
"Siaaaalaaaannn!!!"
Fu Hei berteriak di sana.
Dia sangat marah sekarang.
Tidak pernah disangka, seseorang dari kelas Dasar saja bisa membunuhnya.
Fu Hei kemudian menarik napas panjang dan memanggil sesuatu.
Tubuhnya tiba-tiba berubah, dirinya menjadi seekor monster Harimau yang berbulu cokelat terang.
Monster itu masih tetap seperti manusia hanya saja, wajah dan kulitnya yang menyerupai kucing.
Itu adalah teknik dari aliran hitam, yaitu penggabungan dengan seekor iblis.
Fu Hei mengerang di sana.
Dia melihat di satu tempat saja.
Di sana, Fu Juese sudah terbangun dengan batuk-batuk.
Dia perlahan keluar dari balik kepulan kabut asap.
Saat melihat Fu Hei yang berubah menjadi manusia harimau.
Dia menelan ludahnya.
Tapi...
Semua itu segera berubah setelah satu orang lagi berjalan keluar dari balik kabut asap itu.
"Kenapa kau terlihat takut begitu? Tenanglah karena ada aku di sini."
Suara itu sangat familiar dan khas di telinganya.
__ADS_1
Saat berbalik Fu Juese menemukan Gu Lang di belakangnya.
"Ibu!"
Gu Lang muncul dengan tubuh pucatnya dan perban yang mengelilingi tubuhnya.
Gu Lang terlihat masih kurang sehat.
Sepertinya dia memaksakan dirinya untuk berdiri.
Terlihat tubuhnya sesekali bergetar setelah dia berjalan.
Fu Juese kemudian menolak dan berulang kali meminta ibunya itu untuk tidur di ranjang dan beristirahat.
Tapi Gu Lang juga ikut menolaknya dan malah tersenyum lembut seraya mengusap kepala anaknya.
Fu Juese kemudian terdiam.
Dialah orang yang ingin melindunginya.
"Tenanglah, aku adalah ibumu, sebagai seorang ibu sudah menjadi tugasnya untuk melindungi anaknya."
"Tapi, ibu... kau mungkin saja akan mati nanti."
"Hahaha. Fu Juese, kau ini lucu sekali nak. Bagaimana kau bisa membayangkan hal seperti itu? Atau kau malah yang menginginkan seperti itu?"
"Kumohon jangan bercanda sekarang bu, aku serius. Semua yang kukatakan tadi itu adalah apa yang akan terjadi di--"
"Cukup. Aku tidak berdiri di sini sendiri, ada kau, ada Nak Yueyin, dan juga ada adikmu di belakang."
"Adik?"
Fu Ning ikut muncul, tapi dia terlihat gemetar karena ketakutan.
"Intinya, jika kau tidak dapat menang sendirian maka err... itu, ada kami di sisimu."
__ADS_1
Na Yueyin juga ikut muncul, entah sejak kapan dia sudah berdiri di samping Fu Juese.
Dia mengangguk dan tersenyum manis di sana.
'Ini, ini dia.'
Inilah yang dia cari-cari, ini yang diinginkan si Pak tua itu-- tidak, melainkan dirinya di masa depan.
Sebuah kebahagian kecil bersama dengan semua orang yang dia sayangi.
Dia sudah tidak lagi berdiri sendirian.
Sekarang, ketiga orang itu telah mengelilingi Fu Juese.
Fu Juese kemudian tersenyum tipis.
Ekspresinya sudah tidak lagi panik dan takut seperti sebelumnya.
Yang dia lawan juga hanyalah seorang pendekar dengan kelas Serigala Muda biasa.
Itu mudah saja.
Sekarang pertarungan kedua kembali di mulai.
Fu Hei berlari di sana dengan tubuh besarnya.
Tubuhnya sudah besar sebelumnya, tetapi setelah bergabung dengan monster iblis, tubuhnya menjadi lebih besar lagi.
"Groaaah! Matilah kalian semua!"
Dia mengeluarkan sebuah senjata, itu adalah sepasang cakram genggam besi yang sangat tajam dan juga berduri.
"Kemarilah!"
Fu Juese menantangnya bersama dengan orang-orang yang berdiri di sisinya.
__ADS_1