Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Dua Anak Kembar


__ADS_3

Istrinya mengambil ponselnya yang berada di atas meja kemudian menghubungi Clarisa dan sambungan pertama langsung di angkat.


("Hallo Tante," sapa Clarisa).


("Clarisa, apakah kamu melihat putriku Ririn?" tanya wanita tersebut tanpa basa basi).


("Tidak lihat Tante," jawab Clarisa).


("Tante, Clarisa ha..." ucapan Clarisa terputus karena komunikasi diputuskan secara sepihak).


Tut Tut Tut Tut


"Hallo Tante... Hallo," panggil Clarisa.


Clarisa menatap ponselnya kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menghubungi Ibunya Ririn dan sambungan pertama langsung di angkat.


("Apakah kamu sudah menemukan putriku?" tanya wanita tersebut tanpa basa basi).


("Belum Tante, Clarisa hanya ingin ...." ucapan Clarisa terputus kembali karena sambungan komunikasi sengaja diputuskan secara sepihak).


"Ada apa Clarisa?" tanya Adelio.


"Tante, menanyakan keberadaan Ririn," Jawab Clarisa.


"Padahal Clarisa ingin kasih tahu kalau Clarisa sudah menikah dan sekarang sudah hamil." Sambung Clarisa dengan wajah sedih.


Grep


"Sstttttt... Sudah, jangan sedih," ucap Adelio sambil memeluk istrinya.


'Maaf, Aku tidak mungkin mengatakan kalau Ririn Aku tangkap dan tinggal di markas sambil menunggu hukuman selanjutnya.' Sambung Adelio dalam hati.


"Hiks.... Hiks.. Hiks... Aku selalu melakukan apapun agar Tante dan Paman menyukai ku tapi Mereka tidak pernah memperdulikan ku karena yang selalu dipedulikan Ririn dan Ririn. Jika Ririn terkena masalah maka Aku dijadikan kambing hitam dan Aku selalu diam dan menerimanya tapi Paman dan Tante sama sekali tidak memperdulikan perasaanku," ucap Clarisa sambil terisak dan membalas pelukan suaminya.


"Dijadikan kambing hitam? Maksudnya jika Ririn melakukan kesalahan maka Kamu yang dijadikan kambing hitam, apa itu yang Kamu maksud?" Tanya Adelio memastikan sambil mendorong perlahan tubuh Clarisa agar bisa menatap wajah cantik istrinya.


"Betul sekali dan itu tidak sekali tapi berkali-kali." Jawab Clarisa.


"Hanya karena wajah Kami hampir sama membuat Ririn sering melakukan kesalahan." Sambung Clarisa.


"Kenapa Kamu mau menerimanya?" Tanya Adelio.


"Aku mau menerimanya karena hutang budi karena Mereka merawat ku dan membiayai sekolah hingga aku lulus kuliah." Jawab Clarisa.


"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Aku kangen banget sama orang tuaku." Ucap Clarisa sambil terisak.


Clarisa kembali menangis membuat Adelio kembali memeluk tubuh istrinya sambil mengusap punggungnya dengan perlahan agar rasa sesaknya berkurang.


Ceklek


Daddy Brian membuka pintu dengan lebar kemudian mendorong kursi roda di mana istrinya sedang duduk. Daddy Brian dan Mommy Calista menatap mereka dengan tatapan bingung karena menantu kesayangannya menangis.

__ADS_1


"Clarisa sayang, kenapa menangis?" tanya Mommy Calista sambil berusaha bangun dari kursi roda dengan di bantu suaminya.


"Tidak ada yang sayang sama Clarisa," ucap Clarisa sambil melepaskan pelukan suaminya sambil menatap Mommy Calista dengan tatapan sendu.


"Siapa bilang? Adelio dan kami serta adik ipar mu sayang denganmu," ucap Mommy Calista sambil duduk di kursi dekat ranjang Clarisa.


"Kami sudah menganggap mu sebagai putri kandung Kami jadi janganlah menangis atau merasa sedih." sambung Daddy Brian sambil tersenyum.


"Apa yang dikatakan Mommy dan daddy benar adanya. Kami sekarang adalah keluarga mu jadi jangan pernah merasa sendiri atau merasa tidak ada yang sayang," ucap Adelio.


Grep


"Terima kasih Mommy, Daddy dan kak Adelio," ucap Clarisa sambil memeluk suaminya dari arah samping sambil menatap ke dua mertuanya.


'Aku berjanji akan melindungi ke dua mertuaku, suamiku dan juga adik iparku Adelia. Karena kalian semua sangat baik padaku dan sangat tulus padaku," ucap Clarisa dalam hati.


"Sama-sama sayang," jawab Mommy Calista.


Daddy Brian dan Adelio hanya tersenyum dan dalam hati mereka berjanji untuk melindungi orang - orang yang sangat disayanginya.


"Sekarang Mommy istirahat," ucap Daddy Brian sambil menggendong istrinya.


"Oh ya Dad, Mommy mempunyai anak berapa?" tanya Adelio penasaran.


"Empat" jawab Daddy Brian sambil meletakkan perlahan tubuh istrinya ke arah ranjang.


"Apa? Empat?" tanya Adelio tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Daddy Brian.


"Kenapa Adelio tidak empat?" tanya Adelio dengan wajah di tekuk.


"Adelio, namanya rejeki dan anak semuanya itu sudah di atur sama Tuhan," ucap Mommy Calista sambil menggelengkan kepalanya menatap suaminya yang tersenyum devil.


"Apakah kak Adelio menyesal menikah denganku?" tanya Clarisa dengan mata berkaca-kaca.


"Tentu saja tidak, kenapa istriku mengatakan itu?" tanya Adelio.


"Karena aku hamil kembar dua," Jawab Clarisa.


Grep


"Maaf, tadi Adelio dan Daddy hanya bercanda karena Kami sudah terbiasa bercanda apalagi aku tidak akan pernah menyesal menikah dengan mu Karena aku sangat mencintaimu," ucap Adelio dengan nada tulus sambil memeluk istrinya.


"Mommy hamil kembar dua sama seperti Clarisa." Ucap Mommy Calista.


"Lho kata Daddy empat? Yang benar yang mana?" Tanya Adelio sambil melepaskan pelukan.


"Kan tadi Kamu bilang Mommy anaknya berapa? Terus Daddy jawab empat. Pertama Kamu ke dua Adelia dan ketiga serta ke empat masih di perut Mommy." Jawab Daddy Brian sambil tersenyum.


"Aish Daddy ngerjain Adelio." Ucap Adelio.


"Daddy tidak ngerjain Kamu kok, makanya tanya yang benar." Jawab Daddy Brian yang tidak mau disalahkan.

__ADS_1


"Sudah-sudah jangan berdebat, kepala Mommy pusing." Ucap Mommy Calista.


"Maaf Mom." Ucap Daddy Brian dan Adelio bersamaan.


Krucuk krucuk krucuk krucuk


Mommy Calista, Daddy Brian, Adelio dan Clarisa serempak perutnya berbunyi membuat mereka saling menatap satu sama lain.


"Sepertinya cacing kita lagi demo," celetuk Daddy Brian.


"Pffftttt hahahaha... " tawa mereka serempak.


Ceklek


Tiba - tiba pintu ruang perawatan terbuka dan tampak dua perawat datang sambil masing-masing membawa nampan yang berisi makanan dan minuman membuat ke empatnya serempak langsung terdiam.


"Maaf Tuan - Tuan dan Nyonya - Nyonya,"ucap salah satu perawat sambil berjalan ke arah mereka.


Daddy Brian dan Adelio menerima nampan tersebut kemudian meletakkannya di atas meja sedangkan ke dua perawat tersebut pergi meninggalkan mereka berdua.


"Daddy akan suapi Mommy dulu baru nanti Daddy makan di kantin," ucap Daddy Brian sambil mengambil piring untuk menyuapi istrinya.


"Biar Mommy makan sendiri Dad," ucap Mommy Calista.


"Tidak, biar Daddy yang menyuapi Mommy," ucap Daddy Brian.


Daddy Brian mulai menyuapi Mommy Calista sedangkan Adelio yang melihat apa yang dilakukan oleh Daddy Brian membuat Adelio mengikutinya. Hingga lima belas menit kemudian Mommy Calista dan Clarisa sudah selesai makan dan minum.


"Daddy dan Adelio akan makan di kantin dulu,


Mommy dan Clarisa tidak apa-apa kan jika kami tinggal?" tanya Daddy Brian sambil matanya melirik ke arah Adelio.


"Tidak apa-apa Dad," jawab Mommy Calista dan Clarisa serempak.


Mommy Calista tahu kalau suaminya ingin bicara secara pribadi dengan putra mereka karena itulah membiarkan Daddy Brian dan Adelio untuk saling berbicara secara pribadi terlebih dirinya juga ingin bicara pribadi dengan menantunya.


Daddy Brian dan Adelio masing - masing mengecup kening istrinya kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


"Clarisa," panggil Mommy Calista sambil bangun dari ranjang kemudian duduk dengan menyadarkan punggungnya di kepala ranjang dan menatap wajah cantik menantunya.


"Iya Mom," jawab Clarisa sambil ikut bangun dari ranjang kemudian duduk dan menatap wajah cantik mertuanya.


"Mommy hanya ingin tahu, apakah kamu sudah tahu kalau sahabat mu sengaja menjebak mu hingga kamu dan putraku melakukan hubungan suami istri?" tanya Mommy Calista.


"Clarisa sudah tahu Mom dari kak Adelio," jawab Clarisa dengan wajah sedih karena dengan teganya sahabatnya menjebak dirinya.


"Mommy tahu pasti kamu sangat kecewa dengan sahabat mu karena tega menjebak dirimu tapi di balik itu semua kamu menemukan jodoh mu yang tulus mencintaimu," ucap Mommy Calista.


"Benar kata Mommy, Clarisa sangat bersyukur bisa menikah dengan kak Adelio dan di tambah mempunyai Mommy dan Daddy yang sangat tulus menyayangi Clarisa," ucap Clarisa sambil tersenyum bahagia.


"Jika nanti anak kami lahir, aku akan menyayangi ke dua anak kembar kami dengan penuh kasih sayang." ucap Clarisa sambil membelai perutnya yang masih rata.

__ADS_1


__ADS_2