Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Aku sangat mencintaimu


__ADS_3

"Karena nanti Kakak di jewer sama Mommy dan Daddy." Jawab Brian.


Calista tersenyum mendengar ucapan Brian dan dirinya sangat bersyukur sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarga besar Brian.


"Setelah Kita menikah, apa yang Kamu inginkan?" Tanya Brian penasaran.


"Tidak ada." Jawab Calista.


Ceklek


"Kok tidak ada? Biasanya jika menikah dengan suami kaya ingin jalan-jalan keluar negri atau setiap hari belanja." Ucap Brian sambil membuka pintu kamarnya yang tidak pernah terkunci kemudian mendorong pintu kamarnya.


"Sudah menikah dengan Kak Brian dan menjadi salah satu bagian dari keluarga besar Kak Brian saja itu sudah lebih dari kata cukup dan Aku tidak ingin serakah." Jawab Calista sambil masuk ke dalam kamar diikuti oleh Brian.


Brian tersenyum mendengar ucapan Calista dalam hatinya tidak salah memilih Calista sebagai pendampingnya.


Kini Brian dan Calista berada di dalam kamar milik Brian. Calista yang sejak tadi menahan rasa sedih berbaring di ranjang membuat Brian ikut berbaring di ranjang.


"Kak Marcel, aku ingin memeluk Kak Brian boleh?" Tanya Calista penuh harap.

__ADS_1


"Tentu saja boleh." Jawab Brian yang tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Calista.


Calista menaiki tubuh Brian dan memeluknya dengan erat hal itu membuat Brian sangat terkejut namun dirinya tidak mungkin mendorong tubuh Calista.


Brian membiarkan apa yang dilakukan oleh Calista hingga Brian merasakan bajunya basah dan dirinya tahu kalau Calista menangis membuat Brian membalas pelukan Calista.


"Hiks... Hiks ... Hiks ..." Isak Calista.


"Sttttt... sudah jangan menangis." Ucap Brian sambil membelai punggung Calista.


"Sejak dulu aku selalu mengalah dan diperlakukan tidak adil hingga akhirnya aku pergi dari rumah. Tapi kenapa mereka selalu mengusik hidupku hingga sekarang padahal aku tidak pernah mengusiknya." ucap Calista.


"Semua harta milik keluarga Mommy Ku dikuasai oleh mereka hingga akhirnya mereka bangkrut dan hidup sederhana. Bukan itu saja mereka juga merebut mantan calon suamiku dan menikah dengannya. Lagi-lagi aku mengalah namun mereka belum juga puas, di manapun aku berada mereka selalu ada dan membuatku berhenti dari pekerjaanku." sambung Calista.


Grep


"Ya." Jawab Calista singkat dengan air mata tidak berhenti keluar.


"Mulai sekarang dan seterusnya jangan pernah menyebut mantan calon suamiku karena Kakak sangat cemburu dan hari ini kamu sudah menyebut nama pria itu sebanyak dua kali." Ucap Brian jujur.

__ADS_1


"Maaf, aku janji tidak akan mengatakannya." Ucap Calista sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Marcel.


Cup


"Terima kasih, aku sangat bahagia bisa memiliki pria sebaik Kak Marcel." bisik Calista kemudian mencium leher Brian sambil melepaskan satu persatu kemeja milik Marcel.


Brian memejamkan matanya menikmati sentuhan Brian hingga Brian merasakan tangan Calista meraba dada bidang Marcel.


Grep


"Jangan lakukan itu nanti Kakak tidak bisa menahannya." Ucap Brian sambil menahan tangan Calista.


"Kak Brian sangat baik padaku dan aku akan memberikan apa yang aku jaga selama ini." Ucap Calista yang sudah yakin memberikan harta berharga untuk pria yang sangat dicintainya.


"Jujur Kak Brian juga ingin sekali merasakan tubuhmu tapi Kakak sudah janji sama orang tua Kakak dan juga janji sama kamu untuk melakukan hubungan suami istri jika kita sudah resmi menikah." Ucap Brian sambil mendorong perlahan tubuh Calista ke arah samping.


"Sekarang kita tidur karena Kakak sangat lelah." Ucap Brian sambil memeluk tubuh Calista dari arah samping.


"Aku sangat mencintaimu dan jangan tinggalkan Aku." Ucap Calista dengan nada lirih sambil membalas pelukan Brian.

__ADS_1


"Kakak juga sangat mencintaimu dan Kakak tidak akan mungkin meninggalkanmu. Sekarang tidurlah karena Kakak sangat lelah." Ucap Brian.


Calista hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka tidur sambil berpelukan dan tidak membutuhkan waktu lama mereka tidur sambil berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing.


__ADS_2