Catatan Sang Pendekar

Catatan Sang Pendekar
- Malam panjang(12).


__ADS_3

Fu Hei menjadi lebih waspada akan ada serangan lainnya yang datang dari arah lain. Karena itulah dia sangat paranoid akan sekelilingnya.


Tapi tidak pernah dia sangka, jika serangan pukulan biasa saja pun dapat kembali mementalkannya.


Bukan hanya itu, serangan ini bahkan sampai meremukkan dua tulang rusuknya, padahal dirinya adalah seniman bela diri kelas < Elite >.


'Sialan, brengsk!!!'


Sedangkan lawan yang melakukannya adalah bocah yang baru saja masuk di kelas < Dasar >.


Swooosh!


Orang itu adalah Fu Juese, dia yang berlari sembari membawa kepalan tangannya ke samping. Tangannya itu kemudian diselimuti dengan bayangan kegelapan, dia memukul tubuh samping dari ayahnya sampai terpental dan target pun ikut terseret.


"Uhuk! Uhuk! Uhh... Apa itu sebenarnya?"


Fu Hei sangat geram. Dia meringis kesakitan sekaligus terus melototi anaknya.


Fu Hei belum pernah melihat teknik yang seperti itu selama hidupnya. Tapi yang pasti, teknik itu berhubungan dengan bayangan hitam yang menyelimuti bagian luar anggota badan Fu Juese.


'Tekniknya, sungguh mengerikan, Aku ingin memilikinya. Mungkin jika Aku yang menggunakannya, Aku akan dapat menjadi seorang penguasa!'


Bayangan hitam itu bukan hanya digunakan untuk bertahan saja, melainkan juga bisa untuk menyerang.

__ADS_1


Saat menggunakannya, baik itu pertahanan atau pun serangan akan bertambah kuat. Intinya, kekerasan kulit yang diselimutinya akan meningkat sampai seratus kali lipat jika bayangan hitam ditempatkan pada bagian area tubuhmu.


"Ugh! Haa... haa...."


Tidak ada yang tahu konsekuensi menggunakannya.


Tubuh Fu Juese terus bergemetaran di sana. Dia mengeluarkan banyak sekali tenaga dalam untuk bisa menggunakannya dan semua itu menguras setengah dari staminanya.


Karena itu, dia hanya bisa mempertahankan bayangan hitamnya sampai tiga detik.


'Jadi ini adalah kulit besi dari sang kaisar naga?'


Fu Juese tersenyum pahit karena merasakan tubuhnya hancur seolah ditekan hingga mencapai batasnya. Ini masih terlalu berat untuknya sekarang, dan dia mengerti itu.


Buk. Buk. Buk. Buk.


Sekarang kondisi tubuh Fu Hei sedang tidak sempurna, dia menerima serangan fatal karena meremehkan pukulan Fu Juese sebelumnya.


Wooosh!


Na Yueyin mengibaskan tangannya untuk memukul kepala Fu Hei tetapi Fu Hei berhasil menghindarinya dengan menunduk.


Setelah itu kesempatan terbuka baginya, dengan cepat Fu Hei segera memberikan pukulan ke tubuh Na Yueyin sampai lima kali di sana.

__ADS_1


Bat. Bat. Bat.


Akibatnya Na Yueyin terbatuk-batuk dan didorong mundur ke belakang, anggota tubuhnya rasanya seperti mati rasa dan dia merasakan akan jatuh kapan saja.


Itulah perbedaan kekuatan antara kelas keduanya, padahal Fu Hei terlihat masih belum serius kepadanya.


Fu Hei masih terus menekannya hingga pada pukulan yang ketujuh dia tiba-tiba berhenti dan merasakan kehadiran seseorang di belakangnya. Itu adalah Fu Juese.


Dia segera berhenti dan menarik mundur tubuhnya, Fu Hei juga bersiap dengan melakukan kuda-kuda bertahan.


Akan tetapi,


"Apa?"


Dia terkecoh, Fu Hei menaikan salah satu alisnya karena termakan tipuan itu.


Fu Juese tidak menggunakan bayangan hitamnya. Fu Juese melakukan itu karena ingin berganti posisi dengan Na Yueyin.


"Na!" (Tidak!)


"Haha, kau ingin melawanku, nak? Coba saja."


Na Yueyin sontak berontak di sana tetapi Fu Juese tetap menariknya dengan paksa menggunakan segenap kekuatannya, dia membuat Na Yueyin terbang ke belakang.

__ADS_1


"Na! Na!" (Tidak! Tidak!)


Fu Juese secepatnya berbalik ke arah Ayahnya dan meneruskan pertarungan.


__ADS_2