
"Aku tidak menyangkanya, kau benar-benar terlihat berbeda sekarang."
Kata Fu Hei setelah melihat Fu Juese turun dengan melepaskan seluruh gelang besi di tangan dan kakinya.
Fu Juese melakukan semua itu saat dirinya masih di udara.
Sekarang keduanya mulai berhadapan.
Angin berhembus pelan diantara mereka.
"Bagaimana Ayah bisa memiliki teknik dari Sekte Barakuda Ungu?"
"Mereka adalah partner, atau rekan kerja, Ayah. Selebihnya, Aku tidak akan mengatakan apapun."
"Jadi begitu."
Itulah kenapa Fu Hei bisa menguasai teknik tapak dari sekte mereka. Dia telah belajar bagaimana cara menguasainya dari sekte hitam tersebut.
Orang-orang yang terkena tapak itu akan mendapatkan tato putih ular yang kemudian secara perlahan tato itu menghilang dan masuk ke dalam tubuh si target. Kemudian setelah satu jam berlalu, si target akan sekarat dan pada akhirnya meregang nyawa.
Syukurlah sebelum satu jam, Gu Lang berhasil ditemukan oleh salah satu pelayannya.
Fu Juese benar-benar lengah kali ini, untung saja di sana ada Na Yueyin. Fu Hei tidak tahu jika Na Yueyin ternyata bisa mengobati racun yang mematikan itu. Karena Na Yueyin rencananya telah gagal sekarang dan buku catatan milik Pak tua benar-benar telah menjadi kenyataan.
"Cukup bicaranya, Aku akan membunuhmu, dan setelah itu baru berurusan dengan ibumu."
Fu Juese kemudian mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Kalau begitu, semoga beruntung."
"Apa yang kau lakukan, kau mencoba menantangku?"
Dia mulai berlari ke arah Fu Hei.
"Seorang bocah yang baru berumur delapan tahun, mendapatkan julukan olok-olok sampah yang tidak berguna, bangsawan bodoh, dan aib keluarga."
Ternyata pagi tadi Fu Hei sama sekali tidak tulus dengan memujinya.
Fu Juese terlihat terganggu dengan ucapan itu, dia menggigit bibirnya sendiri kemudian tersenyum pahit, meski begitu lajunya masih tidak berubah, dia masih terus berlari ke arah Fu Hei dengan segenap tenaganya.
"Malang sekali hidupmu karena tidak bisa memiliki inti iblis, sungguh takdir yang kejam. Kau sudah ditakdirkan untuk tidak dapat meraih apapun di dalam hidupmu."
Fu Juese sekarang berhadapan ayahnya, mereka hanya berjarak kurang dari satu langkah saja.
"Sayang sekali, umurnya juga harus singkat."
Fu Hei tiba-tiba bergerak dan memukul perut anaknya. Dia tidak main-main saat menggunakan energi tenaga dalamnya, dan karena berbenturan itu angin yang dihasilkan berhembus sangat kuat dan berhamburan seperti sebuah tornado.
"Aneh..." Fu Hei menaikkan salah satu alisnya karena merasakan ada sesuatu yang salah.
Fu Juese tidak terpental dan tidak juga merasakan sakit.
'Kenapa?' batinnya.
Hebatnya lagi, entah sejak kapan kepalan tangan Fu Juese telah mencapai rahang Ayahnya.
__ADS_1
Bak!
'Bocah ini....!!!!" Geram, Fu Hei sampai melotot.
Dalam pikirannya, dia akan sangat mudah untuk menyapu Fu Juese bahkan mementalkannya, namun yang terjadi beberapa detik kemudian malah sebaliknya, dirinya sendirilah orang yang terdorong sampai terbang ke belakang.
Apalagi Fu Juese sama sekali tidak peduli dengan pertahanannya dan memilih mengabaikannya lalu maju untuk baku hantam dengannya.
'Jika dipikir lagi itu tidak masuk akal.' Fu Hei kemudian mencoba menerka fenomena yang barusan, 'Bagaimana bisa Fu Juese sama sekali tidak tidak bergeming terhadap pukulannya?'
'Itu tidak mungkin!' umpat Fu Hei.
Paling tidak seharusnya keduanya sama-sama terpental. Tapi kenapa Fu Juese tetap masih berdiri kokoh dengan kedua kakinya?
"Ada apa ini sebenarnya?"
Fu Hei segera bangun setelah mendarat di tanah.
Para penonton yang melihatnya dari kamar Gu Lang hanya menganga karena kehabisan kata-kata. Fenomena apa yang bisa menjelaskan semua itu?
Sebuah bayangan hitam terlihat menyelimuti area perut dari Fu Juese, dan kemudian itulah tempat dimana Fu Hei memukulnya.
"Apa itu?"
Fu Hei menganga, auranya sangat hitam dan menakutkan, ditambah dengan tatapan dingin yang Fu Juese berikan. Ketiganya itu menjadi kombo yang mengerikan dan berhasil membuat Fu Hei sedikit terintimidasi.
"Jangan bilang, kau, inti iblismu, pulih...?"
__ADS_1
Fu Juese tidak mengatakan apapun. Tapi dari balik itu semua, Fu Hei bisa merasakan sebuah energi tenaga dalam yang mengalir di bawah perutnya.
[ Seni Tubuh Besi milik Sang Kaisar Naga Hitam ]