Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Hari baru.


__ADS_3

Sudah dua tahun berlalu dan tanda-tanda akan pemberontakan masih belum terjadi.


Tidak ada tanda yang menunjukkan bahwa kekacauan akan segera dimulai, seperti penimbunan pasukan bersenjata, armor dan peralatan perang, bahkan mungkin rapat darurat antar para penguasa.


'Sebenarnya kapan pemberontakan ini akan terjadi?'


Sekarang di dalam kamarnya, Fu Juese sedang merenungkan semuanya.


Usianya menjadi sepuluh tahun saat ini dan tubuhnya menjadi lebih kekar dan lebih tinggi lagi.


Apa yang membuat seluruh kerajaan istana Yin sampai memusuhi mereka, itulah yang terus mengganggu kepala Fu Juese.


Apakah karena keluarganya yang menemukan buku 9 nyawa atau karena pedang ungu itu?


Setelah diusut oleh Fu Ning, ternyata buku itu adalah harta nasional milik kerajaan dan pemilik sebelumnya adalah kepala kerajaan dari generasi sebelumnya.


Fu Juese kemudian membuat keputusan untuk merahasiakannya. Lebih baik mereka tidak mengembalikan buku tersebut kepada pemilik aslinya, hal itu untuk mencegah supaya tidak terjadi kesalahpahaman di sini.


Fu Juese juga bukanlah orang yang suka mengklaim barang yang bukan miliknya seenak jidat, dia ingin mengembalikan buku itu kepada pemilik aslinya.


Akan tetapi jika dirinya sampai melakukan hal itu, apa yang terjadi jika dirinya mendapatkan pertanyaan seperti, 'Dari mana kau mendapatkan kitab ini?'


Hal itu sama saja dengan skakmat bagi Fu Juese dan dia tidak akan bisa menjawabnya. Entah Fu Hei mendapatkan kitab itu dari mencuri atau membelinya, intinya barang ini sama sekali bukan milik mereka.


Jadi Fu Juese berpikir untuk lebih baik membakar kitabnya sehingga kerahasiaan dari buku itu tetap terjaga.


Jika sampai diketahui bahwa keluarga terakhir yang memegangnya adalah berasal dari klan Fu, maka tamat sudah riwayat mereka.


Lagipula Fu Juese sudah menghafal seluruh isi dari buku itu jadi tidak masalah jika dia memilih pilihan untuk menghancurkannya, dan Fu Ning bahkan malah sudah berhasil mempraktikkannya.


Karena inti iblisnya yang belum terisi sama sekali, Fu Ning kemudian dapat dengan mudah langsung menguasainya.


Beralih pada barang yang satunya, lagi-lagi mereka juga mendapatkan sebuah harta karun di sini.

__ADS_1


Sekarang Fu Juese sedang memegang sebuah pedang ungu kehitaman di tangan kanannya.


'Ini adalah pedang Pusaka Suci, Teror Bulan Ungu.'


Pedang itu merupakan pusaka suci milik Sekte Barakuda Ungu dan termasuk harta nasional yang juga sudah menghilang.


Lagi-lagi Fu Juese sama sekali tidak mengerti dengan bagaimana cara Fu Hei sampai bisa mendapatkan kedua benda luar bisa tersebut.


Fu Juese tidak bisa menggunakannya untuk sekarang, jadi dia akan menyimpannya di tempat yang aman. Suatu hari nanti akan datang hari dimana dirinya akan menggunakan pedang itu.


'Mungkin penyebab pemberontakan terjadi karena ekspedisi?'


Di masa depan setelah kematian Gu Lang, tidak ada satu pun orang yang mengikuti Ekspedisi.


Dan sekarang karena Gu Lang masih tetap hidup, dia pun tetap aktif sebagai kesatria penjaga di tembok.


Fu Juese kemudian menghela napas setelah terlalu lama berpikir dan tidak mendapat hasil apapun.


Fu Juese mulai beranjak dari kasurnya dan memutuskan untuk melakukan rutinitasnya yang seperti biasa yaitu, berlatih. Dia telah dianggap seorang jenius dari orang-orang di Klan Fu.


Hanya dalam dua tahun saja... Dari dirinya yang tidak memiliki inti iblis. Dari yang awalnya cuma hanya manusia biasa. Dia terus melakukan latihan keras dari pagi siang dan malam tidak pernah bolong satu hari pun. Kemudian dirinya berhasil mengalahkan beberapa pendekar, walau itu masih di kelas Dasar. Percaya diri meskipun berhadapan dengan pendekar kelas Elite. Lalu sekarang pun dirinya masih terus bergerak maju. Fu Juese akhirnya telah menjadi pendekar bela diri dengan kelas Menengah.


"Jadi satu tahun untuk satu kenaikan kelas ya..."


"Tuan muda sungguh-sungguh mengesankan, biasanya orang-orang memerlukan waktu dua hingga empat tahun untuk mencapai kenaikan tingkat tetapi tuan muda berbeda."


"Huhu, tuan muda kita sekarang dapat diandalkan."


Para pelayan di kediaman rumah Fu Juese terus membicarakannya. Mereka adalah orang yang selalu memberi kabar terbaru tentang tuannya itu kepada dunia.


"Selamat pagi, tuan muda!!!"


Para pelayan terlihat berjajar rapi, mereka menunduk dan memberikan salamnya kepada tuan muda pertama di keluarga Fu setelah dirinya keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Selamat pagi."


Fu Juese pun tersenyum dan melintasi mereka semua.


Semua orang terus membicarakan tentang kehebatannya, namun tidak ada yang membicarakan proses dibaliknya.


Semuanya diperolah dari hasil kerja keras dan latihannya yang berat, dia juga selalu konsisten melakukan itu setiap hari.


Fu Juese terpaksa menjadi kuat demi melindungi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Tapi, semua ini juga tidak mungkin berhasil dicapai tanpa buku catatan itu.


'Aku tidak akan kalah dari siapa pun dengan buku ini...


Tidak akan kubiarkan kegelapan menjadi masa depanku...


Aku akan merubah masa depan dengan kedua tanganku sendiri.'


Fu Juese akan mewujudkan keinginan dan ambisi milik Pak tua. Sekarang...


Ada dua ancaman yang sebentar lagi akan mendekat menurut buku catatan. Pertama yaitu pemberontakan yang dilakukan oleh semua orang terhadap klan Fu.


Seluruh wilayah kerajaan akan menjadi musuh mereka.


Lalu yang kedua, seseorang yang keberadaannya ditakdirkan menjadi bencana bagi dunia.


"Chun Ma..."


Entah kapan dirinya itu akan muncul, yang jelas kedua ancaman itu akan membuat perang besar di sini.


Fu Juese mengepalkan tangannya dan mulai berlari pagi hari itu.


'Sudah tidak ada banyak waktu lagi yang tersisa, aku harus secepatnya menjadi lebih kuat lagi hari demi hari.'


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Hei ges, jika ada yang mau ditanyain apapun itu, sok silakan saja tulis di kolom komentar...


__ADS_2