
Beberapa hari kemudian.
Setelah semua kembali normal, Yin Zixia pulang ke istana bersama dengan pengawal dan anak buah paling setianya. Mereka adalah Tian Jian dan Peijing.
Sebelum perpisahannya, Tian Jian menantang Fu Juese untuk berduel dengannya.
Fu Juese juga penasaran ingin menguji seberapa besar kekuatannya setelah naik ke kelas < Serigala Muda >, dia dengan senang hati menerima tantangan itu.
Mereka beradu di halaman dengan para penonton sebagai juri.
Tian Jian merengsek ke depan dengan kecepatan yang luar biasa, bila dulu pertarungan mereka tidak melibatkan senjata maka sekarang keduanya diperbolehkan menggunakannya.
Trang! Trang!
Fu Juese bertahan dengan pedangnya sedangkan Tian Jian terus menerus mengayunkan pedangnya.
Keduanya kemudian tersenyum setelah pertukaran yang sengit. Energi tenaga dalam yang mereka keluarkan sama-sama menakjubkan dan seimbang, karena benturan tenaga mereka berdua sama maka terciptalah harmoni keindahan di sana.
"Woaaah."
Mata para penonton tidak bisa lepas darinya.
Di penghujung terakhir, Tian Jian menarik napas, dia mengeluarkan semua energi yang dia tahan kemudian menyalurkan energi itu ke tangan kanannya.
Melihat itu Fu Juese lantas tidak diam saja, dia mulai mengambil ancang-ancang.
Setelah mundur beberapa langkah ke belakang, Fu Juese mulai tersenyum seolah-olah dirinya melihat sebuah kemenangan di depannya.
'Ada apa dengan dia?' Pikir Tian Jian.
__ADS_1
Tian Jian tidak memedulikan apa pun yang akan dilakukan Fu Juese. Dia juga tidak menganggap Fu Juese sebagai bocah normal seperti bocah usia sepuluh tahun kebanyakan. Dia hanya melihat Fu Juese sebagai lawannya.
Setelah dirinya yakin sudah cukup banyak energi yang terkumpul pada tangan kanannya, Tian Jian kemudian mengangkatnya dan mengarahkan tangan itu pada Fu Juese.
Blar! Blar!
Seketika muntahan api yang panas terlontar dari tangannya. Tian Jian tanpa menahan apa pun mengerahkan segenap kekuatannya.
Di sisi lain, Fu Juese juga telah selesai dengan persiapannya. Bayangan hitam telah menyelimuti ujung dari pedangnya.
Sesaat sebelum semburan api itu akan menjalar di tubuhnya, hanya dalam sepersekian detik saja, semuanya menjadi terbelah.
Muntahan api itu tertarik ke belakang dengan terbagi kemudian menghilang.
Tepuk tangan dan sorak sorai terdengar, Fu Juese adalah pemenangnya. Dia meninggalkan goresan tipis luka di pipi kanan Tian Jian.
Tian Jian menyarungkan kembali senjatanya.
Fu Juese yang melihatnya merasa puas, meski begitu di dalam dirinya dia masih merasakan menahan diri saat melawan Tian Jian.
"Aku tahu, saat pertukaran serangan barusan, bahwa kau masih belum serius melawanku."
"Kalau serius, kau mungkin sudah disurga, paman."
'Bocah brengsk!' jerit Tian Jian di dalam hatinya. Meski begitu harus dirinya akui bahwa Fu Juese memang seorang jenius. Dia belum pernah melihat bocah semahir dirinya selama dia hidup.
Tian Jian kemudian tidak membayangkan akan seperti apa Fu Juese dalam lima tahun lagi.
"Kau memang monster, bocah."
__ADS_1
"Kalau begitu, Aku terima pujiannya. Terima kasih, paman."
Keduanya tersenyum dan saling memberikan hormat.
"Fu Juese, apa kau akan bergabung ke sebuah sekte?"
Tian Jian bertanya karena penasaran. Mengingat bahwa usia Fu Juese sudah cukup umur untuk bergabung ke dalam komunitas. Tian Jian bermaksud ingin memberikan nasihat kepadanya.
"Hmmm. Aku masih belum kepikiran."
"Jika kau bergabung dengan salah satu sekte, kau juga akan menerima manfaatnya. Bergabung dengan sebuah sekte, kau akan mendapatkan tumpukan emas, sumber daya, koneksi, dan bahkan kekuasaan. Sepenting itulah sebuah sekte di dunia."
Tian Jian menerangkan panjang lebar kepada Fu Juese mengenai semua hal tentang sekte.
Mendengar ocehan itu tidak memuat Fu Juese berterima kasih malah membuatnya bertambah benci kepadanya.
Dia sedikit jengkel terhadap Tian Jian tetapi karena Tian Jian telah memberikan semua informasi itu dengan tulus kepada dirinya, setidaknya dia harus mencoba untuk berpura-pura mendengarkan.
Fu Juese telah mendapatkan semua informasi itu dengan membaca buku catatan milik Pak tua, jadi yang dikatakan oleh Tian Jian sama sekali tidak berguna untuknya.
"Namun, Fu Juese, Aku akan memberitahumu ini..."
Bergabung dengan sebuah sekte, maka kau akan terikat dan menjadi bagian dari mereka. Kau akan menjadi musuh bagi sekte yang lain.
Di dunia luar, kau tidak bisa bertindak sendirian. Dan melakukan apa pun yang kau mau.
"Ingatlah itu, sebelum kau memilih bergabung dengan sekte yang ingin kau masuki."
Apa yang dikatakan oleh Tian Jian barusan tidak ada di catatan Pak tua, Fu Juese baru pertama kali itu tersenyum kepada Tian Jian.
__ADS_1