Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Malam panjang(1).


__ADS_3

Tiba disaat malam hari, akhirnya Fu Juese baru teringat akan sesuatu. Dia benar-benar melupakan janjinya itu, sedangkan dia membutuhkan kekuatannya untuk membantu keluarganya di sini.


Fu Juese menggaruk kepalanya dan bingung, bagaimana caranya untuk menjelaskan semua ini kepadanya besok?


Apakah dirinya akan kecewa?


Fu Juese memasang tampang yang serius.


"Apa ada yang mengganggumu?"


Gu Lang menyadari keresahan anaknya itu.


"Biar kutebak, hal itu pasti berhubungan dengan perempuan bernama Na Yueyin, kan? Kau pasti sangat rindu dengannya, padahal baru satu hari saja kalian tidak bertemu..."


Gu Lang tersenyum menggoda anaknya, tapi Fu Juese mati-matian menolaknya. Karena Fu Juese menolak dengan malu-malu, hal itu pun membuat Gu Lang ingin tertawa.


Mereka terlihat pasangan baru yang menggemaskan, begitulah apa yang ada di pikiran Gu Lang.


"Sejujurnya, Aku sudah bertemu dengan perempuan itu."


"Huh, Kapan?"


Fu Juese sama sekali tidak menyadarinya. Perasaan, mereka berdua selalu bersama. Seharian mereka terus melakukan sparing latih tanding sampai malam. Keduanya bahkan melewatkan jam makan siang bersama.

__ADS_1


Gu Lang yang tersenyum lalu menjelaskan, "Ada seorang perempuan yang terus mengintip ke dalam rumah, dia terlihat mencurigakan jadi aku memutuskan menemuinya."


Di sela-sela istirahat sparing mereka, Gu Lang memutuskan pergi menemuinya.


"Dia sangat manis dan cantik sama seperti ibu saat masih muda dulu. Kau lumayan jago memilih perempuan."


"Ibu juga masih cantik sampai sekarang, jadi jangan terlalu merendah."


"Aha, kau sangat pandai memuji ternyata. Sayang sekali kulit dan tubuh ibu sudah tidak lagi semulus dan seramping dulu. Banyak yang sudah mengendor dan berlipat."


Gu Lang terus saja bercerita panjang lebar terkait kondisi tubuhnya yang sekarang. Meski begitu, kenyataan yang sesungguhnya adalah Gu Lang masihlah muda dan cantik. Tidak berlebihan jika Gu Lang dianggap belum menikah.


Gu Lang terus menceritakan tubuhnya yang bisa mengundang banyak kesalahpahaman itu dan jika terus disambung, maka akan banyak mengundang marabahaya jika ada seseorang yang mendengarnya.


"Ibu, Aku ingin ikut denganmu di ekspedisi yang selanjutnya."


"Hm? Kenapa tiba-tiba? Apakah ada sesuatu yang ingin kau lakukan?"


"Ada-- tidak. Jujur, Aku hanya ingin menjadi lebih kuat lagi."


"...."


Gu Lang terdiam. Dia terus melihat anaknya itu dari atas sampai ke bawah untuk waktu yang cukup lama. Gu Lang kemudian terlihat berpikir keras.

__ADS_1


"Jadi, bagaimana?"


"Aku akan memikirkannya lagi. Akan kuberikan jawaban itu nanti setelah ekspedisi kembali dibuka."


"...Baiklah, Aku mengerti."


Fu Juese menjawab dengan setengah hati. Bukan seperti ini hasil yang dia inginkan. Fu Juese juga telah menunjukkan perkembangan kekuatannya yang luar biasa kepada ibunya.


Itulah yang menjadi alasan kenapa Fu Juese bertarung sekuat tenaga untuk melawan Gu Lang.


Tapi, kenapa masih tetap juga ibunya memandang Fu Juese sebagai orang yang masih belum bisa bertarung?


'Kenapa dia masih menganggapnya orang yang lemah seperti dulu...'


Mengetahui anaknya yang berkecil hati, Gu Lang mulai mencari cara untuk menghiburnya.


"Oh, Na Yueyin sudah kuminta kembali lagi esoknya. Bagaimana, bukankah kau senang?"


"Ya."


Fu Juese hanya menjawabnya dengan singkat. Dia terlihat masih kecewa sampai menghela napas panjang.


Mereka berdua kemudian menuju pada meja makan untuk makan malam. Sudah ada banyak orang yang menunggu keduanya di sana.

__ADS_1


Pada akhirnya, Gu Lang dan Fu Juese sama sekali tidak saling berbicara sampai malam.


__ADS_2