Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Tuan Putri Kerajaan Yin.


__ADS_3

Seperti Na Yueyin dengan bakatnya, Fu Juese juga telah banyak ditawari bergabung dengan banyak sekte.


Dirinya diimingi dengan berbagai janji seperti kekuatan yang dapat memperdalam ilmunya, sebuah seni atau pun keterampilan bertarung yang langka.


Mereka juga akan menyediakan berbagai pil maupun sumber daya, dan bahkan uang dalam jumlah luar biasa banyak untuknya.


Tapi Fu Juese akhirnya menolak semua itu.


'Aku memang akan bergabung dengan sebuah sekte, tapi hal itu masih akan terjadi jauh di masa depan.'


Kekaisaran Jiang hu.


Kekaisaran ini dibagi menjadi dua wilayah.


Dataran utama dan daerah pinggiran.


Dataran Utama milik Istana Kerajaan Yin dan Daerah Pinggiran memiliki sembilan keluarga sebagai tuan wilayahnya.


Di utara ada tiga keluarga di sana, Klan Fu, Klan Na, dan Klan Ma.


Kepala keluarga klan Na atau pun klan Ma belum berubah sama sekali, tetapi hal itu berbeda dengan klan Fu.


Kepala keluarga yang sebelumnya telah berkhianat dan sekarang digantikan oleh kepala keluarga yang baru, yaitu Gu Lang.


Banyak yang mempertanyakan kepantasan Gu Lang sebagai kepala keluarga yang baru.


Apalagi Gu Lang memiliki latar belakang yang rendah sebagai seorang penduduk biasa dulunya.


Tapi semua itu berubah dengan prestasinya tahun ini.


Gu Lang berhasil melakukan ekspedisi di wilayah utara dan membereskan seorang monster iblis dengan tingkat jenderal di sana.


Sekarang, dirinya sedang dipanggil ke istana kerajaan Yin untuk menerima penghargaan.

__ADS_1


"Kepala keluarga klan Fu yang sekarang, Gu Lang. Aku akan memberikan penghargaan atas prestasimu yang luar biasa ini."


"Terima kasih atas penghargaannya yang mulia, Yin Song. Sejujurnya saya tidak melakukan itu sendirian."


"Hmm. Begitu? Kalau begitu aku akan memberikan masing-masing dari kalian tanah di sebuah pedesaan, lalu untukmu Gu Lang kau akan dihadiahi uang dan juga tanah yang lebih besar."


"Sekali lagi saya sebagai perwakilan semua orang, mengucapkan banyak terima kasih."


"Tidak masalah, terus lakukan pekerjaanmu demi negara ini dan para penduduk."


"Baik, yang mulia."


Gu Lang menunduk dan mulai berjalan pergi, tapi baru saja dirinya hendak pergi seseorang kemudian menghentikannya.


"Tunggu!"


Suara itu melengking dan terdengar menggema di dalam istana.


Suara itu berasal dari seorang bocah yang berumur sepuluh tahun.


"...Yin Zixia."


Gu Lang langsung menunduk setelah melihat seorang bocah dengan gaun pendek sedang berjalan ke arahnya.


"Berdirilah!


"Baik tuan putri, Yin Zixia."


Seorang putri kecil sekarang sedang berdiri di hadapan Gu Lang dengan pose sombongnya.


Dia menyilangkan tangan dan melebarkan kakinya sangat lebar kemudian memandang rendah Gu Lang dengan mengangkat tinggi kepalanya.


"Hemph!"

__ADS_1


Putri ini terlihat sangat imut dan cantik dari luar, tapi sayang sekali jika putri keempat atau paling bungsu itu terkenal dengan lidah tajamnya.


Semua orang di dalam istana sedang menelan ludahnya memandangi keduanya.


Mereka penasaran akan bagaimana tuan putri itu bersikap di depan Gu Lang.


Yin Zixia bahkan sudah pernah membuat seorang biksu meneteskan air matanya.


Bayangkan saja biksu yang mampu menahan nafsu, tidak pernah termakan emosi, dan selalu memaafkan setiap kesalahan semua orang pun tidak kuasa lalu menangis tersedu di hadapannya.


'Dasar biksu goblok, hanya segitu saja kau sudah cengeng? Lantas bagaimana dengan embel-embel pendeta nomer satu seprovinsimu itu?'


Biksu itu pun pergi dan berhenti dari pekerjaannya saat itu juga.


Setiap tamu-tamu yang selalu berkunjung akan pulang dengan hati yang terluka dan tidak bisa berbuat apapun.


Biasanya para tamu itu akan mendapatkan kata-kata kasar dan ejekan darinya, bahkan mereka semua sampai dipermalukan di depan raja.


Tetapi anehnya, hari itu Gu Lang sama sekali tidak mendapatkan perilaku seperti itu dari Yin Zixia.


"Aku ingin bertemu dengan anakmu!"


Gu Lang pun memiringkan kepalanya.


"Apa maksud anda tuan putri?"


"Dasar bodoh, kau punya kuping tapi masih juga tuli?!"


Gu Lang kemudian terdiam tidak bisa berbicara.


"Aku ingin bertemu dengan orang yang bernama Fu Juese itu!"


Semua orang yang berada di istana kerajaan kemudian tercengang.

__ADS_1


__ADS_2