Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Kebenaran atau kebohongan.


__ADS_3

Fu Juese terkejut mengetahui isinya. Tidak terasa dia sudah membaca buku itu sampai pagi, Fu Juese juga terus mengulanginya sampai tiga kali.


Disela-sela membacanya itu, Fu Juese juga beberapa kali terlihat sampai menangis.


Cerita di buku catatan itu berisi perjuangan yang tiada akhir, kesepian, dan kegelapan terus menerus.


"Tidak dapat kupercaya, Pak tua itu dapat melalui semua itu? Aku berubah pikiran. Aku sungguh menghormatimu sekarang, Pak tua..."


Fu Juese membungkuk dan memberikan penghormatan pada buku itu, dia menganggap buku itu seolah-seolah adalah Pak tua yang dia temui kemarin.


"Baiklah, kita lanjut tentang pembuktian yang pertama."


[ Minggu depan, akan ada perwakilan dari keluarga Na yang datang ke rumah. Mereka berniat menjodohkan putra kedua Fu, Fu Guanji dengan putri kedua keluarga Na, Na Mei. ]


[ Mereka berdua kemudian dianggap pasangan paling ideal. OH, jangan sampai cemburu jika yang datang adalah perempuan yang sangat cantik. ]


[ Dia adalah seorang dewi. Tapi dia bukanlah putri kedua dari keluarga Na melainkan putri pertama mereka, perempuan itu adalah... Na Yueyin.]


"Na Yueyin?"


Fu Juese mengerutkan dahinya, keluarga Na adalah bangsawan besar dan setara dengan keluarga Fu. Tapi Na Yueyin ini adalah anak pertama. Dia sebaya dengan Fu Juese.

__ADS_1


"Di dalam buku disebutkan jika Na Yueyin tidak mampu berbicara. Bukankah dia akan ketahuan?"


[ Aku tahu, apa yang sedang kau pikirkan. ]


[ Na Yueyin berhasil mencapai kultivasi tingkat Atas. Dia adalah jenius seniman bela diri yang sesungguhnya. Karena itu dirinya sudah melewati rekonstruksi tubuh sehingga tubuhnya akan terlihat sangat muda dan bercahaya. ]


'Maaf, tapi bukan itu yang kutanya, Pak tua mesum.'


[ Intinya dia sangat cantik dan juga memiliki tubuh yang bisa membuat pria mana pun berlutut. Bahkan setelah lima puluh tahun pun kulitnya masih mulus dan belum mengendor. ]


'Pak tua, kau terlihat mesum sekali sekarang. Kau terang-terangan mengumbar sifat binatangmu, tapi...'


Fu Juese kemudian mengangguk mengerti. Dia memberikan pemakluman.


Na Yueyin mati saat sedang bekerja, dia terbunuh saat melawan iblis tingkat tinggi di pinggir kerajaan, saat itu invasi besar-besaran monster sedang berlangsung.


Pak tua itu juga sedang bekerja, tapi sebagai seorang guru dan tidak memiliki banyak pengalaman bertarung apa pun saat itu.


Setelah kematian Na Yueyin, Pak tua kemudian menjadi sosok yang berbeda.


[ Karena Na Yueyin bisu, dia tidak bisa mengatakan apapun bahkan selama diskusi pertunangan itu berlangsung. ]

__ADS_1


"Begitu, ya..."


Fu Juese menutup bukunya. Dia mengetahui jika Na Yueyin sudah dianggap alat oleh keluarganya, itulah yang membuat Na Yueyin pergi dari keluarganya. Na Yueyin kemudian menjadi seorang pelayan sekaligus pengawal.


Awalnya dia bekerja sebagai pengawal para kelompok dagang, kemudian keluarga menengah, karirnya itu lambat laun terus berkembang sampai dirinya bisa mengawal keluarga bangsawan, dan terus sukses sampai akhirnya Na Yueyin dapat menjabat menjadi seorang kesatria pengawal keluarga kerajaan di umurnya empat puluh.


Setelah seluruh keluarga Fu habis dibantai, Na Yueyin secara kebetulan menemukan Fu Juese di jalanan. Mengetahui nasib mereka berdua yang sama, Na Yueyin kemudian memutuskan untuk merawatnya.


"Pemberontakan akan segera terjadi sepuluh tahun dari sekarang, jadi masih ada cukup banyak waktu untuk mempersiapkan segalanya."


Fu Juese harus segera bergerak sekarang dan mencoba setiap saran dari buku itu.


"Aku sudah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, dengan buku ini Aku tidak takut lagi. Aku juga tidak akan membuat kesalahan yang sama seperti apa yang diriku di masa depan lakukan."


Fu Juese perlu bereksperimen dengan beberapa hal yang ada di dalam buku, dia juga harus mulai melatih fisiknya. apakah semuanya adalah kebenarannya atau hanya karangan, sebentar lagi semua itu akan terbukti setelah sepuluh tahun.


"Hal itu akan membuat buku ini pada akhirnya dapat dipercayai atau tidak. Tapi jika sudah terlanjur seperti ini..."


Dan jika sepuluh tahun lagi akan terjadi pemberontakan besar-besaran sepanjang sejarah, maka...


"Tidak ada pilihan selain mempercayainya mulai detik sekarang."

__ADS_1


Fu Juese mengangguk mantap dan mulai beranjak bangun dari meja belajarnya.


__ADS_2