Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Bertemu Dengan Brigitha dan Briana


__ADS_3

"Apartemen ini milik Kak Brian kan?" Tanya salah satu gadis tersebut untuk lebih memastikan.


"Setahuku apartemen ini bukan milik Kak Brian tapi milik teman Kak Brian." Jawab Calista dengan wajah bingung.


"Milik teman Kak Brian?" Tanya ke empat gadis tersebut.


"Be ..." ucapan Calista terpotong oleh ucapan dua orang gadis yang tiba - tiba datang.


"Kenapa kalian tidak masuk ke dalam apartemen?" Tanya ke dua gadis tersebut sambil berjalan ke arah mereka.


"Brigitha dan Briana, katanya Kakak mu menumpang di apartemen ini?" Tanya gadis tersebut tanpa menjawab ucapan Brigitha dan Briana.


Calista menatap ke arah Brigitha dan Briana dan matanya membulat sempurna karena wajah Brigitha dan Briana sangat mirip dengan Brian.


"Brigitha dan Briana." Panggil Calista.


"Ya, Maaf Kakak siapa ya?" Tanya Brigitha dan Briana bersamaan dengan wajah bingung.


"Aku Calista, wajah Kalian sangat mirip dengan Kak Brian, Kak Brian bilang punya empat saudara dan menyebutkan nama Brigitha dan Briana." Ucap Calista menjelaskan.


"Tentu saja karena kami lima saudara kembar." Jawab Brigitha dan Briana sambil melirik ke dalam untuk mencari Kakak kembarnya.


"Maaf, silahkan masuk." Ucap Calista sambil membuka pintu dengan lebar.


"Terima kasih, Kak Calista siapanya Kakakku ya?" Tanya Brigitha dan Briana bersamaan sambil masuk ke dalam dan diikuti oleh ke empat temannya.


"Calon istriku." Jawab Brian yang tiba-tiba datang.


Deg


Deg


Deg


Deg


Jantung ke empat gadis tersebut berdetak kencang ketika Brian mengatakan hal tersebut membuat ke empat gadis tersebut menatap sinis ke arah Calista.


'Si*l percuma aku dandan cantik ternyata Kak Brian sudah mempunyai calon istri.' Ucap gadis pertama dalam hati.


'Wanita ini pasti perempuan mu x ra x han karena serumah dengan Kak Brian.' Ucap gadis ke dua dalam hati.


'Bagaimanapun aku akan merebut Kak Brian dari gadis mu x ra x han itu.' Ucap gadis ke tiga dalam hati.

__ADS_1


'Aku akan melakukan segala cara agar mereka putus dan akhirnya memilih diriku.' Ucap gadis ke empat.


"Kak Brian serius mau menikah dengan Kak Calista?" Tanya Brigitha dan Briana bersamaan dengan wajah terkejut.


"Kakak serius." Jawab Brian dengan tegas.


"Apakah Kak Brian sudah mengatakan ke Mom ... Mphhhffttt .... " ucapan Brigitha dan Briana terputus karena Brian membekap mulut ke dua adik kembar nya.


"Sayang, Kak Brian ingin bicara dengan ke dua adikku dulu." Ucap Brian sambil tersenyum menatap ke arah Calista.


"Ok." Jawab Calista singkat sambil membalas senyuman Brian.


Brian berjalan sambil menarik tangan ke dua adik kembarnya namun sebelumnya menatap tajam ke arah ke empat gadis tersebut seakan memberitahukan untuk tidak mengatakan yang tidak-tidak ke Calista.


Setelah agak menjauh Brian melepaskan tangan ke dua adik kembarnya yang sejak tadi memukul-mukul lengan kakaknya agar melepaskan tangan nya.


"Kenapa sih tarik tangan Kami?" Tanya Brigitha dan Briana bersamaan.


"Kakak tidak bercandakan kalau Kak Calista calon istri Kakak?" Tanya Brigitha.


"Mommy dan Daddy sudah tahu belum?" Tanya Briana.


"Karena saat ini Kakak sedang menyamar menjadi pria miskin karena itulah kalian berdua Kakak tarik tangannya. Kakak serius ingin menikah dengan Calista dan ke dua orang tua Kita sudah tahu." Jawab Brian.


"Tumben Kalian berdua sudah pulang dan langsung ke apartemen Kakak?" Tanya Brian.


"Ke empat temanku ingin berkenalan dengan Kak Brian lebih dekat dan baru sekarang kami bisa libur selama beberapa hari." Jawab Brigitha menjelaskan.


"Iya Kak, mereka ingin berkenalan dengan Kakak." Sambung Briana.


"Buat apa kenalan sama Kakak?" Tanya Brian.


"Siapa tahu salah satu temanku bisa jadi jodoh Kakak tapi ternyata Kakak sudah mempunyai kekasih." Jawab Briana.


"Kakak dan kekasih Kakak tinggal serumah?" Tanya Brigitha kepo.


"Ya." Jawab Brian singkat.


"Apa Kakak melakukan hubungan suami istri? Apa ke dua orang tua kita sudah tahu?" Tanya Brigitha dan Briana penasaran.


Ctak


Ctak

__ADS_1


"Aduh, kenapa keningku di sentil?" Tanya Brigitha dan Briana bersamaan dengan nada protes sambil mengusap keningnya.


"Kalian berdua masih kecil dan tidak boleh ngomongin orang dewasa dan mengenai ke dua orang tua Kita tentu saja tahu." Jawab Brian.


"Aish .... kita itu saudara kembar dan aku lahir nomer empat karena aku mengalah sama Kakak yang ingin minta duluan lahir makanya selisih umur kita hanya dua menit." Ucap Briana.


"Apalagi Aku, Aku mengalah sebagai adik bungsu karena tidak tega melihat Kakak menangis minta duluan keluar." Sambung Brigitha tidak mau kalah.


"Pintar saja ngelesnya." Ucap Brian.


"Hehehehe..."


"Oh ya, kenapa tadi mulutku di bekap dan kata Kak Calista kalau Kakak menumpang di apartemen milik teman Kakak, bukannya apartemen ini milik Kakak?" Tanya Brigitha dan Briana yang masih bingung dengan ucapan Calista.


"Bukannya tadi Kakak sudah kasih tahu kalau Kakak menyamar menjadi pria miskin, cerita lebih detail nanti aku ceritakan di mansion milik orang tua kita." Jawab Brian.


"Intinya kamu jangan mengatakan kalau kita keluarga kaya dan apartemen ini milik Kakak." Sambung Brian.


"Aku masih bingung tapi aku tunggu penjelasan Kakak." Ucap Brigitha dan Briana bersamaan.


"Kalau begitu kita kembali ke ruang keluarga dan Kakak harap ke empat temanmu jangan bikin masalah dengan kekasih Kakak." Ucap Brian dengan nada tegas.


"CK ... Ke empat temanku tidak pernah mencari masalah." jawab Brigitha dan Briana dengan nada kesal.


"Kita lihat saja." ucap Brian sambil berjalan ke arah ruang keluarga dengan diikuti oleh Brigitha dan Briana.


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana ke empat gadis tersebut duduk sebelum Calista menawarkan untuk duduk. Mereka terdiam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Mau minum apa?" Tanya Calista yang berusaha menjadi tuan rumah yang baik mengingat ke empat gadis tersebut adalah teman calon adik iparnya.


"Tidak usah, kalian tinggal bersama?" Tanya salah satu gadis tersebut dengan wajah sinis.


"Ya." Jawab Calista singkat.


"Apa kamu tidak malu tinggal bersama seorang pria? Di mana harga dirimu sebagai seorang gadis eh salah pasti kamu sudah tidak gadis lagi mengingat kalian sudah tinggal bersama otomatis sudah pernah tidur bersama dan bisa dipastikan sudah sering melakukan hubungan suami istri." ucap gadis ke dua dengan wajah sinis dan nada merendahkan.


"Paling kalau Kak Brian bosan tinggal di tendang." celetuk gadis ke tiga.


"Kamu itu tidak pantas mendapatkan Kak Brian tapi salah satu dari kami yang paling pantas mendapatkan Kak Brian." Sambung gadis pertama.


"Kalau salah satu dari kalian merasa pantas mendapatkan Kak Brian, silahkan dekati Kak Brian dan katakan pada Kak Brian kalau kalian lebih cocok dari aku." Ucap Calista dengan nada santai.


"Ok, kamu jangan menyesal jika Kak Brian memilih salah satu dari kami." Ucap ke empat gadis tersebut secara bersamaan dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


"Bersiaplah jika Kamu di tendang sama Kak Brian." Sambung gadis ke empat.


"Kenapa namaku di sebut?" Tanya Brian tiba-tiba datang dengan diikuti oleh ke dua adik kembarnya.


__ADS_2