
Di balai latihan, Fu Juese sedang berdiri di depan barisan.
Di belakangnya orang-orang sedang berbaris rapi demi menirunya.
Sesekali terdengar suara teriakan penuh semangat dari semua orang sesudah mereka memukul dan menendang udara seperti yang Fu Juese lakukan.
"Hah!!! Hiyah!!!"
"Hah!!! Hah!!! Hiyah!!!"
Suara itu menggema dan berpantulan ke seluruh ruangan.
Sayangnya Fu Juese tidak melakukan gerakannya sembari berteriak, dia sangat fokus kepada setiap gerakan agar lebih terpusat sehingga dirinya akan tahu dimana yang salah dan segera memperbaikinya.
Fu Juese sekarang sedang mengasah keterampilan seni bela diri tangan kosong di depan semua orang.
Sudah setengah tahun sejak semua ini berlalu, yaitu saat dimana orang-orang mulai menirunya.
Mereka percaya bahwa keterampilan dan tekniknya akan meningkat pesat jika melakukan latihan yang sama persis.
Bahkan mereka yakin jika sekte ataupun sekolah bela diri tidak akan bisa dibandingkan dengannya.
"Padahal kita sudah meniru tuan muda Fu selama berbulan-bulan, tapi setiap harinya tuan muda Fu selalu bisa menunjukkan gerakkan barunya yang berbeda."
"Ya, tapi dengan ini, kemampuan kita semua menjadi lebih meningkat pesat kan?"
"Kau benar."
Semua orang kemudian mengikuti metode latihan Fu Juese setiap harinya.
__ADS_1
Saat istirahat siang, Fu Juese selalu beristirahat makan siang bersama dengan Na Yueyin.
Mereka pun juga ikut mencontohnya.
Mereka membawa pasangannya di sini dan datang dengan beramai-ramai.
Tempat latihan pun menjadi spot bucin favorit bagi semua orang.
Ada juga para jomblowan dan jomblowati yang duduk menonton, tapi setelah mereka saling berkenalan akhirnya keduanya pun menjadi pasangan.
Tempat ini juga dikenal untuk mencari jodoh.
"Aku bersyukur kepada dunia dapat bertemu denganmu, bidadariku."
"Ah, kau bisa saya ayang."
Tapi ada juga yang masih tetap menjomblo, mereka yang seperti itu hanya bisa menelan ludah pahit dan menjerit sakit di dalam hatinya.
Mereka juga mengutuk semua orang yang bermesraan di sana.
'Niatlah sedikit kek, kenapa kalian malah lalai dan bersenang-senang dengan nafsu dunia ini, badjngan.'
'Dasar bodoh, lihatlah saja nanti kemampuan kalian semua akan berada jauh di bawahku, ajng.'
Meskipun mereka berlatih dengan meniru setiap gerakan bela diri Fu Juese, tetapi nyatanya semua itu tidak lah mudah.
Mereka diharuskan mengenakan gelang besi di kaki dan tangannya.
Beberapa orang ada yang menyerah di dalam proses mereka melakukannya, dan beberapa yang lain ada juga yang masih bertahan dengan kerasnya latihan itu.
__ADS_1
Mereka yang bertahan kemudian mendapatkan ajaran dan keterampilan dari Fu Juese.
Fu Juese kemudian sadar jika orang-orang yang berhasil bertahan itu adalah teman-teman dari Fu Ning.
Mereka ternyata adalah anggota fraksi yang Fu Ning dan Fu Guanji buat sebelumnya.
Fraksi itu kemudian diberi nama Perkumpulan Langit para Naga Muda.
"Sekarang mereka adalah pasukanmu, Kakak."
"Aku menolaknya, tolong urus-urusanmu sendiri dan jangan libatkan Kakakmu ini, mengerti?
"A-Ah! T-Tapi Kakak, ini semua demi membantumu menjadi yang terkuat."
"Aku tidak sedang membutuhkan bantuan siapapun saat ini."
"Kakak, tapi suatu saat nanti kau pasti akan..."
"Aku bisa melakukannya sendiri."
Fu Juese menolaknya, tetapi Fu Ning terlihat berpikiran lain.
Dirinya yakin jika suatu saat nanti Kakaknya itu akan membutuhkan banyak bantuan di sekitarnya.
Dirinya merasa bahwa Kakaknya itu akan terlibat sebuah pertempuran besar dan sengit, bahkan bisa jadi Kakaknya nanti akan merubah sejarah di masa depan.
"Suatu saat kakak akan mengerti itu, dia akan memujiku karena keputusanku hari ini."
Fu Ning terus memandangi punggung Kakaknya yang terus menjauh.
__ADS_1