
Setelah makan malam selesai, Fu Juese kembali ke kamarnya. Menurut buku catatan dari Pak tua, ulat cina Yin dan Yang Legenda itu akan membantunya merehabilitasi kembali inti iblisnya yang sudah rusak, tapi jika itupun terus dikonsumsi berkala dan melakukan latihan dengan konsisten.
"Sekarang ke halaman selanjutnya."
[ Metode Kultivasi. ]
Fu Juese tercengang saat melihatnya, ada banyak sekali metode olah napas untuk menyerap tenaga alam di sana. Tapi pak tua itu telah memberikan urutan prioritas yang harus di pelajarinya lebih dulu.
Dia mengurutkannya dengan memberikan skor bintang di sampingnya. Dan jumlah bintang terbanyak adalah...
[ Seni Tubuh Besi milik Sang Kaisar Naga Hitam. ]
Metode itu mendapatkan tujuh bintang. Fu Juese telah memutuskan jika inti iblisnya yang pertama akan diisi dengan teknik ini. Lalu, satu lagi inti iblis miliknya, akan diisi dengan metode...
[Seni Bayangan Kosong Sang Hantu.]
"Sekarang mari kita mulai pelatihannya."
Fu Juese sangat bersemangat. Pertama, dia akan menggunakan seni teknik sang kaisar naga yang mendapatkan review bintang tujuh.
Dia ingin mengetahui seperti apa tekniknya itu, sampai bisa membuatnya mendapatkan tujuh bintang.
Kemudian, setelah selesai menguasainya, dia akan melanjutkan ke teknik seni yang kedua, yaitu Bayangan Kosong.
Seni itu mendapatkan review bintang enam, satu bintang di bawah teknik seni sang kaisar naga.
__ADS_1
Fu Juese kemudian duduk bersila di atas kasurnya.
"Fyuuh..."
Fu Juese menarik dan menghembuskan napasnya berulang kali. Dia melakukannya persis dengan perintah yang tertulis di buku catatan, sampai akhirnya dia menjadi tertidur di sana.
Tenaga dalamnya sama sekali tidak terisi, dan inti iblisnya juga masih belum pulih.
"Baiklah, mari kita lakukan semua itu secara perlahan, jadi tidak perlu panik."
Matahari telah terbit dan tidak ada kemajuan apapun yang didapatnya. Tapi, jika boleh memberi saran, akan lebih baik lagi jika Fu Juese tidak melakukannya di atas kasur. Dia terlihat seolah seperti seorang pemalas.
Fu Juese mulai beranjak pergi dari kasurnya dan bersiap untuk memulai satu hari yang melelahkan lainnya.
Keesokan paginya, Fu Guanji bersama dengan adik-adiknya sedang berkumpul. Fu Guanji adalah putra kedua dan calon pemimpin keluarga di masa depan.
Tapi akhir-akhir ini, dia menjadi resah karena pergerakan dari Fu Juese yang tidak terduga.
"Tenanglah, Kakak. Si sampah itu hanya sedikit berolahraga dengan menggerakkan badannya. Inti iblisnya masih tidak bisa digunakan untuk menyerap tenaga dalam sama sekali."
Fu Ning mengatakannya dengan senyum lebar, dia adalah putri ketiga yang terkenal dengan kepintarannya. Seorang putri yang memiliki kepintaran di atas rata-rata.
Usianya masihlah enam tahun tetapi dia sudah mendapatkan banyak sekali pelajaran yang tidak sesuai dengan umurnya.
Fu Guanji dan Fu Ning, mereka berdua adalah sosok harapan di keluarga Fu di masa depan.
__ADS_1
"Kita tidak bisa dibandingkan dengan si sampah."
"Kau benar."
"Kita adalah orang yang akan membawa keluarga Fu ini berdiri di atas keluarga lainnya."
"Ya!"
"Tidak perlu memikirkan bocah idiot yang hanya bisa mempermalukan nama keluarga, kita bisa menganggapnya seolah sudah mati saat ini."
"Haha! Fu Ning, kau benar sekali."
Di sana, Fu Guanji tertawa sangat keras sedangkan Fu Ning menatap adik-adiknya yang lain.
"Aku benarkan?"
Mereka pun segera merespon dengan wajah yang ketakutan dan mengangguk. Awalnya, kedua adiknya yang lain sempat ragu.
Putri ketiga dan putri keempat adalah anak kembar. Mereka saling berpandangan sejenak, tapi tidak ada yang bisa mereka lakukan.
Mereka takut dengan dominasi Fu Guanji dan kelicikan Fu Ning. Dalam bayangan mereka, mereka berdua adalah monster.
Walau bagaimanapun, Fu Juese tetaplah kakak sulung mereka dan harus dihormati, begitulah. Ibu mereka juga berpesan seperti itu kepada mereka. Tapi, pada akhirnya mereka tetap menertawan ketololan Fu Juese.
Keduanya pun ikut tertawa sampai terbahak-bahak di sana.
__ADS_1