
Sekte Barakuda Ungu terkenal dengan hukuman mereka yang sadis. Mereka juga sangat kejam dan jahat, merupakan salah satu sekte yang masuk ke dalam aliran hitam.
Bahkan setelah lima menit berlalu Fu Juese masih mendapatkan pukulan di sana sini. Si kumis lele kemudian melepaskan genggaman tangannya pada rambut Fu Juese.
Fu Juese sudah sangat babak belur. Dirinya kemudian jatuh pingsan tetapi sebelum itu dia melihat bentuk kaki seseorang. Matanya masih setengah terbuka saat itu, meski begitu dia mengetahui kaki milik siapa di depannya.
"Na... Yueyin..."
Mata Fu Juese kemudian sepenuhnya tertutup.
"Hm? Siapa yang datang ini, ada urusan apa kau di sini gadis manis?"
"Na-Na-Na!"
Na Yueyin membuat wajah marah. Tidak pernah rasanya dia sekesal ini, tapi saat melihat Fu juese terkapar di tanah, rasanya dadanya seolah ditusuk benda tajam.
"Apa yang sebenarnya ingin kau katakan? Aku sama sekali tidak mengerti."
Karena si kumis lele tidak bisa menggunakan bahasa isyarat, Na Yueyin tidak perlu lagi banyak bicara dan dia langsung memasang kuda-kuda.
"Oh, begitu toh. Kau ingin bertarung, jadi kau memiliki hubungan dengan putra pertama keluarga Fu itu. Baiklah, Aku mengerti, Aku mengerti."
__ADS_1
Keduanya kemudian saling berhadapan. Na Yueyin mengeluarkan aura tenaga dalamnya dan si kumis lele juga sama.
Aura keduanya pun saling bertabrakan, sepertinya mereka berniat mencari tahu tingkatan ilmu bela diri masing-masing.
"Mustahil, siapa kau?"
Keringat mengucur keluar dari dahi si kumis lele. Dia mengetahui jika perempuan di depannya itu memiliki tingkatan di atasnya.
"Seniman bela diri tingkat lanjut?!"
Na Yueyin sangatlah berbakat. Hanya dalam beberapa bulan saja, akhirnya dia menembus ke tingkatan yang lain. Na Yueyin sekarang mencapai tingkat< Lanjut >.
Mengetahui kemenangan yang mustahil bisa didapat itu, si kumis lele memilih berbalik dan kabur. Dia berlari sangat cepat, tapi sayang Na Yueyin lebih cepat lagi.
Dia berhasil mencengkram leher si kumis lele dalam keadaan saling berlari.
"Urgh..."
Si kumis lele tidak bisa bernapas. Na Yueyin kemudian memberikan tenaga yang lebih banyak lagi sampai ujung jarinya pun bisa saling bersentuhan di leher yang tebal itu.
Akhirnya si kumis lele tidak lagi melawan, dia jatuh pingsan di tangannya. Setelah itu Na Yueyin berganti menatap ke arah dua orang bocah di sana.
__ADS_1
Tubuh mereka bergetar, mereka pun pasrah dan tidak melawan. Mereka berdua akhirnya mengikuti Na Yueyin dari belakang.
Na Yueyin membawa ketiga orang itu pada penjaga gerbang satuan keamanan di sana.
Mereka pun disuruh menjelaskan apa yang terjadi. Na Yueyin melotot pada dua orang bocah di belakangnya.
Keduanya kemudian menjelaskan keseluruhan dengan sangat detail, apa yang terjadi kepada si penjaga gerbang.
Keempat orang itu lalu di jatuhi hukuman. Mereka telah menyerang manusia biasa yang tidak bisa menggunakan energi tenaga dalam dan dikenai sanksi sebagai percobaan pembunuhan.
Mereka akan ditahan di penjara, disegel inti iblisnya sampai satu tahun sehingga tidak bisa lagi menggunakan tenaga dalamnya.
Saat semuanya telah selesai, Na Yueyin kembali pada Fu Juese. Dia mengangkat tubuhnya dan menggendongnya kembali ke rumah.
Semuanya telah selesai. Besoknya Fu Juese tidak dapat melanjutkan latihannya. Dia mengalami luka yang serius di badannya sehingga tidak dapat beranjak dari tempat tidur.
Tapi Fu Juese telah mendapatkan pelajaran yang berharga pada hari itu, dirinya telah bersumpah untuk menjadi lebih kuat lagi apa pun caranya.
Besoknya, Fu Juese bangun lebih pagi lagi. Tubuhnya masih penuh dengan luka-luka, namun dia memaksakan diri.
Fu Juese berganti pakaian, menggunakan gelang besi di kaki dan tangannya. Dia sudah siap kembali berlatih.
__ADS_1
Hari itu, Fu Juese berjanji untuk tidak akan kalah lagi.