
Fu Juese tersenyum setelah merasakan hawa keberadaan dari ketiga orang itu menghilang dan tidak lagi berbalik kembali.
Sebenarnya jika mereka masih di sana Fu Juese tidak bisa lagi untuk mengelak.
Dia bahkan sudah mati-matian mencoba untuk menahannya sekuat tenaga namun amukan energi terus mendobrak dan memaksa untuk keluar dari dalam tubuhnya.
Layaknya ribuan kembang api yang terus meledak energi di dalam tubuh Fu Juese terus bergelora dan bergerak ke seluruh badannya.
Dan sekarang dikarenakan para pengintainya yang sudah pergi semua Fu Juese bisa sebebasnya mengeluarkan kemampuannya dan menyerap semua energi itu.
Fu Juese segera mencari tempat tersembunyi.
Dia memilih duduk di bawah pohon besar dekat dengan taman dan segera duduk bersila.
"Boom!"
Terjadi ledakan di dalam dirinya. Dirinya baru saja menembus tingkatan kelas yang lebih tinggi.
Latihan ini bukan hanya memperkuat pondasi di dalam tubuhnya melainkan juga membuatnya mudah untuk naik kelas.
"Tidak percaya aku naik kelas semudah ini."
Sekarang dirinya telah naik menjadi pendekar bela diri dengan kelas Lanjut.
"Bukan hanya itu aku bisa merasakan kelas berikutnya di depan mataku."
__ADS_1
Fu Juese kembali menarik napas panjang di sana dan berfokus pada energi di tubuhnya.
Sampai satu minggu pun berlalu.
Fu Juese sekarang telah menjadi seniman bela diri dengan kelas Serigala Muda.
Hanya dalam senggang waktu satu minggu saja dirinya telah naik tiga tingkat.
Fu Juese tidak bisa membayangkan akan sebanyak apa kemampuannya naik apabila latihan ini digabung dengan latihan tertutupnya nanti di masa depan.
"Duar! Dor! Dor! Dor!"
Kembang api banyak meledak di langit-langit bahkan sampai memenuhi seluruh dari wilayah ibu kota.
Bangunan dan rumah-rumah tampak dihias sedemikian rupa untuk membuatnya cantik dan megah.
Semua warga di kekaisaran Jang Lu terlihat bahagia dan senang karena hal tersebut.
Mereka sekarang terlihat berkumpul dan bersama-sama menuju tempat festival dengan canda dan tawa.
Padahal upacara pertunangan secara resmi baru akan digelar waktu malamnya dan dengan disaksikan seluruh bangsawan, tetapi mereka terlihat tidak peduli dan sudah bersyukur bisa menyaksikan upacara awalnya.
Di kekaisaran Jang Lu sangat kental dengan paradigma, yaitu 'yang terkuat akan mendapatkan segalanya'.
Dan begitulah cara mereka memutuskan siapa yang menjadi raja sejak jaman dulu.
__ADS_1
Wan Kai adalah petarung terkuat dari generasi sebelumnya dirinya dinobatkan sebagai raja kekaisaran.
Setiap akan ada urusan atau perayaan apapun mereka akan memutuskannya melalui turnamen bela diri bahkan sampai saling membunuh antara satu sama lain.
"Baiklah, jadi semuanya sudah berkumpul."
Wan Kai tersenyum puas di atas podiumnya.
Dirinya bersama dengan Wan Feng dan ketiga pengawalnya. Wan Kai kemudian memberikan sambutan dengan kata-kata singkatnya.
Setelah semua itu selesai semua orang tampak bertepuk tangan dan bersemangat karena sudah tidak sabar lagi untuk melihat pertarungan berlangsung.
Wan Feng kemudian turun dengan melompat ke bawah arena. Setelah tiba di bawah tangannya tiba-tiba menjulur ke sisi arena.
Di sisi arena Yin Zixia sudah bersiap bersama dengan kelompoknya.
Yin Zixia kemudian maju seorang diri ke tengah-tengah.
Dia mengenakan gaun panjang yang sangat mewah dan riasan yang pas sekali di wajah kecilnya.
Para hadirin bahkan tidak dapat menutup matanya saat melihat keindahan itu.
Di jari manis Yin Zixia sudah ada sebuah cincin emas yang melingkar, Wan Feng kemudian dengan sigap mencabutnya.
"Baiklah siapa pun itu, kalian semua boleh maju melawanku."
__ADS_1
Pernyataan perang telah dibuat sang tuan rumah.