Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Terekam


__ADS_3

"Pertama wanita mu x rax han itu serumah dengan Kakak mu dan ke dua pasti wanita mu x rax han itu menginginkan semua harta Kakakmu." Jawab Veni yang ingin Brigitha dan Briana tidak menyetujui Kakaknya berhubungan dengan Calista.


''Aku setuju apa yang dikatakan Veni, lebih baik kamu bilang ke dua orang tuamu kalau ada wanita ular yang mencoba mendekati Kakak kembarmu." Sambung Ririn yang juga berusaha mempengaruhi Brigitha dan Briana.


"Aku juga setuju, lebih baik bilang ke dua orang tuamu sebelum wanita ular itu hamil dan meminta Kak Brian bertanggung jawab padahal belum tentu wanita yang tidak tahu diri itu hamil dengan Kakak mu karena bisa saja hamil sama pria lain." Sambung Valen yang berusaha agar Brigitha dan Briana terpengaruh dan membenci Calista.


"Aku juga setuju perkataan Ririn, Valen dan Veni." Sambung Bertha.


"Kalian katakan saja pada Kakak kembarku karena aku percaya sama pilihan Kakak." Jawab Brigitha dan Briana dengan nada tegas.


Brigitha dan Briana mengatakan hal itu karena Brian sudah mengatakan ke dirinya terlebih Brian akan menjelaskan di mansion milik orang tuanya oleh sebab itu Brigitha dan Briana tidak ingin ikut campur.


"Kok kamu bela dia sih!" teriak Ririn, Valen, Veni dan Bertha bersamaan.


"Cukup! Lebih baik kalian keluar dari mobilku dan mulai besok kalian tidak usah bekerja di perusahaan milikku." ucap Brigitha dan Briana dengan nada ikut tinggi.


Ririn, Valen, Veni dan Bertha sangat terkejut karena selama ini Brigitha dan Briana tidak pernah bicara dengan nada tinggi dan tidak pernah marah. Brigitha dan Briana tipikal humoris dan tidak pernah menaruh dendam.


Tanpa sepengetahuan mereka dan orang lain kalau sifat Brigitha dan Briana gabungan antara sifat ke dua orang tuanya. Mommy Felicia, wanita yang humoris, mau memaafkan kesalahan orang lain dan tidak dendam sedangkan Daddy Alvaro adalah seorang keturunan mafia dan barang siapa yang menyakiti perasaannya dan bicara nada tinggi maka musuh akan berakhir kematian.


Karena itulah ketika ada yang bicara dengan nada tinggi maka Brigitha dan Briana ikut bicara dengan nada tinggi mengikuti sifat Daddy Alvaro hanya bedanya ke dua anak kembarnya yaitu Brigitha dan Briana tidak menyiksa ataupun membunuhnya.


Untuk saat ini belum tapi entah kapan mungkin saja Brigitha dan Briana akan melakukannya karena ke duanya ada keturunan seorang mafia pembunuh berdarah dingin yang sangat ditakuti oleh musuh-musuhnya menuruni sifat dari Daddy Alvaro, Ayah kandung mereka.


"Kok kamu marah? Akukan hanya kesal karena kamu membela wanita mu x ra x han itu." Ucap Veni dengan nada kesal.


"Betul." sambung ke tiga gadis itu bersamaan.

__ADS_1


"Bagaimana tidak marah? Kalian berempat berbicara dengan nada tinggi, aku itu tidak suka. Hari ini kalian naik taksi saja karena aku ingin menyendiri." Ucap Brigitha setelah dirinya sudah mulai tenang.


"Apa yang dikatakan Kakak kembarku benar, lebih baik kalian pulanglah naik taksi karena saat ini Kami ingin menenangkan diri." Sambung Briana.


"Tapikan katanya kita mau pergi ke mall, kok batal." Ucap Veni.


"Iya kok batal?" Tanya ke tiga gadis tersebut bersamaan.


"Kami berdua lagi malas pergi dan ingin menyendiri." Ucap Brigitha dan Briana bersama sambil berusaha untuk bersabar.


Brak


"Kamu kenapa sih? Gara-gara wanita yang tidak tahu diri itu rencana kita jadi batal." Ucap Veni dengan nada kesal sambil turun dari mobil kemudian menutup pintu mobil dengan kencang.


Brak


Brak


Brak


"Mulai besok aku tidak akan bekerja di perusahaan milikmu." sambung Ririn dengan nada mengancam sambil membanting pintu mobil.


'Aku yakin dengan ancaman ini membuat Brigitha


dan Briana berubah pikiran.' sambung Ririn dalam hati.


"Aku juga berhenti kerja." Ucap ke tiga temannya bersamaan.

__ADS_1


'Aku sangat yakin Brigitha dan Briana tidak mungkin memecat kami berempat.' sambung ke tiga temannya dalam hati.


Ke empat gadis tersebut tidak menyadari kalau kesalahannya sangat fatal karena Brigitha dan Briana sangat membenci ke empat sahabatnya dan ingin menyumpal mulut ke empat gadis tersebut namun berusaha untuk di tahan.


Amarah Brigitha disalurkan dengan menggenggam erat stir mobilnya ketika pintu mobilnya di banting oleh ke empat sahabatnya. Sedangkan Briana menatap tajam satu persatu ke empat sahabatnya sambil menggenggam erat ke dua tangannya.


"Baik, mulai sekarang dan seterusnya kalian tidak usah bekerja di perusahaan Kami." Ucap Briana sambil menatap tajam satu persatu ke empat sahabatnya secara bergantian.


"Mulai sekarang dan seterusnya persahabatan kita putus sampai di sini, anggap saja kita tidak saling kenal." Ucap Brigitha sambil menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan mereka berempat di apartemen milik Brian.


"Brigitha dan Briana!" teriak ke empat gadis tersebut bersamaan.


"Akhhhhhhhh... Si*l, gara - gara wanita yang tidak tahu diri Kita di pecat dan persahabatan kita putus." Ucap Ririn dengan nada frustrasi.


"Tenang saja aku sangat yakin Brigitha


dan Briana tidak mungkin melakukan hal itu yaitu memecat kita dan memutuskan persahabatan karena kita sudah kenal sejak kita masih sekolah hingga lulus kuliah yang sama." Ucap Valen penuh percaya diri.


"Betul kata Valen, tidak mungkin Brigitha


dan Briana melakukan itu paling besok menghubungi kita." sambung Veni yang juga percaya diri.


"Betul juga kata kalian dan jika besok Brigitha


dan Briana menghubungi kita jangan ada yang mengangkat karena aku ingin dia mengemis di depan kita." Ucap Ririn yang kesal dengan sikap Brigitha dan Briana.


"Aku setuju, sekarang kita pergi dari sini." Ucap Bertha.

__ADS_1


"Ok." Jawab ke tiga gadis tersebut.


Merekapun pergi meninggalkan tempat tersebut dengan berjalan kaki menuju ke jalan raya untuk memesan taksi tanpa menyadari kalau percakapan mereka terekam di cctv tepat di depan dan belakang mereka terlebih suara mereka terdengar dengan jelas.


__ADS_2