
Gu Lang terlihat sedang menutup matanya sekarang, tapi kemudian saat Fu Juese menyentuh kulitnya. Dia merasakan sedikit panas di tubuhnya.
'Dia masih hidup!'
Gu Lang masih belum mati. Dia masih dalam fase kritis yang sebentar lagi akan merenggut nyawanya.
'Gu Lang masih bisa diselamatkan!'
Dalam hal ini, Fu Juese telah membawa seseorang yang mungkin bisa membantu. Dia melakukannya untuk berjaga-jaga saja jika keadaan memburuk. Namun dia tidak pernah menyangka jika hal itu benar-benar akan terjadi. Fu Juese sungguh tidak tahu jika semuanya akan berakhir seperti ini.
"Na Yueyin, hanya kau, seseorang yang bisa melakukan sesuatu. Kumohon, tolonglah ibuku..."
Mendengar hal itu, Na Yueyin segera berjalan masuk dan mendekati Gu Lang. Dia dengan cepat langsung memeriksa keadaan tubuh dan kondisi pasien terkini.
Na Yueyin memerlukan waktu hingga lima menit sebelum membuat keputusan. Dia pun mengangguk.
"Bagaimana?"
"Na-Na."
"Sungguh, itu artinya kau bisa melakukannya?"
__ADS_1
"Na-Na-Na-Na!"
Na Yueyin mengatakan, jika racun ini masih belum seratus persen menyebar ke seluruh tubuhnya. Jadi, Gu Lang memang belum mati, dia sedang memasuki kondisi sekarat seperti yang dibayangkan tetapi jika dibiarkan lagi maka Gu Lang akan benar-benar mati.
Untuk dapat menolongnya, Na Yueyin membutuhkan beberapa jarum tipis. Jarum itu nantinya akan digunakan untuk menotok beberapa titik akupuntur di dekat tangan dan punggungnya, hal itu semua demi membuang darah kotor yang mengandung racun di dalamnya.
Na Yueyin juga membutuhkan beberapa obat-obatan herbal dan rempah tradisional untuk membuat ramuan di sini.
Setelah Fu Juese menyampaikan semua itu kepada para pelayannya. Mereka pun segera berlarian untuk mengambil semua bahan-bahan dan perlengkapan itu.
Setelah semua syarat itu terpenuhi, Na Yueyin kemudian membuat gerakan menggunakan tangan yang rumit. Dia menyampaikan pesan itu kepada Fu Juese, hanya dirinya yang mengerti bahasa isyarat itu.
Namun setelah membacanya, Fu Juese tercengang saat mengetahui apa artinya.
Fu Juese menganga.
Setelah menerima semua perlengakapan dan obat yang dibutuhkan, Na Yueyin segera memulai operasinya.
Pertama, dia membuat ramuan, setelah itu meminumkannya pada Gu Lang melalui mulut kemulut dan membantu mengunyahnya.
Beberapa menit kemudian, warna pucat di tubuh Gu Lang perlahan mulai menghilang. Tidak berhenti di sana, Na Yueyin kemudian melepas pakaian Gu Lang sampai sepertiganya dan menusuk daerah punggung serta tangannya.
__ADS_1
Setelah semua itu selesai, Gu Lang dengan hati-hati menusuk jari kelingkingnya. Fu Juese tidak melihat semua itu, dirinya mengamati sekitar dan tengah merenung di sana.
Dia menerka-nerka siapa si pelaku sebenarnya. Dirinya tidak ingin membiarkan satu pun orang keluar dari kamar Gu Lang, setidaknya sampai dia menemukan sang pelaku.
Tentu dia khawatir dengan bagaimana kondisi ibunya tetapi yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah menyerahkannya kepada Na Yueyin.
Setelah menusuk jari kelingking Gu Lang menggubakan jarum tipis paling kecil, sebuah cairan berwarna hitam tiba-tiba keluar dari sana.
'Jadi benar, ya?'
Itu adalah teknik seni racun dan merupakan ciri khas suatu sekte.
[Seni Racun milik Sekte Barakuda Ungu, Tapak Sang Legenda Ular Putih ]
Seseorang telah menyerang Gu Lang secara diam-diam. Dia meninggalkan bekas tangan samar-samar di belakang punggung Gu Lang, yang dimana sekarang bekas luka itu sudah tertutupi oleh balutan perban.
Sekarang sudah selesai dan tiba waktunya untuk mengetahui siapakah sang pelaku misterius itu sebenarnya.
Dia adalah orang yang keberadaannya sulit dilacak oleh si Pak tua di dalam buku catatannya.
Perlahan Gu Lang mulai sadar dan membuka matanya, tubuhnya masih gemetaran. Dia juga terlihat lemas.
__ADS_1
Tapi... Tiba-tiba dia mengacungkan tangannya ke arah satu orang.