
Beberapa hari berlalu.
Rombongan putri Yin Zixia telah tiba di kediaman mansion rumah Klan Fu dengan selamat.
Setibanya di rumah mereka segera disambut dengan banyak orang. Para penduduk desa terlihat beramai-ramai mengelilingi mereka di luar pagar rumah.
“Apa benar mereka melakukan semuanya hanya dengan lima orang saja?”
“Aku tidak percaya mereka berlima membuat kekacauan seperti itu.”
“Mereka bahkan bisa melarikan diri dari amukan para pendekar kekaisaran Jiang Lu...”
“Aku dengar Tuan Muda Fu bahkan mampu mengalahkan salah satu dari petinggi mereka.”
Semua orang penasaran akan kebenaran dari berita yang sedang panas baru-baru ini.
Na Yueyin dan Fu Ning yang menjaga rumah sampai kerepotan menghadapi kerumunan massa di depan pagar rumahnya.
Mereka kesulitan membukakan pintu masuk saat kereta gerobak kuda Fu Juese dan yang lainnya melintas.
Keduanya juga telah mendengar kabar yang terjadi di kekaisaran sebelah. Meskipun mereka juga sama penasarannya dengan para penduduk desa namun tidak ada yang bisa dilakukan keduanya untuk memuaskan rasa penasarannya.
'Tapi syukurlah tidak ada apa pun yang terjadi...'
Na Yueyin mengeluarkan napas lega.
Tidak ada yang lebih penting lagi selain keselamatan semua orang. Na Yueyin pun tidak percuma memberikan semua orang jimat buatannya kecuali Tian Jian.
Orang pertama yang turun dari gerobak kereta pada saat itu adalah Fu Juese. Dia merentangkan tangannya ke langit lalu menghirup udara segar di sekelilingnya.
"Huaaah..."
__ADS_1
Na Yueyin yang melihatnya kemudian segera berlari ke arah Fu Juese sambil tersenyum, dia berlari secepat yang dia bisa ke arah tunangannya itu.
Na Yueyin bersyukur ketika melihat keadaan Fu Juese yang sehat dan masih seperti dirinya yang biasa. Padahal menurut cerita yang telah didengar olehnya, pertarungan di sana seharusnya bagaikan mimpi buruk bahkan Fu Juese hanya bertarung seorang diri di sana.
"Na!" Na Yueyin menabrakkan badannya ke tubuh Fu Juese, beberapa detik kemudian dia memeluknya sangat erat dan mulai menangis.
"Na!” (Selamat datang!)
Fu Juese yang melihatnya tersenyum dan menjawab, "Aku kembali..."
Mereka telah berpisah untuk waktu yang cukup lama yaitu, lebih dari dua bulan. Untuk pasangan kekasih dua bulan bukanlah waktu yang singkat bagi mereka.
Maka dari itu, apabila Na Yueyin bersikap sampai seperti itu kepada Fu Juese maka hal itu bisa diterima.
"Aku mengerti, Aku mengerti..." Fu Juese mengusap kepala Na Yueyin.
Setelah Fu Juese yang turun dari kereta kuda kini giliran Yin Zixia yang ikut menginjakkan kakinya di tanah.
“....”
Matanya kosong dan dirinya pun cepat-cepat berbalik mengalihkan pandangannya. Hatinya terasa sempit saat melihatnya.
Gu Lang, Tian Jian, dan Peijing pun hanya menghela napas pelan melihat tuan putri. Mereka tidak bisa berbuat apapun untuknya.
Di dalam kereta kuda semua orang telah menyadari perasaan Yin Zixia yang sesungguhnya kepada Fu Juese.
Yin Zixia yang berbalik mencoba sekuat tenaga menahan tangisannya agar tidak keluar.
Dirinya menggigit mulutnya sendiri namun sama sekali tidak berguna karena tubuhnya itu menolak dengan terus-menerus bergetar.
"Hik... hik..." pada akhirnya dirinya menangis. Tidak ada siapa pun di sana selain dirinya, Yin Zixia pun mulai mencurahkan segalanya.
__ADS_1
**
Setelah semua orang berbincang cukup lama di ruang tamu tiba-tiba saja sebuah kereta kuda lainnya datang dari arah belakang.
Kereta kuda itu sangat mewah, terdapat simbol kerajaan besar dan bendera di sampingnya.
Kereta kuda itu terus bergerak masuk sampai ke kediaman klan Fu dan membelah lautan massa yang mengepung rumah Fu Juese.
"Minggir! Kalian semua minggir!”
“Jangan menghalangi kami!”
“Kami adalah para utusan dari Istana Kerajaan Yin-!”
Mereka terdiri dari beberapa pendekar dari keluarga kerajaan dan dua orang berseragam formal.
Orang itu pun turun dengan membawa sebuah surat di tangannya. Dia langsung bergerak dan mencari-cari seseorang di sana. Sampai beberapa detik berlalu dan dirinya kemudian mengangguk bersama teman-temannya.
“Apakah kau adalah Fu Juese?”
“Ya.”
Pria itu kemudian menyampaikan pesan paduka Raja Yin Song untuk Fu Juese.
Ternyata surat itu bukan hanya ditujukan pada Fu Juese seorang melainkan juga semua orang yang ikut ambil bagian ke dalam misi pengawalan.
Surat itu mengatakan terima kasihnya yang paling dalam sekaligus sebuah hormat karena telah menyelamatkan putrinya.
Raja Yin Song kemudian memberikan hadiah berupa beberapa satu buah peti koin emas dan sebuah token perunggu milik kerajaan.
Fu Juese pun menerima semua itu setelah menundukkan kepalanya.
__ADS_1