
Festival pun secara resmi dimulai sekarang.
Para hadirin terlihat saling melirik dan berdebat.
Mereka penasaran siapa yang akan maju menantangnya.
Di pikiran semua orang, mereka yakin tidak akan ada satu orang yang cukup berani untuk menantang Wan Feng di sana.
Mereka pernah melihat meski hanya sekali kemampuan Wan Feng. Dan semua para hadirin tampak ketakutan dengan kemampuannya.
Bahkan para hadirin sempat berpikiran jikalau festival kali ini akan berlangsung dengan sangat cepat dan sama sekali tidak mengasikan.
Tapi tiba-tiba saja dari arah kursi vip ada sosok orang yang mengangkat tangannya.
Dia adalah salah satu anak bangsawan dari kekaisaran Jang Lu.
"Aku menantangmu."
Dia turun dengan lemah gemulai dan tampak bersemangat.
"Tolong maafkan kelancanganku ini yang mulia pangeran."
Pria itu terlihat sangat sopan, dia juga menunduk meminta maaf sebelumnya kepada pangeran di depannya.
"Tapi sepertinya aku telah jatuh hati kepada putri Zixia."
"Aku tahu itu, aku juga begitu saat pertama kali melihatnya."
Keduanya kemudian memberi salam satu sama lain dan pertarungan antara keduanya segera berangsung.
__ADS_1
Pangeran memberikan banyak sekali serangan di sana menggunakan pedangnya.
Dia tampak mendominasi dan lawannya dipaksa untuk terus bertahan menerimanya.
Alhasil tidak lama kemudian pria itu pun menderita kekalahan.
Dia dipaksa mundur ke belakang sampai jatuh terjerembap ke luar arena pertandingan.
Sayang tidak berhenti di situ saja pangeran mahkota Wan Feng membunuh lawannya secara sadis di sana.
Dengan menggunakan pedangnya dia menghunuskan senjata itu tepat ke ulu hati musuhnya. Sontak para hadirin dibuat terkejut melihatnya.
Yin Zixia pun yang sebelumnya nampak tenang menjadi gemetaran sekarang.
"Ayo siapa lagi yang berani!"
Dengan senyum beringas di wajahnya Wan Feng menunjuk para hadirin satu persatu dan terus menertawakan mereka.
Mereka sadar hal seperti ini akan terjadi jika mereka berani menantang pangeran mahkota.
Caranya begitu sadis, tidak ada yang bisa disalahkan di sini karena dirinya merupakan putra mahkota, begitulah sifat asli sang pangeran.
"Apakah begitu sikap yang pantas ditujukan dari seorang pangeran?"
Tian Jian tiba-tiba melompat dan berdiri di depan pangeran mahkota Wan Feng.
"Kau ingin menantangku?"
"Bukankah kau mampu melihatnya sendiri."
__ADS_1
Tian Jian sudah bersiap dengan mengeluarkan senjatanya.
"Tidak pernah kusangka seorang pengawal dari kerajaan akan memiliki perasaan seperti itu pada majikannya."
"Cukup bicaranya, ayo kita mulai saja pertarungan ini."
"Hmph! Baiklah, majulah!"
Tian Jian yang pertama berlari di sana.
Sang Pangeran yang tidak menduga akan kecepatan dari Tian Jian tampak tidak siap.
Wan Feng kemudian didorong mundur beberapa meter ke belakang dengan hanya dua gerakan saja.
Wan Feng juga tidak tinggal diam saja setelah melihatnya. Dia menggigit bibirnya sendiri dan terlihat sangat kesal.
Dia mengerti jika musuhnya itu memiliki ilmu satu tingkat jauh di atasnya.
Mustahil dirinya dapat seimbang melawan kelas Serigala Muda dengan kelas Masternya yang sekarang.
Dia mengambil napas panjang dan mengeluarkan tekniknya.
Dia mempelajari teknik inti iblis yang unik yang dimana itu bisa membuat tubuhnya terbang.
Semua orang menganga saat melihat aksinya itu.
"Kau... terbang?"
Mata Tian Jian bahkan dibuat melebar.
__ADS_1
Semua orang nampak terkejut tidak terkecuali para penduduk yang sering berkali-kali melihat aksinyanya itu.
Hanya satu orang saja di sana yang masih nampak tetap tenang. Dan orang itu adalah Fu Juese.