophat Daddy tidur kembali," mohon Mommy Calista.
Daddy Brian hanya diam hingga beberapa saat kemudian Daddy Brian dan Mommy Calista melepaskan pelukannya bersamaan mata Daddy Brian berubah menjadi biru.
"Daddy gendong," ucap Mommy Calista dengan nada manja.
'Maaf Daddy, Mommy melakukan ini agar Daddy tidak sedih dan marah secara bersamaan.' ucap Mommy Calista dalam hati.
"Mommy kok tumben manja?" tanya Daddy Brian.
"Bukan Mommy yang manja tapi ke dua anak Daddy yang manja," jawab Mommy Calista sambil membelai perutnya.
Whushh
"Anak - anak Daddy sayang banget dan manja sama Daddy ya?" tanya Daddy Brian.
"Benar Daddy, kami ingin di manja sama Daddy yang tampan," ucap Mommy Calista dengan suara mirip anak kecil.
"Pffftttt ... hahahaha..." tawa pecah Daddy Brian.
Mommy Calista ikut tersenyum sambil memberikan kode ke putra sulungnya Adelio dan Adelio yang mengerti hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
'Aku sangat senang melihat ke dua orang tuaku selalu rukun dan romantis. Nanti aku akan tanyakan sama Mommy mengenai Daddy kenapa sepasang mata Daddy bisa berubah menjadi merah," ucap Adelio dalam hati sambil menatap kepergian ke dua orang tuanya menuju ke ruang perawatan.
Dua jam menunggu akhirnya pintu UGD terbuka tampak dokter dengan wajah lelahnya berdiri di depan pintu UGD sedangkan Adelio yang melihat pintu UGD terbuka membuat Adelio langsung berjalan ke arah dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan istriku Dok?" tanya Adelio dengan wajah kuatir.
"Keadaan Istri Tuan baik-baik saja begitu pula dengan ke dua janinnya hanya saja lain kali tolong jangan membuat Istri Tuan stres ataupun sedih karena bisa membahayakan Istri Tuan maupun ke dua janin Tuan dan Nyonya," jawab dokter tersebut.
"Baik dok, boleh aku melihatnya?" tanya Adelio.
"Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan," jawab dokter tersebut.
"Baik Dok dan satukan ruangan bersama Mommy ku," pinta Adelio.
"Baik Tuan," jawab dokter tersebut.
"Kalau begitu Saya permisi dulu ingin mengecek pasien lainnya," sambung dokter tersebut.
Adelio hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter itupun pergi meninggalkan Adelio. Tidak berapa lama pintu ruangan UGD terbuka lebar dan dua perawat mendorong brangkar di mana Clarisa berbaring menuju ke ruang perawatan.
"Clarisa dan dua Cucu Oma dan Opa baik-baik saja kan?" tanya Mommy Calista ketika melihat Clarisa baru saja masuk ke ruang perawatan dan diletakkan di sampingnya sesuai permintaan Mommy Calista agar dirinya bisa menggenggam tangan Clarisa.
"Baik-baik saja Mom hanya saja dokter mengatakan jangan membuat Clarisa sedih dan stress karena bisa membahayakan Clarisa dan anak kami," jawab Adelio menjelaskan.
"Jika Clarisa sadar jangan ungkit masalah orang tua Ririn dan jangan sakiti hatinya," pinta Mommy Calista yang tidak tega melihat nasib Clarisa
"Baik Mom, Adelio akan mengingatnya dan terima kasih buat Mommy dan Daddy yang selalu mendukung hubungan Adelio dengan Clarisa dan juga menasehati Adelio," ucap Adelio yang sangat bahagia karena ke dua orang tuanya sangat baik.
"Eugghhhh.." Lenguh Clarisa sambil perlahan membuka matanya sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.
"Aku di mana?" tanya Clarisa sambil melihat sekeliling ruangan yang masih terlihat samar-samar.
"Kamu masih di rumah sakit," jawab Adelio sambil menggenggam tangan istrinya
Clarisa menatap ke arah Adelio yang sudah terlihat dengan jelas, suami yang sangat dicintainya sepenuh hatinya. Hatinya sangat terluka mendengar ucapan ke dua orang tua Ririn.
"Kak Adelio," panggil Clarisa dengan mata berkaca-kaca.
"Ya," jawab Adelio singkat.
"Jika Kak Adelio menyesal menikah denganku dan menemukan pengganti ku maka aku rela kita berpisah asalkan Kak Adelio bahagia maka aku ikut bahagia," jawab Clarisa yang bertentangan dengan kata hatinya.
"Lalu bagaimana dengan anak kita?" tanya Adelio yang ingin tahu jawaban Clarisa.
"Aku akan mempertahankan agar ke dua anak kita lahir setelah itu terserah Kak Adelio." Jawab Clarisa.
__ADS_1
"Maksudnya?" Tanya Adelio penasaran.
"Maksudnya apakah Kak Adelio akan mengambil ke dua anak kita dan mengusirku maka aku akan melakukannya yaitu pergi menjauh dari kehidupan Kak Adelio karena kebahagiaan Kak Adelio merupakan kebahagiaanku." Jawab Clarisa dengan suara tercekat.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Adelio yang masih penasaran.
"Aku akan menyusul Oma dan Opa karena hanya Opa dan Oma yang sangat sayang dan tulus sama Clarisa," jawab Clarisa dan tidak berapa lama air matanya keluar.
"Aku sangat lelah Kak ingin tidur," sambung Clarisa sambil memejamkan matanya namun tanpa disadari oleh Adelio, Daddy Brian dan Mommy Calista kalau Clarisa menggigit lidahnya.
Hatinya sangat hancur akibat ulah orang tua Ririn yang egois dan serakah di tambah sahabatnya yang sangat disayanginya malah membenci dirinya padahal dirinya yang menjadi korban kejahatannya.
Selain itu Clarisa melihat wajah Daddy Brian dan Adelio mendadak berubah menjadi dingin dan seperti menahan amarahnya di tambah wajah datar Mereka.
Clarisa mengira Daddy Brian dan Adelio membenci dirinya padahal Daddy Brian dan Adelio menahan amarahnya, dingin dan berwajah datar ditujukan untuk Ririn dan orang tua Ririn.
Clarisa yang sedang hamil tentu saja menjadi sensitif membuat Clarisa ingin mengakhiri hidupnya karena tidak ada yang menyayangi dirinya membuat Clarisa sangat lelah.
Grep
"Clarisa, aku tidak mungkin menceraikan dirimu ataupun mencari pengganti dirimu karena aku sangat mencintaimu dengan sangat tulus. Jadi jangan katakan kalau kamu sangat lelah dan ingin menyusul Oma dan Opa mu karena aku tidak sanggup kehilangan dirimu," ucap Adelio sambil memeluk tubuh istrinya.
Hening
Hening
"Clarisa," panggil Adelio sambil melepaskan pelukannya dan melihat bibir Clarisa mengeluarkan darah segar.
"Clarisa!!!" teriak Adelio sambil membuka ke dua mulut Clarisa dan melihat lidah Clarisa terluka akibat lidahnya di gigit.
"Ada apa Adelio?" tanya Daddy Brian dengan wajah terkejut.
"Daddy, tolong tekan tombol darurat," pinta Adelio tanpa menjawab pertanyaan Daddy Brian.
"Baik," jawab Daddy Brian sambil menekan tombol darurat
"Apa??" teriak ke duanya dengan serempak.
"Clarisa, aku mohon kamu harus kuat demi ke dua anak kita. Aku tidak sanggup kehilanganmu," mohon Adelio dengan air mata tidak berhenti keluar.
Ceklek
Tidak berapa lama pintu ruang perawatan di buka dan tampak datang dokter dan perawat. Sebelum dokter bertanya Daddy Brian langsung meminta dokter untuk memeriksa keadaan Clarisa.
Dokter tersebut melakukan tindakan pertama kemudian dibawa ke ruang UGD di mana peralatan dokter lebih lengkap.
Hingga tiga jam kemudian Clarisa sudah kembali ke ruang perawatan dan Adelio kembali menggenggam tangan Clarisa sambil kembali mengecup punggung tangan Clarisa.
Hingga lima belas menit kemudian Clarisa membuka matanya sambil meringis menahan rasa sakit pada lidahnya.
"Clarisa, aku mohon jangan lakukan itu lagi karena aku tidak sanggup kehilangan dirimu," Mohon Adelio.
"Lidahmu masih sakit jangan bicara dulu," ucap Adelio yang melihat Clarisa membuka mulutnya.
"Clarisa, jangan pernah menganggap kalau kamu hidup sendiri karena kamu masih mempunyai Adelio, Mommy, Daddy dan Adelia yang menyayangi dirimu dengan tulus." ucap Mommy Calista sambil menggenggam tangan kiri Clarisa karena Adelio menggenggam tangan kanan Clarisa.
"Lupakanlah Mereka karena Mereka tidak pantas untuk Kamu ingat dan membuatmu terluka. Ingatlah masih ada Kami yang sangat tulus mencintaimu terlebih sebentar lagi kalian akan mempunyai dua anak kembar," sambung Daddy Brian.
"Apakah kamu tidak ingin kita bisa membeli pakaian bayi bersama ketika usia kandungan sudah besar? Kita bisa belanja sepuas hati kita dengan ditemani para suami," sambung Mommy Calista.
Clarisa hanya menganggukkan kepalanya sambil air matanya keluar karena dirinya sangat terharu mempunyai suami dan ke dua mertuanya yang sangat baik dan tulus menyayangi dirinya.
"Sstttttt... Jangan menangis, maaf kalau tadi aku bertanya seperti itu karena Aku hanya ingin tahu seberapa besar cintamu padaku. Kini aku percaya padamu kalau Kamu sangat tulus mencintaiku dan apapun kata orang Aku percaya padamu kalau kamu tidak mungkin mencelakai ke dua orang tuaku," ucap Adelio sambil menghapus air mata istrinya.
'Kak Adelio, jika seandainya ada orang yang ingin mencelakai orang tua Kak Adelio, Kak Adelio dan Adelia maka Aku orang pertama yang menjadi tameng orang tuamu dan melawan mereka. Sekalipun orang itu adalah ke dua orang tuanya Ririn sekalipun walau nyawa menjadi taruhannya," ucap Clarisa dalam hati.
xxxxxxx
__ADS_1
Delapan Bulan Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya, hubungan Adelio dengan Clarisa semakin bertambah romantis di tambah sebentar lagi Clarisa akan melahirkan dua anak kembar perempuan sedangkan Mommy Calista akan melahirkan bayi perempuan dan bayi laki-laki.
"Clarisa, Mommy kok pengen beli baju bayi lagi ya," ucap Mommy Calista ketika Clarisa berkunjung ke mansion milik Daddy Brian.
"Clarisa juga Mom," jawab Clarisa.
"Kita pergi ke mall yuk," ajak Mommy Calista.
"Ayuk," jawab Clarisa singkat.
"Ayuk kemana nih?" tanya Adelia yang tiba-tiba datang sambil tersenyum.
Usia kandungan Mommy Calista dan Clarisa sama-sama sembilan bulan dan tinggal menunggu waktu.
"Mommy dan Clarisa mau pergi ke mall mau beli baju bayi lagi," jawab Mommy Calista.
"Aku ikut," jawab Adelia.
"Ok," jawab Mommy Calista.
Ke dua wanita hamil dan satu gadis naik satu mobil dengan di antar oleh bodyguard milik Daddy Brian menuju ke mall. Hingga dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai di mall. Ke tiga wanita tersebut berjalan dengan di temani delapan bodyguard yang melindungi ke dua Ibu hamil dan satu gadis.
Mereka bertiga langsung pergi ke toko khusus pakaian bayi, Mommy Calista dan Clarisa memilih pakaian bayi sedangkan Adelia hanya melihat - lihat.
'Ahhhh... Jadi ingin menikah lalu hamil dan memilih pakaian bayi yang sangat lucu dan imut.' Ucap Adelia dalam hati.
Mereka bertiga sambil sesekali tertawa bersama dan tanpa mereka sadari kalau ada dua pasang mata menatap ke arah Mommy Calista dan Clarisa dengan penuh kebencian.
"Clarisa, apakah kalian sudah menemukan barang yang kalian cari?" tanya Mommy Calista.
"Sudah Mom," jawab Clarisa sambil tersenyum.
"Kalau begitu kita pulang yuk," ajak Mommy Calista yang merasa perutnya mulai kram.
"Baik Mom," jawab Clarisa.
Ke tiga wanita tersebut keluar dari toko pakaian bayi dan berjalan ke arah parkiran mobil hingga tanpa sengaja Clarisa melihat Ayahnya Ririn yang bernama Moko sedang berjalan ke arah Mommy Calista sambil membawa pisau lipat.
"Paman, lindungi kami," pinta Clarisa sambil menunjuk ke arah Moko yang sedang membawa pisau lipat.
"Baik Nona," jawab ke dua bodyguardnya serempak.
Dua orang bodyguard langsung berjalan ke arah Moko sedangkan Mommy Calista dan Adelia sangat terkejut dengan apa yang barusan terjadi.
"Perut Mommy kram dan sepertinya mau melahirkan," ucap Mommy Calista sambil mengusap perutnya.
"Apa? Paman tolong bantu Mommy," ucap Adelia dan Clarisa bersamaan.
"Baik," jawab ke tiga bodyguard tersebut dengan serempak.
"Aku akan menghubungi Daddy," ucap Adelia sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi Daddy Brian dan sambungan pertama langsung di angkat.
("Ada apa Adelia?" tanya Daddy Brian karena tidak biasanya putrinya menghubungi dirinya terlebih saat ini Daddy Brian dan Adelio sedang meeting bersama klien bisnisnya).
("Daddy, Mommy, Kak Clarisa dan Aku berada di mall. Mommy mendadak perutnya sakit dan kami akan membawanya ke rumah sakit." jawab Adelia menjelaskan).
("Apa? Daddy akan pergi ke rumah sakit milik keluarga kita." ucap Daddy Brian dengan nada terkejut sekaligus kuatir sambil turun dari kursi kebesarannya).
(''Selain itu Dad, Ayahnya Ririn datang membawa pisau lipat untuk mencelakai kami untunglah kak Clarisa melihatnya dan kini di tangkap sama dua bodyguard milik kak Adelio." ucap Adelia menjelaskan).
("Apa? Kurang aj*r, bawa pria tidak tahu diri itu ke markas Adelio!" perintah Daddy Brian sambil menahan amarahnya dan berjalan ke arah pintu untuk meninggalkan ruang meeting).
("Maaf Tuan, keluarga kami lagi ada masalah nanti kita sambung pembicaraan kita." ucap Adelio yang melihat Daddy Brian sedang berjalan ke arah pintu).
("Santai saja tuan." jawab pria tersebut).
__ADS_1