Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya

Calon Suamiku Ternyata Sangat Kaya
Karma


__ADS_3

Selesai mengatakan hal itu Calista membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan mereka namun baru beberapa langkah Brian memeluk yang ada di restoran tersebut.


Grep


Namun baru dua langkah tangan Calista di tarik ke arah Brian kemudian Brian memeluk tubuh Calista sambil mengusap punggungnya dengan lembut untuk menghilangkan rasa sesak di hatinya.


"Sayangku, mau kemana?" Tanya Brian dengan nada lembut.


"Aku akan pergi di mana tidak ada orang yang mengenal diriku karena Aku sangat lelah di teror oleh mereka." Jawab Calista tanpa membalas pelukan Brian.


"Lalu bagaimana dengan diriku? Bukankah sebentar lagi Kita akan menikah?" Tanya Brian.


"Apakah Kak Brian tidak menyesal menikah denganku? Kak Brian lihat sendiri bukan kalau Aku berani melawan Ayah kandungku." Ucap Calista sambil memejamkan matanya dan membalas pelukan Brian.


"Kakak tidak mungkin menyesal." Ucap Brian dengan nada tegas.


"Aku sangat lelah Kak, ingin tidur dan tidak bangun lagi." Ucap Calista dengan nada lirih.


Selesai mengatakan hal itu Calista tidur di pelukan Brian sedangkan Brian yang merasakan tubuh Calista mulai terasa berat membuat Brian menggendong tubuh Calista ala bridal style.


"Buat pria itu bangkrut dan tinggal di kolong jembatan!" Perintah Brian sambil pergi meninggalkan restoran tersebut menuju ke arah parkiran mobil sambil menggendong tubuh Calista.

__ADS_1


"Baik Tuan." Jawab orang kepercayaannya.


"Buat mereka berempat berkerja di mansion di tengah hutan agar mereka merasakan apa yang selama ini dirasakan oleh Calista." Ucap Daddy Alvaro sambil memeluk istrinya dari arah samping kemudian pergi meninggalkan restoran tersebut menuju ke arah parkiran mobil.


Bruno, Benediktus, Brigitha dan Briana yang melihat Brian dan ke dua orang tuanya pergi meninggalkan restoran ikut pergi menyusul mereka.


"Baik tuan." Jawab orang kepercayaannya.


Orang kepercayaan tersebut menjentikkan jarinya kemudian datang enam pria yang berbadan kekar.


"Kalian berempat masing-masing tarik ke dua tangan pria itu dan kalian berdua tarik ke dua wanita mu x ra x han itu!" perintah orang kepercayaannya.


"Baik Tuan." Jawab ke enam bodyguard tersebut.


Mereka berempat ingin menyerang orang kepercayaan Daddy Alvaro dan Brian namun langsung di tahan oleh para bodyguardnya.


"Jalani lah hari - hari penderitaan kalian yang tidak pernah kalian bayangkan." ucap ke dua orang kepercayaan Daddy Alvaro dan Brian secara bersamaan kemudian pergi meninggalkan restoran tersebut tanpa memperdulikan makian dari mulut mereka berempat.


"Marcel, bawa pulang Calista ke apartemen milik Brigitha dan Briana." Ucap Mommy Felicia ketika mereka berada di depan mobil.


"Baik Mom." Jawab Brian singkat.

__ADS_1


"Pakai mobilku saja Kak." Ucap Brigitha sambil membuka pintu mobil belakang pengemudi.


Brian hanya menganggukan kepalanya kemudian masuk ke dalam mobil sambil mendudukkan Brigitha di pangkuan Brian.


Brigitha yang melihat Kakak kembarnya masuk ke dalam mobil membuat Brigitha menutup pintu mobilnya dengan rapat kemudian Brigitha membuka pintu mobil pengemudi sedangkan Briana membuka pintu samping pengemudi.


Brigitha mengendarai mobil dengan kecepatan sedang sambil menahan amarahnya begitu pula dengan Brian dan Briana.


"Aku sama sekali tidak menyangka seorang Ayah kandung sangat jahat dan tidak mempunyai perasaan. Aku sangat bersyukur mempunyai Daddy yang sangat tulus mencintai Mommy dan juga menyayangi Kita sepenuh hati." Ucap Brigitha.


"Iya Kak, Aku juga sangat bersyukur mempunyai Daddy yang menyayangi Kita dan selalu melindungi Kita dari orang yang ingin mencelakai Kita.'' Ucap Briana.


''Jujur Kak, rasanya ingin sekali memukul pria yang tidak malu itu. Pura-pura baik dan merindukan Kak Calista tapi sebenarnya ingin menumpang hidup karena Kak Calista mendapatkan calon suami yang kaya." Sambung Briana.


"Betul sekali dan kini sebentar lagi mereka akan mendapatkan karmanya." Ucap Brian.


Brigitha dan Briana hanya menganggukan kepalanya tanda setuju jika mereka akan mendapatkan karmanya karena mereka sangat jahat. Briana dan Brigitha terdiam beberapa saat sedangkan Brian menatap wajah cantik Calista yang masih tertidur dengan pulas.


'Aku tidak akan membuatmu menangis lagi dan Aku pastikan mereka akan mendapatkan balasannya.' ucap Brian dalam hati.


"Kak Brian." Panggil ke dua adik kembarnya tiba-tiba secara bersamaan setelah beberapa saat mereka terdiam.

__ADS_1


"Ya." Jawab Brian singkat.


__ADS_2