
Tian Jian mencoba memprovokasi Fu Juese dengan melambaikan tangan ke arahnya tetapi Fu Juese tidak termakan umpan itu dan malah menghela napas.
Fu Juese mencoba untuk menenangkan pikirannya agar bisa berpikir jernih.
Beberapa kali dirinya terlihat sedang menghirup dan mengeluarkan udara.
Fu Juese tersadar jika musuh di depannya itu bukanlah orang yang sembarangan.
Kekuatannya mungkin saja setara dengan Ayahnya, Fu Hei atau bahkan lebih kuat lagi.
Dirinya tidak boleh mengandalkan nafsu membunuh saja seperti sebelumnya, melainkan dia juga harus bekerja untuk memperkuat inderanya.
"Hup!"
Tiba-tiba Tian Jian berlari dengan kecepatan yang luar biasa.
Fu Juese segera memasang kuda-kuda, serangan pertama berhasil ditahannya tapi Fu Juese harus terpental beberapa langkah ke belakang.
Kedua pedang mereka kembali bertemu untuk yang kedua kalinya dan kali ini Fu Juese juga masih bisa bertahan.
"Trang!"
Ketiga kalinya Fu Juese masih bertahan.
"Trang!"
"Trang!"
"Trang!"
Keempat, kelima, dan serangan keenam pun berhasil ditahan mati-matian oleh Fu Juese.
__ADS_1
Perbedaan kelas diantara mereka terlalu tinggi.
Kapasitas tenaga dalam yang dimiliki kedua belah pihak juga terlalu jauh berbeda.
Tapi...
"Trang!"
"Taaaaaang!"
Anehnya giliran Fu Juese yang memenangkan pertukaran kali ini.
Mata Tian Jian melebar setelah melihat sebuah bayangan hitam menyelimuti tangan kiri Fu Juese dan mendorong tubuhnya ke belakang.
Tian Jian dibuat terpental mundur dan berjalan tergopoh di sana.
'Apa itu? Apakah barusan saja aku sedang berhadapan dengan sebuah besi?'
Tian Jian pun merapatkan giginya sangat kuat.
Di sini dirinyalah yang ingin menunjukkan pada Fu Juese apa itu jenius dan kekuatan yang sesungguhnya, tetapi kenapa malah dirinya yang diajari di sini.
"Sialaaaan!"
Tian Jian kembali berlari menghampiri Fu Juese dengan membawa pedangnya.
Lalu apa yang terjadi selanjutnya adalah...
"Trrriiiiaaang!"
Fu Juese yang kembali berhasil mementalkan serangannya, dan...
__ADS_1
"Slash!"
Bukan hanya itu tapi Fu Juese juga berhasil melancarkan serangan baliknya.
"Uhuargh! Guaahk!"
Dirinya menangkis pedang dari Tian Jian menggunakan tangan kirinya yang berubah menjadi tameng, lalu menebas perut sebelah kanan Tian Jian sampai mencipratkan darah pertamanya di tanah.
"Brengsk!!!"
Tian Jian mengumpat sangat keras dan kembali berlari menghampiri Fu Juese.
Dirinya telah kehilangan kendali diri dan mulai tidak dapat berpikir jernih sekarang.
Fu Juese pun menjadikan momentum ini sebagai sebuah kesempatan baginya.
Dia berhasil menghindari serangan Tian Jian dengan mengelak ke samping tetapi Tian Jian tidak juga menyerah dan mengikutinya.
Tian Jian terus menunjukkan keterampilan berpedangnya dan Fu Juese hanya bisa bertahan darinya.
Dirinya menjadikan tangan kirinya sebagai perisai dan terus menerus menahan berbagai serangan yang datang kepadanya.
Keduanya pun melakukan pertarungan berdarah yang menakjubkan di sana.
Suara desingan yang dihasilkan dari benturan-benturan itu pun membuat semua orang berhenti untuk melihat.
Mereka pun berbalik dengan mata yang bergetar dan menahan napas, bahkan Gu Lang yang diborgol di bawah pohon pun ikut sampai mendongak.
Na Yueyin juga berhenti bertarung melawan musuhnya, dirinya sekarang berdiri dengan menggenggam erat tombaknya.
'Juese...'
__ADS_1
Dalam hatinya dia sangat ingin sekali membantu di sana tetapi jika dirinya mendekat dan salah membuat gerakan sedikit saja, maka bisa jadi Fu Juese akan kehilangan fokusnya dan malah menderita kekalahan.
Dirinya sekarang hanya bisa percaya dan berharap untuk tidak terjadi apapun.