
"Calista akan memilih Kak Brian karena masalah harta kita bisa cari bersama karena bagi Calista harta bisa di cari tapi perhatian, kasih sayang yang tulus, merasa terlindungi, tanggung jawab, merasakan nyaman dan tidak pernah ringan tangan bagi Calista itu sudah lebih dari cukup. Calista tidak ingin serakah meminta lebih dari Kak Brian." Jawab Calista sambil menatap ke arah Mommy Felicia.
'Mommy semakin yakin kamu memang gadis yang terbaik untuk putraku. Brian kamu tidak salah memilih Calista untuk menjadi pasangan hidupmu karena Calista berbeda dengan gadis lain.' Ucap Mommy Felicia dalam hati.
"Mommy senang mendengarnya dan sekarang kita ke ruang keluarga." Ucap Mommy Felicia.
"Baik Mom." Jawab Calista.
Mereka pun berjalan ke arah ruang keluarga hingga mereka melihat Daddy Alvaro, Bruno, Brian, Benediktus. Brigitha dan Briana sedang menatap mereka berdua.
"Calista, ayo kita berangkat ke restoran." Ajak Brian.
"Bukankah kita barusan makan? Apa Kak Brian masih lapar? Calista masakin ya?" Tanya Calista beruntun dengan wajah bingung.
ctak
"Aduh sakit." Ucap Calista sambil mengusap keningnya karena Brian menyentil keningnya.
"Maaf, kita ke restoran untuk bekerja. Bukankah kamu ingin bekerja sebagai koki?" Tanya Brian sambil meniup kening Calista dan mengusapnya dengan lembut.
Grep
"Hehehehe ... Maaf aku pikir Kak Brian masih lapar." Ucap Calista sambil menahan tangan Brian karena dirinya sangat malu dengan keluarga Brian.
Brian tersenyum kemudian mengusap rambut Calista dengan lembut setelah beberapa saat Calista dan Brian berpamitan dengan cara mencium punggung tangan Mommy Felicia dan Daddy Alvaro secara bergantian begitu pula dengan Bruno karena Bruno Kakaknya Brian.
Kemudian berlanjut dengan Benediktus hanya saja bersalaman lalu berlanjut Brigitha dan Briana hanya saja Calista melakukan cipika cipiki.
"Daddy sudah katakan ke Brian tentang rencana kita?" Tanya Mommy Felicia setelah melihat ke duanya sudah pergi.
"Daddy sudah bicara dengan Brian tentang rencana yang kita susun." Jawab Daddy Alvaro.
"Bagus, Mommy tidak sabar untuk melihat mereka menyesali atas apa yang mereka lakukan terhadap calon menantu kita." Ucap Mommy Felicia.
"Daddy juga tidak sabar melihat mereka." Jawab Daddy Alvaro sambil menahan amarahnya.
Alvaro sangat membenci orang yang suka merendahkan orang lain. Alvaro bisa merasakan apa yang di alami oleh Calista, bagaimana dirinya dulu di hina dan direndahkan oleh orang lain hingga dirinya dipertemukan oleh Felicia yang sekarang menjadi istrinya.
Kalau ingin mengetahui kisah perjalanan Alvaro silahkan baca di novelku dengan judul : Perjalanan Cinta Sang Psychopath.
__ADS_1
Grep
"Daddy." Panggil Mommy Felicia dengan nada lembut sambil memeluk pinggang suaminya.
"Ada apa Mom?" tanya Daddy Alvaro sambil membalas pelukan istrinya.
"Kita pergi yuk ke restoran sambil melihat yang terjadi di sana." Ajak Mommy Felicia setelah beberapa saat terdiam.
"Ok." Jawab Daddy Alvaro singkat.
"Aku ikut ya Mom, Dad." ucap Brigitha dan Briana setelah beberapa saat dirinya terdiam.
Ke dua orang tuanya hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka bertiga pergi meninggalkan apartemen milik Brian menuju ke restoran milik mereka.
xxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda di mana Calista dan Brian berjalan ke arah parkiran mobil VVIP hingga mereka sampai di mobil yang sangat mewah.
"Ini mobil siapa?" Tanya Calista ketika Brian membuka pintu mobil.
"Tentu saja mobil milikmu." Jawab Brian.
"Kakak tidak bercanda, apa yang ada padaku semuanya milikmu termasuk mobil ini." Jawab Brian dengan wajah serius sambil menutup pintu mobil.
Brian memutari mobilnya kemudian membuka pintu pengemudi dan masuk ke dalam mobil.
"Berarti apa yang dikatakan oleh Mommy dan Daddy itu benar kalau Kak Brian adalah anak orang kaya?" Tanya Calista yang masih belum percaya.
"Tentu saja dan bukankah Kakak juga pernah mengatakannya?" Tanya Brian sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
"Iya sih, tapi aku pikir Kak Brian bercanda ketika mengatakan hal itu." Jawab Calista.
"Maaf, kalau Kakak membohongi dirimu tapi jujur Kakak melakukan ini semua karena ingin mencari seorang gadis yang sangat tulus menyukai Kakak bukan karena Kakak kaya." Ucap Brian.
"Apakah ada kebohongan lainnya?" Tanya Calista.
"Tidak ada, Apakah kamu mau memaafkan Kakak?" Tanya Brian balik bertanya.
"Aku akan memaafkan Kakak tapi jika Kakak membohongi diriku lagi maka aku tidak akan mau memaafkan Kakak. Aku akan pergi menjauh dari kehidupan Kakak karena aku sudah lelah dibohongi dan dikecewakan." Jawab Calista.
__ADS_1
Grep
"Kakak janji tidak akan membohongi dirimu lagi." Ucap Brian sambil menggenggam tangan Calista.
"Aku pegang kata-kata Kakak." Ucap Calista sambil membalas genggaman Brian.
Brian hanya tersenyum membuat Calista ikut tersenyum.
"Oh ya nanti kamu kerja di restoran milik keluarga Kakak sebagai koki." Ucap Brian.
"Ok." Jawab Calista singkat sambil tersenyum.
'Kamu memang sangat berbeda biasanya jika seorang gadis tahu kalau Kakak anak orang kaya pasti langsung menolak untuk bekerja dengan alasan milik calon suaminya jadi tidak perlu bekerja.' Ucap Brian dalam hati.
"Waktu Kakak menyamar, apakah di rumah kontrakan yang dulu kita pernah kontrak?" Tanya Calista setelah beberapa saat mereka terdiam.
"Tidak, karena sebelumnya Kakak sempat menyamar menjadi pria miskin dan untuk menutupi identitas Kakak, Kakak tinggal di apartemen yang sempit dan berkerja sebagai pelayan restoran." Jawab Brian.
"Lalu?" Tanya Calista.
"Belum ada tiga hari apartemen yang Kakak tempati mengalami kebakaran dan untunglah Kakak dan semua penghuni apartemen selamat." Jawab Brian.
"Kakak terpaksa pindah ke kontrakan baru namun belum ada seminggu Kakak sakit dan bertemu denganmu." Sambung Brian menjelaskan.
"Saat itu Kakak sangat bahagia bertemu dengan seorang gadis yang sangat cantik dan baik hati karena mau merawat Kakak." Sambung Brian lagi.
"Aku tidak tega melihat Kak Brian sakit karena itulah aku merawat Kakak." Ucap Calista.
"Karena itulah Kakak menyukaimu yang sangat perduli sama orang lain terlebih ketika kita makan di rumah makan kamu membeli makanan yang sehat untukku sedangkan kamu makan seadanya." Ucap Brian.
"Itu karena aku lagi irit Kak, mengingat kita akan mengontrak rumah sedangkan aku belum mendapatkan gaji karena baru mau masuk kerja." Ucap Calista.
"Aku tahu saat itu kamu sedang irit, hal itulah yang membuat Kakak semakin menyukaimu." Ucap Brian sambil mengerem mobilnya karena mereka sudah sampai di parkiran restoran.
"Ayo kita turun." Ucap Brian sambil membuka pintu mobil kemudian keluar dari mobil.
"Ok." Jawab Calista singkat sambil ikut membuka pintu mobil kemudian keluar dari mobil.
Mereka berjalan ke arah restoran dan sampai di restoran Calista diperkenalkan sebagai calon istrinya Brian. Hal itu dilakukan agar mereka menghormati Calista dan tidak menyakiti perasaannya.
__ADS_1
Calista sangat bahagia karena Brian mengakui dirinya sebagai calon istrinya di depan karyawan dan karyawatinya. Bukan itu saja Brian memberikan kepercayaan ke kepala koki untuk menjaga Calista jika ada orang yang ingin menjatuhkan Calista.