Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Jalan panjang.


__ADS_3

[ Fisikmu masih terlalu lemah. ]


[ Latihan ini akan membuatmu berkembang dan kekuatan fisikmu akan meningkat sampai sepuluh kali lipat! ]


Baik itu sedang hujan ataupun panas terik matahari, Fu Juese tetap terus melakukan latihannya. Untung saja saat sedang hujan Fu Juese ditemani oleh Na Yueyin. Dia rela memegangkan payung demi dirinya selama hujan. Meski Fu Juese terus berulang kali menolak tidak mau karena malu dilihat oleh orang-orang. Mereka terus disiuli dalam perjalanan.


Fu Juese berlari di pagi hari, makan siang bersama Na Yueyin saat tengah hari lalu latihan memukul setelahnya, dan melakukan teknik kultivasi pada malam hari.


Para penonton yang mengganggunya juga sudah semakin berkurang banyak sekarang. Mereka sudah bosan memberikan hujatan dan cemoohan terus menerus pada sampah yang terkenal dari keluarga bangsawan itu.


Empat bulan kemudian berlalu dalam sekejap mata, dan Fu Juese masih belum ada peningkatan sama sekali di dalam latihannya.


Di dalam buku catatan, latihannya akan selesai saat Fu Juese berhasil melihat sebuah tanda. Tapi tidak ada tanda apapun sama sekali terjadi di sana. Tanda apa yang dimaksud juga tidak terlalu jelas dan masih samar.


"Apakah Aku harus terus melakukan ini?"


Meskipun Fu Juese mulai ragu, tapi dia masih menyelesaikan latihannya itu bahkan sampai matahari tenggelam.


Di suatu jalan, tiga orang bocah seniman bela diri sedang berjalan bersama setelah mengalami latihan yang menyakitkan.


Mereka kemudian berpapasan dengan Fu Juese, namun Fu Juese hanya lewat tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Hei, bukankah kau merasa Fu Juese menjadi lebih belagu sekarang ini?"


"Kau benar, mungkinkah kita harus memberinya pelajaran?"


"Tapi bagaimana dengan pria tua yang kemarin itu?"

__ADS_1


Mereka bertiga adalah orang yang selalu menindas Fu Juese setiap harinya. Ketiganya melakukan hal itu demi meredakan kekesalan akibat stres yang menumpuk setelah berlatih di sektenya.


Pelariannya kemudian tertuju pada Fu Juese. Mereka sering kena omelan oleh seniornya, bahkan mereka diberikan umpatan pedas dari gurunya karena melakukan gerakan yang salah setiap saat.


"Kurasa Pak tua itu sudah tidak ada lagi di sisinya."


"K-K, Kau benar. Aku sama sekali tidak melihatnya."


"Baiklah, kalau begitu kita akan menyerangnya besok?"


"Setuju!"


"Setuju!"


Keesokan harinya, mereka berdiri mengepung Fu Juese yang sedang berlari memutari perumahan mansionnya seperti biasa.


Seingatnya, Fu Juese tidak melakukan kesalahan apapun, jadi dia tidak tahu apa penyebab mereka melakukan ini kepadanya.


Dia bertanya kepada ketiganya, tapi jawaban mereka sudah terlihat jelas dari raut mukanya yang tidak mengenakan. Mereka menunjukkan hawa permusuhan dan melotot pada Fu Juese.


"Fu Juese! Aigo, kita sudah lama tidak bertemu kan? Dan..."


"Dan?"


Tiba-tiba ada dua orang yang sudah berada di sisi kiri dan kanannya.


"Kami sangat rindu kepadamu, sobat. Hahahahaha!"

__ADS_1


Buak!


Bersamaan dengan tawa itu, Fu Juese seketika terlempar ke udara. Dia dipukul di perutnya dengan sangat keras oleh kedua orang di sisinya, Fu Juese sampai terpelanting dan bergulingan.


Mereka bertiga terus tertawa sejak saat itu. Inilah yang membuat mereka senang. Sudah lama sekali, ketiganya tidak melakukan hal-hal seperti ini. Dulu hal ini merupakan kebiasannya.


"Hei, sampah! Kami masih belum puas!"


"Cepatlah bangun idiot!"


"Ahh... ini begitu menyenangkan, ayo lakukan lagi!"


Napas Fu Juese tersengal, dia sedang mencoba untuk berdiri sekarang. Setelah itu Fu Juese melihat ketiganya. Dia masih terdiam tidak mengatakan apapun.


Fu Juese kemudian menggulung lengan pakaian mewah bangsawannya. Ada lima buah gelang besi di sana, jika dihitung maka...


"Dia... apakah selama ini, dirinya berlatih dengan membawa 15kg beban di tubuhnya setiap hari?!"


"Itu tidak mungkin. Tidak bisa kupercaya!"


"Bukankah kita sekarang berada dalam masalah sekarang?"


Fu Juese pun melepaskan gelang besi di tangan dan kakinya. Ekspresi wajah ketiganya kemudian menjadi berbeda.


Klang.


Terdengar suara gelang-gelang besi yang terbuka. Gelang besi itu kemudian satu persatu jatuh menancap ke tanah tanpa suara.

__ADS_1


__ADS_2