
"Pembunuh ini sama sekali bukan lawanmu, dia masih lah di kelas Menengah."
Fu Juese tidak terlalu mempedulikan omong kosong dari Tian Jian.
Dia hanya terus berfokus kepadanya dan beberapa kali mencoba mengukur seberapa dalam kelas bela diri dari Tian Jian ini.
"Tunggu sebentar, kau juga sama di kelas Menengah kan? Kau pasti seorang monster yang berbakat, bahkan di kelas yang sama dari dirimu kau dapat dengan mudah membunuhnya dengan sekali jurus."
Tian Jian masih terus tersenyum kepada Fu Juese tetapi Fu Juese mulai mendapatkan firasat yang lain.
Entah kenapa di dalam hatinya ada sesuatu yang tidak nyaman sekarang.
"Sayangnya aku juga dulunya seorang monster persis sama seperti dirimu."
Itulah yang membuat Fu Juese merasa gelisah.
Firasatnya telah menjadi kenyataan sekarang, seseorang dengan kelas Serigala Muda berdiri di depannya dan mulai mengangkat pedang.
Tian Jian kemudiab mengeluarkan aura membunuh yang lebih pekat lagi dari Fu Juese.
Pada suatu hari...
__ADS_1
Hiduplah seorang murid yang dianggap paling jenius dan terbaik di sebuah sekte yang terkenal.
Dia belajar dan menuntut ilmu sangat lama di sana.
Sudah bertahun-tahun dirinya mengabdikan diri kepada sektenya tersebut.
Sang pemuda ini telah mendapatkan predikat terkuat dari tetua dan masternya.
Sayang sang pemuda itu tidak pernah puas dengan pencapaiannya tersebut.
Dirinya masih sangat haus akan kekuatan dan pengakuan semua orang.
Sang pemuda itu pada akhirnya membelot dan beralih ke kelompok aliran hitam, dirinya pun bergabung menjadi salah satu murid pada suatu sekte di sana.
Namun naas dirinya bukanlah jenius terbaik di sekte itu, bahkan dirinya menempati peringkat kesepuluh terendah saat itu.
Sang pemuda akhirnya memilih keluar dari sekte diusianya yang masih muda.
Kemudian selang beberapa tahun saja dari keluarnya dia dari sekte itu, tiba-tiba muncul sebuah berita mengenai sektenya.
Sekte tersebut hancur dan menghilang hanya dalam satu malam.
__ADS_1
Sang pemuda tidak tahu apa yang terjadi tetapi dirinya merasa sangat bersyukur pada saat itu.
Sang pemuda kemudian bekerja sebagai kesatria lalu selang berjalannya waktu sang pemuda itu sekarang telah mendapat jabatan yang cukup tinggi sebagai pengawal keluarga kerajaan dan urusan luar negeri.
Namanya adalah Tian Jian, mantan murid di Sekte Barakuda Ungu, menempati posisi urutan nomer sepuluh terakhir.
"Jadi kau adalah orang yang bernama Fu Juese itu."
Tian Jian membenci mereka, orang-orang yang mendapat sebutan atau dielu-elukan sebagai jenius oleh semua orang, mereka yang besar kepala dan menjadi arogan hanya dengan kekuatan, atau mereka yang selalu kurang setiap saat.
Itu semua pernah dirasakannya sebentar di masa lalu.
Dulunya dia juga termasuk salah satu dari sekian banyak jenius itu, tapi dirinya segera tersadar jika dia bukanlah sosok seperti mereka, dia hanya lah orang yang bekerja keras, dia melakukan berbagai latihan dan belajar dari kegagalan terus menerus bukan seperti mereka para jenius yang asli.
Itulah kenapa dia sangat begitu membenci orang-orang jenius.
Hatinya seolah tersayat saat mengingat kembali masa lalunya.
Dia tidak akan pernah bisa, jangankan untuk sejajar dengan mereka, mendekati para jenius itu saja rasanya hampir mustahil bagi dirinya.
Tian Jian ingin membuat Fu Juese juga merasakan hal yang sama seperti dirinya.
__ADS_1
"Sini coba saja kau maju, hei monster."