Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Hamil


__ADS_3

"Dulu ada wanita yang menggoda Paman, adik dari Daddy di mana wanita itu dengan sengaja memberikan obat yang berupa semprotan ke arah Paman kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya hingga menunjukkan tubuh polosnya. Saat itu Paman tidak sadar hingga Tante datang dan terjadi kesalahpahaman," ucap Adelio yang mendapatkan cerita dari Daddy Brian.


" Lalu apa yang terjadi?" tanya Clarisa penasaran.


"Tante pergi hingga ada orang yang membekap mulut Tante dengan menggunakan sapu tangan dan Tante tidak sadarkan diri dan di bawa kabur dengan menggunakan mobil. Saat itu Paman sangat frustrasi karena mobil yang ditumpangi Tante masuk ke dalam sungai yang beraliran deras," jawab Adelio.


"Lalu?" tanya Clarisa yang masih penasaran.


"Sebentar airnya penuh, aku matikan kran dulu," ucap Adelio sambil berdiri kemudian berjalan ke arah bathub.


Adelio memutar kran dan otomatis air berhenti, Adelio memberikan wewangian kemudian menggendong Clarisa dan dimasukkan ke dalam bathub setelah itu barulah dirinya.


"Setelah enam bulan kemudian Paman dan Daddy pergi ke sebuah perusahaan dan bertemu dengan Tante namun Tante hilang ingatan. Paman membawa Tante ke tempat yang pernah dikunjungi dan dua Minggu kemudian Tante ingat akan semuanya. Akhirnya Tante, Paman dan ke dua anak kembarnya sekaligus sepupuku bisa berkumpul kembali." ucap Adelio sambil mengusap punggung istrinya.


"Mommy, Daddy, Paman dan Tante selalu mengajarkan anak-anak dan ponakannya untuk selalu setia pada pasangannya dan tidak mengijinkan kami untuk berpisah karena itu sebelum menikah kami di suruh untuk berpikir baik - baik," sambung Adelio.


"Jadi intinya apapun dirimu aku selalu mencintaimu karena hatimu yang membuatku selalu nyaman dan bahagia," ucap Adelio dengan nada serius.


"Terima kasih darling," ucap Clarisa sambil tersenyum dan menyandarkan tubuhnya ke dada bidang suaminya.


"Sama - sama sayang,'' jawab Adelio.


Adelio tanpa sengaja menyentuh perut Clarisa yang mulai membuncit membuat Adelio sangat terkejut tapi dirinya diam karena takut istrinya nanti sedih jika mengatakan perutnya mulai gendut.


'Apa istriku hamil karena tubuh dan perutnya mulai berisi?' tanya Adelio dalam hati.


"Sayang kapan terakhir datang bulan?" tanya Adelio memastikan.


"Memangnya kenapa darling?" tanya Clarisa dengan wajah terkejut.


"Perasaan setiap hari kita selalu melakukan hubungan suami istri karena biasanya awal bulan kita libur seminggu," jawab Adelio yang tiba-tiba ingat.

__ADS_1


Deg


Jantung Clarisa berdetak kencang dirinya baru ingat dirinya sudah lama tidak datang bulan membuat Clarisa bangun dari bathup tanpa memperdulikan tubuh polosnya.


"Ada apa sayang?" tanya Adelio ketika melihat Clarisa sedang berjalan ke arah lemari.


"Aku hanya ingin melihat stock pem ba lut ku," jawab Clarisa sambil membuka lemari yang berisi stock pem ba lut.


Clarisa menghitung jumlahnya kemudian menatap ke arah suaminya.


"Terakhir aku beli bulan Desember dan aku beli sebanyak selusin tapi sampai sekarang masih selusin. Sekarang bulan Maret apa jangan - jangan aku hamil?" tanya Clarisa.


"Bisa jadi sayang, soalnya banyak perubahan pada tubuhmu," jawab Adelio.


"Iya aku baru sadar, kalau dua gunung kembar ku mulai agak besar, perut ku juga mulai agak buncit dan tubuhku sudah banyak yang berubah," ucap Clarisa sambil melihat kaca untuk melihat perubahan pada tubuh polosnya.


"Untuk memastikan bagaimana kalau setelah ini kita ke dokter kandungan," usul Adelio sambil keluar dari bathub dan berjalan ke arah istrinya.


"Lalu pekerjaan kantor?" tanya Clarisa.


Grep


"Ok," jawab Clarisa sambil tersenyum.


"Sayang," panggil Adelio dengan suara berat.


"Ya," jawab Clarisa


"Aku ingin lagi," bisik Adelio sambil memainkan dua gunung kembar milik Clarisa.


"Aku juga ingin." Ucap Clarisa.

__ADS_1


Merekapun melakukan hubungan suami istri setelah setengah jam barulah keluar lahar dari wortel import milik Adelio.


Merekapun mandi membersihkan tubuhnya yang lengket hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai mandi dan memakai pakaian rapi.


Karena hari ini Mereka pergi ke rumah sakit dan berlanjut ke kantor. Adelio memakai jas kantor sedangkan Clarisa memakai dress warna putih kesukaan nya.


"Sayang, jika seandainya aku tidak hamil bagaimana?" tanya Clarisa.


"Kita bikin terus sampai kamu hamil," jawab Adelio dengan nada santai.


"Kalau aku tidak hamil juga?" tanya Clarisa sambil menatap Adrlio dengan tatapan sendu.


Grep


"Kita bisa mengangkat anak," jawab Adelio sambil memeluk tubuh istrinya.


"Biasanya ...." ucapan Clarisa terpotong oleh suaminya.


"Aku tahu apa yang ingin katakan, seperti yang aku katakan kalau aku mencintaimu apa adanya jadi aku minta jangan memikirkan yang lainnya," ucap Adelio.


"Terima kasih mau menerima aku apa adanya," jawab Clarisa sambil membalas pelukan suaminya.


'Seandainya saja aku memberikan harta berharga ku untuk suamiku tentunya aku sangat bahagia.' ucap Clarisa dalam hati.


"Aku juga sama, istriku mau menerima Aku apa adanya," ucap Adelio sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Clarisa.


Adelio memeluk Clarisa dari arah samping begitu pula dengan Clarisa. Mereka berjalan ke luar dari kamarnya menuju ke arah tangga menuju ke meja makan.


Satu demi satu mereka menuruni anak tangga hingga mereka sudah sampai di lantai satu. Namun ketika bau harum masakan yang sudah tersedia di meja makan mendadak perut Clarisa bergejolak membuat Clarisa melepaskan pelukannya dan berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah ruang keluarga.


"Ada apa sayang?" tanya Adelio terkejut sambil berjalan mengikuti langkah istrinya.

__ADS_1


"Jauhkan makanan itu," pinta Clarisa sambil menutup hidungnya dan berjalan ke arah ruang keluarga.


"Memang kenapa dengan makanannya?" tanya Adelio dengan wajah bingung.


__ADS_2