Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Ujian(7).


__ADS_3

"Trang!"


Fu Juese masih terus bertahan menggunakan segenap kemampuannya.


Dengan sikap dan pembawaan yang tenang dirinya berhasil sedikit lebih mengungguli Tian Jian.


Tian Jian menunjukkan sikap yang berbanding terbalik dengan musuhnya, Tian Jian terus-terusan melotot kepada Fu Juese, dia menyerang Fu Juese seperti orang yang sudah kehilangan akal namun masih mempertahankan keterampilan dan sifat dari tekniknya.


Sebuah kesempatan akhirnya datang kepada Fu Juese.


Dia tidak menyia-nyiakan hal itu dan langsung membuat terbang musuhnya beberapa meter ke atas tanah.


Fu Juese berhasil memukul perut Tian Jian menggunakan tangan kirinya, hal itu dia lakukan setelah menerima serangan pedang dari Tian Jian.


Setelah mendarat di atas tanah Tian Jian pun dipaksa mundur ke belakang.


Selang beberapa saat berlalu mereka berdua kembali beradu keterampilan berpedang.


Fu Juese terus menangkis serangan yang datang menggunakan tangan kirinya yang berselimutkan bayangan, tapi kali ini, dirinya bukan hanya dapat bertahan saja di sana melainkan sesekali berhasil melancarkan serangan balik.

__ADS_1


Pedang keduanya pun terus beradu dan berdentangan di sana setiap saat sampai membuat napas kedua belah pihak pun habis dan gerakan mereka menjadi melambat.


Tapi pertarungan masih terus berlanjut dan kedua belah pihak mengalami luka-luka yang sama.


Fu Juese kali ini telah membuat pencapaian yang luar biasa dan tidak mungkin bisa dicapai oleh kelasnya.


Dirinya berhasil mengimbangi seorang pendekar bela diri dari kelas Serigala Muda satu lawan satu, sedangkan dirinya saja masih berada di kelas Menengah.


Belum pernah ada seorang pun di dunia ini yang dapat melakukan hal demikian.


Semua itu dapat dicapai karena bayangan hitam yang terus melindungi tubuh Fu Juese.


Jika sebelumnya dirinya tidak dapat mempertahankan tubuh dari kaisar naga selama lebih dari tiga detik, maka sekarang dirinya sudah bisa melakukan hal itu meski baru bisa menyelimuti seperlima saja dari tubuhnya.


[Latih lah terus kedalaman dari teknik dan keterampilan bela diri, baik keterampilan bela diri tangan kosong atau pun berpedang. Kunci dari semua itu adalah jangan pernah puas!]


Berkat nasihat dari buku catatannya ini, dirinya jadi lebih mengerti arah pola serangan Tian Jian dan hanya perlu membacanya kemudian tinggal beradaptasi.


Hebatnya lagi Fu Juese juga berangsur-angsur dapat beradaptasi dengan kecepatan luar biasa milik Tian Jian.

__ADS_1


Pertarungan keduanya pun berakhir dengan kemunculan Gu Lang dan sosok lainnya di tengah-tengah uru hara tersebut.


Gu Lang dan putri kecil ini memposisikan dirinya diantara Fu Juese dan Tian Jian untuk menghentikannya.


Mereka berdua mencegat keduanya untuk tidak melanjutkan jual beli serangan dan berdamai.


Terlihat di mata Tuan Putri kecil yang terus menerus melotot ke arah Fu Juese seolah ingin memakannya tetapi Fu Juese tidak menghiraukannya.


Fu Juese sama sekali tidak tahu apa penyebab tindakan tuan putri itu melakukannya sehingga dia pergi begitu saja.


Saat berbalik dirinya pun menyadari jika di sekeliling mereka, semua orang telah berhenti saling serang.


Di sini hanya ada dua orang saja, Fu Juese dan Tian Jian yang masih ingin melanjutkan pertarungan.


"Ini sama sekali bukan bagian dari perjanjian kita!"


Putri kecil itu menatap ke arah Gu Lang dengan cemberut sedangkan Gu Lang nampak tertawa canggung.


"Aku juga tidak tahu bakal menjadi seperti ini tuan putri, saya minta maaf."

__ADS_1


Tentara Fu Juese berhasil membantai semua orang yang ada di sana dan menyisakan dua orang saja.


Mereka adalah Tian Jian dan sang pembunuh.


__ADS_2